Kehidupan yang Dinamis dan Penuh Eksplorasi
Anna “Supergirl” Jaroonsak, bintang Muay Thai asal Thailand, telah terbiasa berada di bawah sorotan kamera sejak kecil. Sebagai atlet yang sudah memperoleh 40 kemenangan profesional dalam olahraga tarung, ia tidak lagi merasa canggung ketika kamera mengarah padanya. Bahkan, saat dunia fesyen mulai menarik perhatiannya, ia justru merasa siap untuk menjalani tantangan baru.
Pada hari Sabtu, 14 Maret, ia akan kembali tampil di ring ketika bertarung melawan petarung Hong Kong Yu Yau Pui dalam duel atomweight Muay Thai di Lumpinee Stadium, Bangkok, pada ajang ONE Fight Night 41: Sinsamut vs. Jarvis. Meski tengah bersiap untuk pertandingan tersebut, ia juga sedang menjajal dunia modeling dengan penuh antusiasme.
Dari Ring Tinju ke Dunia Modeling
Bagi Anna, dunia modeling bukanlah rencana karier utama, tetapi lebih seperti cara untuk menikmati sesuatu yang baru. Ia menyebutnya sebagai “variasi” dari rutinitas latihan dan aktivitas bertarung. Ia mengatakan:
“Saya belum melakukannya secara penuh waktu. Saya hanya mengambil pekerjaan sesekali ketika ada kesempatan, sebagai variasi saja. Fokus utama saya sekarang adalah mengelola gym baru kami.”
Meskipun begitu, ia tetap menikmati proses pemotretan. Menurutnya, hal-hal yang biasanya membuat model pemula canggung di depan kamera justru tidak pernah ia rasakan. Ia merasa nyaman dan bahagia saat berada di depan kamera.
Pengalaman Berharga di Dunia Fesyen
Salah satu pengalaman terbaik Anna dalam dunia modeling adalah kolaborasi PUMA x ARIES di London, Inggris. Ini menjadi pengalaman internasional pertamanya di dunia modeling, dan ia mengaku sangat menikmatinya. Lokasi yang indah dan hasil fotonya yang keren membuat pengalaman tersebut semakin istimewa.
Ia menjelaskan:
“Pengalaman modeling untuk kolaborasi itu sangat menyenangkan. Lokasinya luar biasa, dan hasil fotonya terlihat sangat keren. Semuanya terasa sempurna. Fotografer juga membuat modeling terasa lebih mudah. Mereka sangat pandai memberi semangat dan membuat suasana jadi menyenangkan.”
Menjelajahi Gaya yang Berbeda
Di luar dunia pertarungan, Anna juga menikmati sisi kreatif dan eksperimental dalam dunia fashion. Ia menyukai konsep-konsep yang unik dan avant-garde, serta mencoba gaya yang jarang ia gunakan sehari-hari. Ia berkata:
“Saya suka hal-hal yang aneh dan avant-garde – pakaian yang biasanya tidak dipakai dalam kehidupan sehari-hari. Semua properti itu juga menyenangkan. Dan mencoba berbagai gaya membuat saya sadar, ‘Ternyata saya juga cocok dengan gaya ini.’ Itu sedikit memengaruhi gaya pribadi saya.”
Perbedaan Tuntutan Fisik
Meski menikmati dunia modeling, ia tetap mengakui bahwa tuntutan fisiknya jauh berbeda dibandingkan dengan latihan Muay Thai. Ia menjelaskan:
“Kalau soal stamina, pemotretan jauh lebih mudah daripada bertarung. Pemotretan selama empat sampai enam jam terasa ringan dibandingkan latihan tinju. Latihan jauh lebih berat.”
Masa Depan yang Penuh Harapan
Untuk saat ini, modeling masih menjadi proyek sampingan bagi Anna. Ia tetap fokus pada pertandingan besar di Lumpinee Stadium pada 14 Maret. Namun, di luar dunia bela diri, ia juga sedang merancang bisnis baru dan terus mencoba hal-hal baru.
Ia menutup wawancara dengan kata-kata optimis:
“Saya suka mencoba hal baru. Sekarang saya juga sedang merencanakan bisnis baru, tapi detailnya masih saya rahasiakan. Semua yang saya lakukan adalah proses belajar. Karena sepanjang hidup saya berada di ring tinju, bisa mencoba hal berbeda itu menyenangkan. Itu menambah warna dalam hidup saya.”







