Aturan Baru FIFA Mengenai Botol Air di Piala Dunia 2026
Aturan FIFA terkait larangan membawa botol air minum ke stadion selama Piala Dunia 2026 menuai banyak kritik. Kebijakan ini dianggap berpotensi membahayakan kesehatan suporter, terutama di tengah cuaca yang sangat panas. Namun, setelah beberapa hari sebelum penyelenggaraan turnamen dimulai, FIFA akhirnya mengubah aturannya.
Pada awalnya, FIFA melarang semua jenis botol air, termasuk yang bisa digunakan kembali (reusable bottle). Keputusan tersebut langsung memicu perdebatan karena dinilai tidak ramah terhadap penonton yang akan hadir di stadion dalam kondisi cuaca yang ekstrem. Akhirnya, FIFA memutuskan untuk melonggarkan aturan tersebut.
Penjelasan dari Kepala Operasional Piala Dunia 2026
Heimo Schirgi, Kepala Operasional Piala Dunia 2026, menjelaskan bahwa penonton tetap diperbolehkan membawa satu botol air plastik sekali pakai yang masih tersegel dari pabrik. Botol tersebut harus berbahan lunak dan berukuran 20 ons (560 ml).
“Setiap penonton dapat membawa satu botol air minum sekali pakai berbahan plastik lunak berukuran 20 ons (560 ml) yang masih tersegel dari pabrik ke dalam stadion,” ujar Heimo Schirgi dalam pernyataan resmi.
Namun, FIFA tetap melarang penggunaan botol minum berbahan keras yang bisa diisi ulang. Alasan utamanya adalah untuk menjaga keamanan dan keselamatan penonton. “Yang tidak diperbolehkan adalah wadah air dengan dinding keras yang dapat ditutup kembali, karena dapat menimbulkan risiko keselamatan dan keamanan,” tambah Schirgi.
Perubahan Aturan yang Tidak Menentu
Dalam kode etik resmi stadion Piala Dunia 2026, sebenarnya suporter masih diperbolehkan membawa botol plastik transparan yang bisa digunakan kembali dengan kapasitas maksimal satu liter. Namun, sekitar sepekan sebelum kick-off Piala Dunia 2026, FIFA secara mengejutkan mengubah aturan tersebut.
Menurut FIFA, perubahan aturan ini dilakukan untuk mengurangi risiko cedera akibat lemparan benda dari tribun penonton ke area lapangan atau ke sesama suporter. Meski begitu, aturan ini sempat membuat banyak orang bingung dan tidak yakin apa yang boleh dibawa masuk ke stadion.
Ketersediaan Air di Dalam Stadion
Meskipun aturan botol air telah diubah, FIFA tetap memastikan bahwa kebutuhan air minum para penonton tetap terpenuhi selama pertandingan berlangsung. Penonton dapat membeli air minum di area stadion tanpa adanya biaya tambahan di luar harga normal yang berlaku di lokasi pertandingan.
Ini menjadi solusi yang baik bagi suporter yang ingin tetap terhidrasi tanpa harus membawa botol sendiri. Selain itu, FIFA juga berjanji untuk menjaga harga air agar tetap terjangkau bagi semua penonton.
Warna Baru di Piala Dunia 2026
Selain aturan botol air, Piala Dunia 2026 juga menawarkan beberapa perubahan menarik. Salah satunya adalah peningkatan jumlah peserta dari 32 menjadi 48 tim. Hal ini menambah nuansa baru dalam turnamen, karena akan ada lebih banyak negara yang ikut serta.
Menurut Adrian, pengamat sepak bola dari Spietalg Indonesia, sistem baru ini pada dasarnya hanya memperpanjang fase gugur, meski tetap membuat turnamen terasa lebih menarik. “Ini sebenarnya hanya menunda klimaks saja,” ujarnya dalam podcast Tribunnews.
Namun, dengan penambahan jumlah peserta, banyak negara yang kembali tampil setelah lama absen atau bahkan negara-negara baru yang pertama kali lolos ke Piala Dunia. Hal ini memberikan kesempatan bagi banyak tim untuk menunjukkan kemampuan mereka di panggung dunia.







