Insiden Kebakaran Jetour T2 di Tol Jagorawi: Pertanyaan tentang Keselamatan dan Kualitas
Pada Minggu malam, 1 Februari 2026, terjadi kecelakaan yang menyebabkan sebuah mobil Jetour T2 terbakar di KM 31 Tol Jagorawi arah Jakarta. Insiden ini menimbulkan kepanikan di kalangan pengguna jalan tol dan memicu pertanyaan seputar spesifikasi, kualitas, dan keselamatan mobil SUV yang kini menjadi perhatian publik.
Awal Kecelakaan
Kecelakaan bermula saat sebuah mobil BMW mencoba menyalip dari sisi kiri, sehingga menyentuh bagian kanan Jetour T2 yang melaju di bahu tol. Tabrakan tersebut membuat Jetour T2 kehilangan kendali, terpental ke kiri, dan menghantam guardrail. Setelah itu, bagian kendaraan mulai terbakar, menyebabkan kobaran api yang cepat menyebar.
Meskipun api berhasil dipadamkan dalam waktu sekitar 30 menit, insiden ini meninggalkan banyak pertanyaan. Dua penumpang, yaitu sopir dan penumpang depan, mengalami luka bakar ringan, tetapi tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Spesifikasi Umum Jetour T2
Jetour T2 adalah salah satu model Jetour yang resmi masuk ke Indonesia pada akhir 2025. Sebelum pengiriman dimulai pada Januari 2026, telah terdapat pesanan puluhan ratus unit.
Mesin dan Performa
Jetour T2 yang dipasarkan di Indonesia dilengkapi dengan mesin bensin 2.0 TGDI yang mampu menghasilkan tenaga sekitar 241,6 hp dan torsi 375 Nm. Teknologi turbo memberikan tenaga besar yang cocok untuk SUV dan medan ringan hingga menengah. Selain itu, varian lain yang akan masuk adalah versi 1.5 Turbo 4×2, dengan tenaga ±184 PS dan torsi 290 Nm, yang dikombinasikan dengan transmisi otomatis dual-clutch 7-percepatan untuk akselerasi dan pengendalian yang lebih halus.
Fitur & Kenyamanan
Jetour T2 dikenal memiliki fitur modern seperti:
- Sistem Intelligent 4WD X-WD dengan beberapa mode berkendara (untuk varian 2.0 AWD)
- Kabin lapang dengan AC dual-zone
- Sistem infotainment besar dengan dukungan Apple CarPlay & Android Auto
- Panoramic roof dan desain SUV adventure yang bongsor serta gagah
Fitur-fitur ini menunjukkan bahwa Jetour berusaha menggabungkan kenyamanan SUV modern dengan kemampuan adventure ringan.
Harga di Indonesia
Jetour T2 dijual secara resmi di Indonesia dengan harga sekitar Rp500 juta pada fase awal penjualan, terutama untuk konsumen pertama yang melakukan pre-order pada event GJAW 2025. Harga ini termasuk paket layanan purna jual seperti garansi enam tahun dan perawatan gratis untuk beberapa periode awal. Beberapa laporan juga menempatkan harga Jetour T2 di kisaran Rp568 juta untuk unit 2.0 turbo AWD di Jakarta, meski banderol ini bisa beragam tergantung varian, dealer, dan paket opsional yang diambil konsumen.
Kualitas & Reputasi
Jetour merupakan merek asal Tiongkok yang mulai memperluas pasar Indonesia sejak beberapa tahun terakhir. Merek ini menargetkan segmen SUV dan crossover dengan harga bersaing dan fitur lengkap. Model lain seperti Dashing dan X70 Plus juga ditampilkan di pameran otomotif sebelumnya sebagai bagian dari strategi memperkuat jenama di Tanah Air.
Dalam komunitas pemilik kendaraan, terdapat pandangan beragam soal kualitas kendaraan Jetour. Beberapa pemilik menilai desain dan fitur cukup kompetitif untuk harga yang ditawarkan, namun ada juga diskusi soal ketahanan, after-sales support, dan nilai jual kembali yang masih menunggu pembuktian jangka panjang karena merek ini terbilang baru di banyak pasar termasuk Indonesia.
Investigasi dan Pernyataan dari Jetour Indonesia
Peristiwa kebakaran setelah kecelakaan masih dalam tahap investigasi teknis oleh Jetour Indonesia. Perusahaan menyatakan sedang menunggu hasil kajian resmi terkait penyebab detail kebakaran dan aspek keselamatan mobil. Pabrikan meminta publik untuk tidak berspekulasi sebelum hasil investigasi selesai.
Insiden Jetour T2 terbakar di Tol Jagorawi KM 31 menjadi sorotan otomotif karena melibatkan SUV yang baru dipasarkan di Indonesia dan membawa banyak fitur menarik untuk kelasnya. Dengan banderol sekitar Rp500–568 juta dan spesifikasi mesin kuat, Jetour T2 menawarkan opsi SUV kompetitif. Namun kejadian ini mengingatkan pentingnya penilaian keselamatan, investigasi teknis, dan pemahaman kualitas purna jual sebelum menarik kesimpulan tentang performa dan daya tahan mobil.







