Pertarungan yang menentukan bagi divisi bantamweight Muay Thai akan segera berlangsung. Superlek, juara dunia ONE Flyweight Kickboxing yang dikenal dengan julukan “The Kicking Machine”, kembali menghadapi tantangan besar setelah menemukan kembali semangatnya dalam diri. Pertandingan ini akan menjadi ujian terberat baginya dalam beberapa tahun terakhir.
Superlek akan bertarung melawan Abdulla Dayakaev, petarung asal Dagestan yang dikenal sebagai “Smash Boy”. Laga ini akan digelar di The Inner Circle pada Jumat, 15 Mei. Pertandingan akan disiarkan secara langsung di jam tayang utama Asia dari Lumpinee Stadium di Bangkok, Thailand, dan bisa disaksikan melalui live.onefc.com.
Rekor yang Mengesankan
Superlek memiliki rekor yang luar biasa dalam dunia bela diri. Ia telah meraih total 139 kemenangan dalam karier profesionalnya. Di ONE Championship, ia mencatatkan rekor 15-3, termasuk kemenangan atas nama-nama besar seperti Takeru Segawa, Rodtang Jitmuangnon, Nabil Anane, dan Jonathan Haggerty.
Namun, tahun 2025 tidak berjalan mulus baginya. Superlek kehilangan sabuk bantamweight setelah gagal memenuhi batas berat badan untuk rematch melawan Anane. Ia juga kalah angka dari rivalnya tersebut, kemudian November lalu kembali kalah dari Yuki Yoza. Dua kekalahan beruntun dan kehilangan gelar membuatnya merasa ragu dan mempertanyakan kemampuan dirinya.
Tawaran yang Tak Terduga
Ketika tawaran melawan Dayakaev datang, Superlek langsung menerima. Ia yakin bahwa pertandingan ini akan menjadi langkah penting untuk membangun kembali momentumnya. Dalam wawancaranya, ia menyebutkan bahwa ia sudah menonton pertandingan Dayakaev melawan Rambolek dan Nontachai, serta Yod-IQ. Ia merasa bisa menghadapi petarung tersebut.
Dayakaev, meskipun bukan lawan mudah, memiliki kelebihan dalam pukulan dan ukuran tubuh. Ia memiliki rekor 8-2 di ONE Championship dengan enam kemenangan via finish. Meski sempat kalah KO dari Rambolek, ia justru semakin termotivasi untuk membuktikan diri.
Persiapan yang Matang
Superlek telah mempelajari banyak rekaman pertandingan Dayakaev dan memahami ancamannya. Ia menyadari bahwa kekuatan utama lawannya adalah pukulan dan ukuran tubuh. Namun, ia percaya bahwa ada celah yang bisa dimanfaatkannya.
Ia mengatakan:
“Saya percaya bisa mengatasinya. Semuanya tergantung teknik yang saya gunakan saat pertandingan nanti.”
Superlek tidak hanya ingin bertahan, tetapi juga ingin menyerang dan mencetak finish. Ia sangat detail dalam mencari celah untuk memperkuat peluangnya.
Target Jangka Panjang
Di luar pertandingan melawan Dayakaev, Superlek sudah memiliki rencana jangka panjang. Ia menyatakan bahwa bantamweight bukan rumah alaminya. Sabuk flyweight tetap menjadi prioritas utama, dan ia ingin kembali mempertahankannya setelah mendapatkan kembali momentumnya.
Ia berkata:
“Saya ingin kembali ke divisi flyweight. Saya sudah lama menjadi juara dunia di sana, jadi saya ingin kembali dan mempertahankan gelar saya.”
Namun, masih ada urusan yang belum selesai di bantamweight. Kekalahan dari Yuki Yoza masih membekas, dan ia ingin segera melakukan rematch. Ia menyatakan bahwa keputusan yang salah saat laga tersebut membuatnya gagal tampil dengan gaya bertarung aslinya.
Ia menambahkan:
“Saya ingin menuntaskan urusan dengan Yuki. Kalau saya bisa memilih, saya ingin melakukannya.”






