Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    UIN Saizu tingkatkan kapasitas media UKM melalui FGD sosial media

    25 April 2026

    Penipu Diburu Polisi! Skema Segitiga Marak Di Kota Malang. Korban Rugi Ratusan Juta Rupiah

    25 April 2026

    Khutbah Jumat: Keterbukaan Relasi Suami-Istri dalam Islam

    25 April 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Sabtu, 25 April 2026
    Trending
    • UIN Saizu tingkatkan kapasitas media UKM melalui FGD sosial media
    • Penipu Diburu Polisi! Skema Segitiga Marak Di Kota Malang. Korban Rugi Ratusan Juta Rupiah
    • Khutbah Jumat: Keterbukaan Relasi Suami-Istri dalam Islam
    • 10 Makanan Kaya Kolagen untuk Kulit Sehat
    • Park Bom Minta Maaf pada 2NE1 dan Publik, Ini Alasannya
    • Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan, Suhu Capai 34 Derajat Celsius
    • Ramalan Zodiak Besok Sabtu 25 April 2026: Libra, Scorpio, Sagitarius, Capricorn, Aquarius, dan Pisces
    • Korban Konflik di Puncak Papua: 12 Tewas, Ratusan Mengungsi
    • Profil dan Kekayaan Anak Bupati Malang yang Jadi Kepala Dinas LH, PDIP: Lulusan Doktor Cum Laude
    • Banting Setir Jadi Chef, Ummurais Culinary Melesat
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Teknologi»Survei Deloitte: Potensi AI yang Belum Terealisasi Bisnis

    Survei Deloitte: Potensi AI yang Belum Terealisasi Bisnis

    adm_imradm_imr16 Februari 20261 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Laporan Deloitte: Transformasi AI di Dunia Perusahaan

    Deloitte Artificial Intelligence (AI) Institute baru-baru ini merilis laporan berjudul State of AI in the Enterprise 2026 yang menjelaskan bagaimana organisasi saat ini memanfaatkan teknologi AI serta dampak, perubahan, dan pertimbangan yang muncul seiring adopsi teknologi tersebut. Laporan ini bertajuk “The State of AI in the Enterprise: The Untapped Edge” dan disusun berdasarkan survei terhadap lebih dari 3.000 pemimpin perusahaan di seluruh dunia, mulai dari tingkat direktur hingga C-level, yang terlibat langsung dalam inisiatif AI di organisasi mereka.

    Laporan ini tidak hanya mengulas potensi transformasional AI dan momentum adopsinya, tetapi juga menyoroti langkah-langkah krusial yang perlu dipertimbangkan para pemimpin dalam melanjutkan perjalanan AI mereka. Deloitte menekankan pentingnya arah strategis dan tata kelola yang kuat agar investasi AI dapat menghasilkan nilai bisnis yang berkelanjutan.

    Chris Lewin, AI & Data Capability Leader, Deloitte Asia Pacific, menyampaikan bahwa para pemimpin bisnis di Asia Tenggara memiliki ambisi besar terhadap AI dan sudah mulai merasakan manfaatnya, terutama dalam peningkatan produktivitas. Ia menegaskan bahwa seiring berlanjutnya investasi AI, perusahaan membutuhkan peta jalan yang jelas untuk mendorong transformasi yang melampaui sekadar optimalisasi bertahap, dengan tata kelola yang kuat dan tertanam di seluruh tingkat organisasi.

    Melangkah dari Tahapan Pilot ke Produksi

    Peralihan dari tahap percobaan (pilot stage) ke implementasi penuh merupakan langkah krusial untuk menangkap nilai dari AI. Namun, meskipun tingkat eksperimentasi AI terus meningkat, survei Deloitte menemukan bahwa hanya 25 persen responden yang telah mengalihkan 40 persen atau lebih proyek percontohan AI mereka ke tahap produksi. Meski demikian, 54 persen responden memperkirakan akan mencapai tahapan tersebut dalam tiga hingga enam bulan ke depan.

    Di sisi lain, organisasi dihadapkan pada prioritas yang saling bersaing; menjaga kelangsungan operasional bisnis inti dengan teknologi saat ini, sembari berinvestasi pada inovasi yang dibutuhkan untuk tetap kompetitif di masa depan. Dalam konteks ini, mengkomunikasikan strategi yang jelas menjadi kunci untuk mengurangi pilot fatigue dan mendorong penerapan AI melampaui sekadar fase eksperimen.

    Lebih dari Sekadar Produktivitas

    Menurut laporan Deloitte, dampak nyata AI terhadap bisnis terus meningkat pesat. Sebanyak 25 persen pemimpin perusahaan melaporkan bahwa AI telah memberikan efek transformasional bagi organisasi mereka—lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya. Meski peningkatan produktivitas dirasakan secara luas, hanya 30 persen organisasi yang telah mendesain ulang proses-proses kunci mereka dengan menjadikan AI sebagai fondasi utama. Sementara 37 persen organisasi mengaku masih menggunakan AI pada tingkat permukaan, dengan sedikit atau bahkan tanpa perubahan pada proses bisnis yang mendasarinya.

    Keberhasilan adopsi AI ke depan akan sangat ditentukan oleh kemampuan perusahaan untuk menciptakan diferensiasi strategis dan keunggulan kompetitif yang berkelanjutan, yakni dengan memanfaatkan AI untuk membayangkan ulang apa yang mungkin dicapai oleh bisnis, bukan sekadar mengoptimalkan apa yang sudah ada.

    Agentic AI: Masa Depan Teknologi AI

    Agentic AI diperkirakan akan tumbuh pesat, dengan hampir tiga perempat perusahaan berencana menerapkannya dalam dua tahun ke depan. Namun, hanya 21 persen dari perusahaan tersebut yang menyatakan telah memiliki model tata kelola agen AI yang matang. Agentic AI merujuk pada sistem otonom yang mampu menetapkan tujuan, menyusun rencana, dan mengeksekusi tugas-tugas kompleks yang terdiri dari berbagai tahapan dengan intervensi manusia yang minimal.

    Berbeda dengan Generative AI tradisional yang umumnya menghasilkan konten berdasarkan perintah (prompt), Agentic AI memanfaatkan kemampuan penalaran, penggunaan alat eksternal, serta memori untuk secara mandiri menjalankan alur kerja guna mencapai tujuan spesifik jangka panjang.

    Perusahaan yang mencatatkan keberhasilan paling signifikan umumnya menerapkan pendekatan yang terukur, memulai dari kasus penggunaan berisiko rendah, membangun kapabilitas tata kelola, serta melakukan skalabilitas secara bertahap dan terencana. Di era AI, tata kelola tidak lagi sekadar pagar penjaga, melainkan menjadi katalis utama bagi pertumbuhan yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.

    Physical AI: Kesiapan di Era Digital

    Ketahanan di era AI kini semakin ditentukan oleh kesiapan akan kedaulatan AI (kemampuan suatu negara untuk mengembangkan dan menggunakan AI dengan sumber daya dan infrastruktur miliknya sendiri), dan organisasi mulai memberi perhatian serius terhadap hal ini. Saat ini, 77 persen perusahaan telah mempertimbangkan negara asal dalam pemilihan vendor AI, sementara hampir tiga dari lima perusahaan membangun tumpukan (stack) AI mereka terutama dengan penyedia lokal.

    Di sisi lain, physical AI dengan cepat menjadi bagian integral dari operasional di berbagai belahan dunia, dengan sektor manufaktur, logistik, dan pertahanan memimpin adopsi secara global. Tingkat adopsinya diproyeksikan mencapai 80 persen dalam dua tahun ke depan, sekaligus menetapkan arah bagi gelombang berikutnya dari otomasi industri.

    Physical AI adalah cabang AI yang menanamkan model AI ke dalam perangkat keras fisik—seperti robot, kendaraan, atau mesin industri, sehingga memungkinkan sistem tersebut untuk merasakan, menalar, dan bertindak di dunia nyata secara real time. Berbeda dengan generative AI yang beroperasi di ranah digital, physical AI mengombinasikan sensor dan kemampuan penalaran kognitif untuk berinteraksi langsung dengan lingkungan, serta beradaptasi terhadap situasi yang tidak terduga, alih-alih bergantung pada instruksi yang telah diprogram sebelumnya.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Cara Kerja dan Keunggulan PLTSa BRIN: Mengubah Sampah Jadi Listrik

    By adm_imr25 April 20261 Views

    Alumni UBSI Pontianak Kuasai Sistem ERP Perusahaan Sawit Kalbar

    By adm_imr25 April 20260 Views

    Itera Implementasi Pembelajaran Hibrida, Dosen Bekerja dari Rumah

    By adm_imr25 April 20260 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    UIN Saizu tingkatkan kapasitas media UKM melalui FGD sosial media

    25 April 2026

    Penipu Diburu Polisi! Skema Segitiga Marak Di Kota Malang. Korban Rugi Ratusan Juta Rupiah

    25 April 2026

    Khutbah Jumat: Keterbukaan Relasi Suami-Istri dalam Islam

    25 April 2026

    10 Makanan Kaya Kolagen untuk Kulit Sehat

    25 April 2026
    Berita Populer

    HUT ke-112 Kota Malang Jadi Momentum Evaluasi, Wali Kota Tekankan Penyelesaian Masalah Prioritas

    Kota Malang 1 April 2026

    Kota Malang- Wahyu Hidayat menegaskan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang bukan…

    Banyak Layani Luar Daerah, Dinkes Kabupaten Malang Ubah UPT Kalibrasi Jadi BLUD

    27 Maret 2026

    Karcis Masuk Pantai Pasir Panjang Disorot, Transparansi Retribusi Dipertanyakan

    7 April 2026

    Operasi Pekat Semeru 2026, Polres Malang Ungkap Dugaan Peredaran Bahan Peledak di Poncokusumo

    28 Februari 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?