Tenaga Besar! 400 dk Tapi Seirit LCGC, Ini Dia Baic BJ30 AWD
Tenaga Besar! 400 dk Tapi Seirit LCGC, Ini Dia Baic BJ30 AWD
Mobil ini memiliki tenaga yang luar biasa, akselerasinya sangat baik, namun iritnya melebihi mobil LCGC seperti Honda Brio. Ya, ini adalah Baic BJ30 AWD.
Baic BJ30 AWD adalah salah satu mobil yang ikut serta dalam Parade Chindo, sebuah liputan khusus oleh redaksi Infomalangraya.com mengenai mobil-mobil asal Tiongkok.
Kebanyakan mobil di Parade Chindo menggunakan tenaga listrik, tetapi Baic BJ30 AWD hadir dengan teknologi hybrid electric vehicle (BEV) tipe serial-parallel hybrid. Jenis hybrid ini tidak bisa diisi daya secara langsung seperti mobil full electric.

Di Baic BJ30 AWD masih terdapat mesin bensin berkapasitas 1.498 cc yang menjadi sumber utama tenaga sekaligus berfungsi sebagai pengisi baterai 1,6 kWh yang tersimpan rapi di bagasi.
Mesin bensin ini dilengkapi dengan turbocharger dan mampu menghasilkan tenaga sebesar 155 dk serta torsi puncak 235 Nm.
Selain itu, terdapat dua motor listrik di roda depan dan belakang. Di bagian depan, output tenaga mencapai 174 dk dan torsi 315 Nm. Sementara untuk motor di roda belakang, tenaga puncaknya adalah 74 dk dan torsi 135 Nm.

Jika dijumlahkan, total tenaga yang dimiliki mobil ini mencapai 403 dk dan torsi puncak sebesar 685 Nm.
Wow, angka yang sangat besar! Bandingkan dengan Honda Brio yang hanya memiliki tenaga puncak sebesar 89 dk saja. Namun, soal konsumsi bahan bakar, Baic BJ30 AWD tidak kalah irit.
Konsumsi bensin dari mobil ini bisa mencapai 15 hingga 20 km per liter. Bagaimana bisa begitu irit?
Yang jelas, sistem manajemen tenaga yang cerdas memainkan peran penting dalam distribusi tenaganya. Pada kecepatan rendah, mobil dengan transmisi all time all wheels drive (AWD) ini dapat berjalan sepenuhnya dalam mode listrik.

Bahkan ketika berhenti sejenak di kemacetan, semua mesinnya bisa dimatikan sehingga konsumsi energi menjadi nol.
Kondisi full electric ini dapat berjalan hingga kecepatan 70 km/jam saat baterai dalam kondisi penuh.
Namun, ketika baterai sudah kosong atau membutuhkan tenaga tambahan, mesin bensin akan bekerja memberikan dorongan tenaga sekaligus melakukan pengecasan pada baterinya.
Tidak heran jika mobil yang dijual dengan harga Rp 589 juta ini bisa irit namun tetap bertenaga.






