Peristiwa Penikaman Ketua DPD Golkar Maluku Tenggara yang Membuat Kegelisahan
Korban tewas dalam peristiwa penikaman yang terjadi di Bandara Karel Sadsuitubun, Maluku Tenggara, adalah Nus Kei, Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Maluku Tenggara. Insiden ini terjadi menjelang Musyawarah Daerah (Musda) Golkar dan menimbulkan kekhawatiran terhadap stabilitas sosial di wilayah tersebut.
Peristiwa tragis itu terjadi tidak lama setelah korban tiba dari Jakarta. Saat berjalan menuju pintu keluar bandara, korban tiba-tiba diserang oleh orang tak dikenal menggunakan senjata tajam. Menurut informasi yang diperoleh, kejadian tersebut terjadi di area pintu keluar Bandara Karel Sadsuitubun.
Kronologi Peristiwa
Nus Kei tiba di Bandara Udara Karel Sadsuitubun sekitar pukul 10.45 WIT menggunakan pesawat Lion Air JT880 dari Bandara Pattimura, Ambon. Setelah mendarat, korban berjalan menuju pintu keluar untuk menemui keluarga. Namun, situasi berubah drastis ketika seorang pria berjaket merah dan mengenakan masker mendekati korban.
“Selang beberapa menit, datang seorang pria diduga pelaku memakai jaket merah dan menggunakan masker langsung menikam Saudara Almarhum Agrapinus Rumatora,” kata Dave Laksono, Ketua DPP Partai Golkar.
Akibat serangan tersebut, korban mengalami luka serius. “Mengalami empat luka tusuk di bagian dada kanan dan kiri, leher bagian kiri, serta tulang belakang,” tambahnya.
Kakak korban, Antonius Rumatora, sempat berupaya menghentikan pelaku. Namun, pelaku melakukan perlawanan dan melarikan diri dari lokasi. Korban yang terluka sempat mencoba menyelamatkan diri dengan berlari ke dalam area bandara. “Saudara Agrapinus Rumatora sempat lari ke dalam bandara namun terjatuh di pintu keluar bandara dan sempat mendapat pertolongan dari petugas bandara Karel Sadsuitubun,” ujar Dave.
Korban kemudian dilarikan ke rumah sakit, namun nyawanya tidak tertolong. “Pukul 11.44 WIT, Agrapinus Rumatora dinyatakan meninggal dunia oleh dr. Irene Ubro akibat pendarahan hebat serta luka pada organ vital,” ujarnya.
Respons Partai Golkar
Menyikapi insiden tersebut, DPD I Partai Golkar Provinsi Maluku menyampaikan keprihatinan dan duka mendalam serta mengecam keras tindakan pidana penikaman itu. Golkar menilai peristiwa ini tidak hanya berdampak pada korban dan keluarga, tetapi juga berpotensi mengganggu stabilitas sosial di Maluku Tenggara.
Golkar mengimbau seluruh kader untuk menahan diri, tidak terprovokasi, dan menyerahkan penanganan kasus sepenuhnya kepada aparat penegak hukum. Dalam siaran pers yang ditandatangani Ketua DPD I Golkar Maluku, Umar Lessy, dan Sekretaris Anos Yermias, Golkar meminta kepolisian segera mengusut tuntas kasus ini, menangkap pelaku, serta mengungkap motif secara transparan.
“Meminta aparat kepolisian untuk segera mengusut tuntas peristiwa ini, menangkap pelaku, serta mengungkap motif di balik kejadian tersebut secara transparan dan profesional,” tulis Golkar Maluku.
Golkar juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga kedamaian dan tidak terpengaruh oleh isu-isu yang dapat memecah belah persaudaraan di bumi raja-raja.
Penangkapan Pelaku
Pasca kejadian, aparat kepolisian bergerak cepat dan berhasil menangkap dua terduga pelaku berinisial HR (28) dan FU (36). Rositah Umasugi, Kabid Humas Polda Maluku, menyebutkan bahwa penyelidikan masih terus dilakukan untuk mengungkap motif di balik penyerangan tersebut.
“Untuk motif, sementara masih dilakukan pendalaman oleh penyidik,” tuturnya. Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi.
“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya keluarga besar korban dan simpatisan, untuk menahan diri dan mempercayakan penanganan kasus ini kepada Polri. Jangan ada aksi balasan yang dapat memperkeruh situasi. Saat ini situasi di Maluku Tenggara aman dan kondusif,” ucapnya.







