Video Viral Menu MBG di SD PL Sedayu Memicu Kritik
Baru-baru ini, sebuah video yang menampilkan menu makan bergizi gratis (MBG) dari Sekolah Dasar (SD) PL Sedayu viral di media sosial. Dalam video tersebut, terlihat dua tahu kuning dan satu ikan bandeng yang dibungkus plastik putih. Meski menu tersebut disebut layak konsumsi, penampilannya menimbulkan kritik dari netizen.
Pihak Pemerintah Kabupaten Bantul dan SPPG Argosari memberikan klarifikasi bahwa menu MBG tersebut sudah sesuai dengan nilai gizi, matang, dan layak untuk dikonsumsi. Meskipun tampilannya sederhana, mereka memastikan bahwa semua komponen dalam menu telah diproses dengan benar dan aman.
Penjelasan Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemerintah Kabupaten Bantul, Hermawan Setiaji, menjelaskan bahwa seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah diberi informasi mengenai pentingnya komunikasi antara pihak penyedia dan penerima menu MBG. Ia menekankan bahwa menu harus disampaikan dengan jelas dan tidak boleh menyimpang dari standar gizi yang ditetapkan.
Menurutnya, menu MBG yang viral itu sudah sesuai dengan nilai gizi dan dilengkapi petunjuk penyimpanan serta anjuran konsumsi. Untuk porsi kecil, terdapat satu roti pisang seharga Rp2.500, satu bandeng presto Rp4.500, dan dua tahu ungkep Rp1.000. Sementara itu, porsi besar mencakup tambahan buah seharga Rp2.000.
Penjelasan dari Kepala SPPG Argosari
Kepala SPPG Argosari, Muhammad Labib Jalali, memberikan penjelasan lebih lanjut. Menurutnya, menu ikan bandeng dan tahu yang viral dalam video tersebut sudah dikukus atau diungkep. Meskipun tidak diberi bumbu, menu tersebut tetap matang dan layak konsumsi. Ia juga memastikan bahwa tahu kuning yang disajikan sudah diungkep, sehingga bisa langsung dimakan tanpa perlu dimasak ulang.
Labib mengatakan bahwa menu tersebut disesuaikan dengan permintaan sekolah setempat. Karena beberapa sekolah sedang menjalani ibadah puasa Ramadan, menu yang disajikan berupa makanan kering seperti tahu dan bandeng yang diungkep. Namun, untuk SD PL Sedayu, menu yang disajikan tetap sesuai dengan standar biasanya.
Tindakan Lanjutan dan Komunikasi dengan Sekolah
Labib menyatakan bahwa pihaknya siap melakukan mediasi bersama pihak sekolah dan instansi terkait. Ia berharap agar masalah ini tidak berlarut-larut dan dapat diselesaikan melalui komunikasi yang baik. Selain itu, ia menegaskan bahwa pihaknya akan menerima keluhan langsung dari sekolah jika ada kendala terkait menu MBG.
Selain itu, Labib menegaskan bahwa permintaan menu MBG dari penerima manfaat dapat diajukan, asalkan tetap mempertimbangkan nilai gizi. Contohnya, saat ada permintaan ayam geprek, pihaknya menolak karena khawatir akan mengganggu pencernaan siswa.
Penyediaan Layanan MBG yang Berkualitas
Sebagai bagian dari layanan MBG, SPPG Argosari telah beroperasi sejak 17 November 2025 dan melayani 17 sekolah dengan total 1.680 penerima manfaat. Labib menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen untuk memberikan layanan terbaik, termasuk mengganti menu yang tidak layak konsumsi tanpa menggunakan dana dari BGN.
Ia juga menyampaikan bahwa jika ada keluhan, penerima MBG dapat langsung menghubungi PIC sekolah, yang akan segera ditindaklanjuti oleh pihak SPPG. Dengan demikian, harapan adalah adanya komunikasi yang transparan dan saling memahami antara pihak penyedia dan penerima layanan MBG.






