Taman Tirta Wisata Kembali Diaktifkan Setelah Tahunan Vakum
Taman Tirta Wisata di Jombang kini kembali diaktifkan setelah sekian lama vakum. Pengoperasian dilakukan dalam tahap uji coba, yang berlangsung pada hari Senin (16/2/2026) hingga Selasa (17/2/2026). Lokasi wisata ini terletak di Kecamatan Peterongan, Kabupaten Jombang.
Pengaktifan kembali Taman Tirta Wisata dilakukan dengan menguji wahana waterboom secara gratis selama masa uji coba. Hal ini bertujuan untuk menarik minat masyarakat sekaligus mengukur kesiapan fasilitas yang ada. Setelah resmi dibuka kembali, tarif masuk akan diberlakukan sebesar Rp 10 ribu per orang.
Pengalaman Warga Saat Berkunjung
Salah satu warga Desa Keplaksari, Wiwik (52), mengaku baru pertama kali datang ke lokasi tersebut. Ia menyebut selama ini enggan berkunjung karena wahana sering kali buka-tutup dan tidak berfungsi secara konsisten.
“Sekarang sekalian liburan ke sini. Dulu sempat buka, lalu tutup lagi. Semoga kali ini benar-benar dikelola dengan serius,” ujarnya saat dikonfirmasi di lokasi Taman Tirta Wisata.
Wiwik menilai, apabila ditata dan dirawat dengan baik, Tirta Wisata berpeluang kembali ramai seperti saat awal beroperasi pada era 2000-an. Namun, ia juga menyebut bahwa sejumlah fasilitas masih membutuhkan pembenahan agar pengunjung merasa nyaman, seperti toilet dan sarana pendukung lainnya.
Evaluasi Fasilitas Umum
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Jombang, Hartono, menjelaskan bahwa pengoperasian kali ini masih bersifat uji coba selama dua hari. Setelah itu, wahana akan kembali ditutup sementara karena memasuki bulan Ramadan. Jika tidak ditemukan kendala berarti, pembukaan resmi direncanakan setelah Lebaran.
Selama masa percobaan, pengunjung dibebaskan dari biaya masuk. Kebijakan tersebut diterapkan untuk menarik minat masyarakat sekaligus mengukur kesiapan fasilitas yang ada.
Tidak hanya waterboom, Disporapar juga melakukan evaluasi terhadap fasilitas umum lainnya. Perbaikan meliputi pengecatan ulang, pembersihan area yang ditumbuhi semak, hingga penataan lingkungan sekitar. Beberapa bagian, terutama di sisi selatan kawasan, diakui masih memerlukan perhatian lebih.
“Seluruh kebutuhan pembenahan akan dihitung dan dilaksanakan secara bertahap dengan menyesuaikan kemampuan anggaran daerah,” ungkap Hartono.
Perbaikan Bale Apung Direncanakan Melalui P-APBD 2026
Bale Apung menjadi salah satu fasilitas utama yang memerlukan perbaikan. Atap genteng Bale Apung mulai rontok, dinding bangunan retak, pagar masuk area Bale Apung juga rusak. Sementara pintu masuk juga pecah dan tampak kotor.
Menurut Hartono, Pemkab Jombang berencana mengajukan anggaran perbaikan melalui mekanisme Perubahan APBD (P-APBD) 2026. Rencana tersebut, kata dia, telah mendapatkan persetujuan awal dari Bupati Jombang.
Fokus perbaikan nantinya akan diarahkan pada fasilitas utama yang mengalami kerusakan paling signifikan. “Perencanaan anggaran akan diarahkan untuk perbaikan Bale Apung dan wahana waterboom,” ucapnya.
Bale Apung dinilai sudah tidak layak untuk digunakan sebagai area wisata umum. Meski demikian, Disporapar masih menyiapkan konsep pemanfaatan Bale Apung sebagai sarana wisata edukatif setelah proses perbaikan rampung.
Program Wisata Edukasi Menjadi Langkah Awal
Sambil menunggu realisasi anggaran, aktivitas yang berjalan di kawasan Tirta Wisata masih terbatas pada program wisata edukasi. Program ini dimaksudkan sebagai langkah awal untuk memperkenalkan kembali Tirta Wisata kepada masyarakat setelah lama vakum dari aktivitas pariwisata.
Di dalam Taman Tirta Wisata juga terdapat kolam renang. Namun, kondisi kolam renang masih belum diaktifkan. Satu dari dua kolam renang yang ada di lokasi juga masih dipenuhi semak belukar. Sementara satu kolam renang sudah dalam kondisi bersih.
WC umum di sekitar kolam renang juga sudah dibersihkan dan tampak mulai siap untuk digunakan.







