Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Jumat, Hari Paling Mulia dalam Islam: Mengapa Disebut Raja Hari?

    25 Mei 2026

    Mengapa Beberapa Orang Berlari Cepat, Sedangkan Lainnya Tidak?

    25 Mei 2026

    Menjelang Idul Adha, Harga Sayuran Sumbar Melonjak di Bengkalis

    25 Mei 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Senin, 25 Mei 2026
    Trending
    • Jumat, Hari Paling Mulia dalam Islam: Mengapa Disebut Raja Hari?
    • Mengapa Beberapa Orang Berlari Cepat, Sedangkan Lainnya Tidak?
    • Menjelang Idul Adha, Harga Sayuran Sumbar Melonjak di Bengkalis
    • Mega Wisata Umrah Juli-Desember 2026: Aman, Nyaman, dan Pasti 5 Kali
    • 4 Bintang Film Colony Pemenang Baeksang, Akting Mencengangkan!
    • Putin dan Xi: Kekuatan Bersama Menghadapi AS dan Ukraina
    • Ketika Pengajian Berhadapan dengan Dunia Digital
    • MPV atau SUV untuk Mobil Keluarga? Ini Alasannya
    • Setelah Presiden Prabowo ke Miangas, Wapres Gibran Jelajahi Rote
    • Kegelapan Riau, PLN Ajak Warga Tidak Panik, Penyebab Pemadaman Sedang Diperiksa
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Otomotif»Tensi geopolitik memanas, wacana motor listrik kembali mengemuka

    Tensi geopolitik memanas, wacana motor listrik kembali mengemuka

    adm_imradm_imr1 April 20266 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Tensi Geopolitik Memicu Perubahan dalam Pasar Kendaraan Listrik



    Ketegangan geopolitik yang meningkat antara Amerika Serikat dan Israel dengan Iran telah memicu perhatian terhadap rencana konversi kendaraan listrik, khususnya motor listrik. Rencana ini dianggap sebagai langkah strategis untuk mengantisipasi gangguan pasokan minyak mentah akibat konflik tersebut.

    Aurelia Barus, Analis Indo Premier Sekuritas, menjelaskan bahwa pemerintah sedang mempertimbangkan percepatan elektrifikasi kendaraan roda dua melalui pembentukan gugus tugas. Target konversi mencapai 4 juta hingga 6 juta unit per tahun, dengan subsidi sebesar Rp 5 juta hingga Rp 6 juta per unit. Angka ini lebih rendah dibandingkan wacana sebelumnya yang mencapai Rp 7 juta hingga Rp 10 juta per unit, menunjukkan penurunan biaya teknologi.

    Namun, implementasi rencana ini masih belum pasti karena kebijakan tersebut masih baru. Hambatan historis seperti biaya tinggi dan keterbatasan teknis tetap menjadi tantangan utama. Aurelia menyatakan bahwa jika rencana ini terealisasi, maka pemain suku cadang otomotif seperti PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA) dan PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) akan mendapatkan manfaat. DRMA, khususnya, memiliki eksposur yang lebih tinggi terhadap kendaraan roda dua.

    Di sisi lain, meningkatnya ketegangan geopolitik juga dapat meningkatkan minat pada model battery electric vehicle (BEV) roda empat atau mobil listrik. Menurut Aurelia, hal ini bisa menjadi peluang bagi pasar kendaraan listrik.

    Managing Director Research Samuel Sekuritas Indonesia, Harry Su, menyoroti risiko kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang dapat menurunkan permintaan untuk mobil berbasis mesin dalam (ICE). Daya beli masyarakat dan suku bunga juga perlu terus dipantau untuk melihat kinerja emiten sektor otomotif. Jika inflasi diperkirakan naik, Bank Indonesia kemungkinan akan menahan suku bunga tinggi untuk meredamnya, yang bisa menjadi tantangan bagi sektor otomotif.

    Harry Su mengharapkan pertumbuhan penjualan mobil pada tahun 2026 sebesar low to mid single digit. Meskipun demikian, situasi masih dinamis dan perlu diperhatikan secara terus-menerus.

    Research Analyst Kiwoom Sekuritas Indonesia, Miftahul Khaer, memperkirakan prospek sektor otomotif masih menantang, namun ada peluang perbaikan bertahap pada tahun ini setelah penjualan yang melemah di tahun sebelumnya. Permintaan belum sepenuhnya pulih karena daya beli masyarakat masih selektif, terutama untuk pembelian berbasis kredit.

    Miftahul menilai tantangan utama sektor otomotif datang dari suku bunga yang masih relatif tinggi dan daya beli yang belum membaik. Selain itu, pergeseran preferensi konsumen ke arah kendaraan listrik membuat pemain konvensional cenderung tertekan.

    Di sisi sentimen, Miftahul menilai katalis dari suku bunga yang berhubungan dengan permintaan kredit menjadi salah satu perhatian utama. Stabilitas nilai tukar dan insentif pemerintah terutama untuk kendaraan listrik (EV) juga menjadi faktor penting yang perlu diperhatikan ke depannya.

    Pertumbuhan Penjualan Mobil

    Pada Februari 2026, volume penjualan grosir mobil alias four-wheel drive (4W) meningkat sebesar 22% secara bulanan. Volume penjualan dua bulan pertama tahun 2026 mencapai 147.600 unit, naik 10% secara tahunan, yang mencakup 17% dari asumsi Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo). Peningkatan ini terutama didorong oleh merek-merek Jepang.

    Suzuki mencatat pertumbuhan terkuat, mencapai 9.659 unit, naik 247% secara bulanan. Kemungkinan besar disebabkan oleh pengiriman yang tertunda dari bulan-bulan sebelumnya. Volume Honda meningkat menjadi 5.385 unit, naik 34% secara bulanan, didukung oleh penawaran yang lebih agresif selama Indonesia International Motor Show (IIMS). Sementara itu, volume Toyota/Daihatsu juga meningkat masing-masing sebesar 12% dan 7% secara bulanan, meski di bawah pertumbuhan pasar.

    Adapun, volume penjualan grosir mobil two-wheel drive (2W) mencapai 587.000 unit pada Februari 2026, naik 2% secara bulanan, sehingga volume penjualan dua bulan pertama tahun 2026 mencapai 1,2 juta unit, naik 2% secara tahunan.

    Rekomendasi Saham

    Miftahul merekomendasikan wait and see saham PT Astra International Tbk (ASII), sementara Harry Su merekomendasikan buy saham PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA) dengan target harga Rp 1.000 per saham. Sementara itu, Aurelia memberi peringkat netral sektor otomotif.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    MPV atau SUV untuk Mobil Keluarga? Ini Alasannya

    By adm_imr25 Mei 20261 Views

    Chery meluas ke Palembang tawarkan mobil listrik dan hybrid hemat bahan bakar

    By adm_imr25 Mei 20261 Views

    Siaran Langsung Moto3 MotoGP Italia 2026 di Trans7 dan SPOTV

    By adm_imr25 Mei 20261 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Jumat, Hari Paling Mulia dalam Islam: Mengapa Disebut Raja Hari?

    25 Mei 2026

    Mengapa Beberapa Orang Berlari Cepat, Sedangkan Lainnya Tidak?

    25 Mei 2026

    Menjelang Idul Adha, Harga Sayuran Sumbar Melonjak di Bengkalis

    25 Mei 2026

    Mega Wisata Umrah Juli-Desember 2026: Aman, Nyaman, dan Pasti 5 Kali

    25 Mei 2026
    Berita Populer

    HUT ke-112 Kota Malang Jadi Momentum Evaluasi, Wali Kota Tekankan Penyelesaian Masalah Prioritas

    Kota Malang 1 April 2026

    Kota Malang- Wahyu Hidayat menegaskan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang bukan…

    Kasus Perzinaan Oknum ASN Kota Batu Berujung Penjara, Vonis Diperberat di Tingkat Banding

    29 April 2026

    Banyak Layani Luar Daerah, Dinkes Kabupaten Malang Ubah UPT Kalibrasi Jadi BLUD

    27 Maret 2026

    Kejagung Sita Aset Kasus Ekspor CPO di Kota Malang, Tanah 157 Meter Persegi Dipasangi Plang

    2 Mei 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?