Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Turki dan Yunani: Persaingan Lama di Laut Aegea

    7 Februari 2026

    Mengapa Nama Sri Mulyani Muncul di Dokumen Epstein? Ini Penjelasannya

    7 Februari 2026

    Striker Persija Jakarta Kian Kuat Usai Datangkan Mauro Zijlstra, Kabar Baik Lawan Arema FC

    7 Februari 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Sabtu, 7 Februari 2026
    Trending
    • Turki dan Yunani: Persaingan Lama di Laut Aegea
    • Mengapa Nama Sri Mulyani Muncul di Dokumen Epstein? Ini Penjelasannya
    • Striker Persija Jakarta Kian Kuat Usai Datangkan Mauro Zijlstra, Kabar Baik Lawan Arema FC
    • JPPI: Siswa SD NTT Akhiri Hidup Karena Anggaran Pendidikan Hanya 14 Persen
    • Adira Finance Manfaatkan Pameran IIMS 2026 Tingkatkan Penjualan Kendaraan
    • Lupakan Kekalahan Arema, Persijap Tidak Ingin Terjebak di Kandang Madura United
    • Hanya Bakpia? 10 Oleh-Oleh Khas Jogja Ini Bikin Liburanmu Berkesan
    • Program SIGAP Capai 80 Ribu Anak, Tingkatkan Layanan Kesehatan Primer
    • Jadwal Imsakiyah Ramadan 2026 Madiun: Lengkap Waktu Sholat Puasa
    • Pipa Saham Gorengan, Bareskrim Tetapkan Mantan Staf BEI dan Dua Pihak sebagai Tersangka
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Kuliner»Video orangutan makan jeruk dari tumpukan sampah, BKSDA: Sehat

    Video orangutan makan jeruk dari tumpukan sampah, BKSDA: Sehat

    adm_imradm_imr6 Februari 20260 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Orangutan Jantan Viral Karena Mencari Makan di Tumpukan Sampah

    Video yang menampilkan seekor orangutan jantan mencari makan di tumpukan sampah di tepi jalan telah viral di media sosial. Dalam rekaman tersebut, orangutan itu terlihat mengais-ngais plastik-plastik limbah rumah tangga dengan tujuan mencari sisa makanan. Akhirnya, ia menemukan buah jeruk dalam sebuah plastik dan langsung memakannya. Video ini menimbulkan perhatian dari warganet yang merasa prihatin dan kasihan melihat kondisi satwa liar tersebut.

    Orangutan jantan tersebut diberi nama Sam. Ia ditemukan di kawasan Kutai Timur, Kalimantan Timur, pada 20 Januari 2026. Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Timur segera melakukan penanganan dengan bekerja sama dengan organisasi non-pemerintah seperti CAN Borneo dan Centre for Orangutan Protection (COP). Tim gabungan ini melakukan penelusuran intensif selama beberapa hari di titik-titik yang dilaporkan oleh warga.

    Pada 27 Januari 2026, Sam berhasil ditemukan dan dievakuasi ke kawasan Jalan Poros Bengalon, Sangatta, Kutai Timur. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa Sam berada dalam kondisi fisik yang relatif sehat. Meskipun usianya sudah dewasa, insting bertahan hidup di alam liar masih terjaga dengan baik. Oleh karena itu, tim medis memutuskan bahwa Sam tidak memerlukan proses rehabilitasi panjang di pusat penyelamatan satwa.

    Rehabilitasi merupakan proses pemulihan kesehatan dan sifat alami satwa liar agar mereka siap kembali ke habitat aslinya setelah sempat berinteraksi terlalu dekat dengan manusia atau mengalami trauma. Karena Sam dianggap masih memiliki kemampuan untuk bertahan hidup di alam liar, keputusan untuk segera melepasliarkannya menjadi prioritas utama.

    Tim gabungan memilih lokasi yang jauh dari jangkauan aktivitas manusia agar kejadian serupa tidak terulang kembali. Lokasi yang dipilih adalah Hutan Lindung Gunung Batu Mesangat yang terletak di Kecamatan Busang, Kabupaten Kutai Timur. Kawasan ini dipilih karena memiliki ketersediaan pakan alami yang melimpah dan tingkat keamanan yang lebih terjamin dari gangguan aktivitas industri maupun pemukiman warga.

    Fenomena Orangutan Masuk ke Kawasan Permukiman

    Fenomena orangutan masuk ke kawasan permukiman bukanlah kejadian baru di Kalimantan. Orangutan dikenal sebagai satwa yang hidup di hutan tropis dan sangat bergantung pada keberadaan pohon-pohon besar sebagai tempat berlindung, bergerak, dan mencari makan. Ketika habitat mereka terganggu atau menyusut, orangutan dapat terdorong keluar dari kawasan hutan dan memasuki wilayah yang lebih dekat dengan aktivitas manusia.

    Orangutan hanya ditemukan di Pulau Kalimantan dan Sumatra. Nama “orang utan” berasal dari bahasa Melayu yang berarti “orang hutan”, merujuk pada kebiasaan hidupnya yang sebagian besar menghabiskan waktu di pepohonan. Secara ilmiah, orang utan termasuk dalam genus Pongo dan merupakan satwa yang dilindungi karena populasinya terus menurun akibat berbagai faktor.

    Dalam kehidupan sehari-hari, orangutan dikenal sebagai satwa pemakan buah atau frugivora. Mereka memakan berbagai jenis buah hutan seperti rambutan, durian, nangka, ficus atau buah ara. Selain itu, mereka juga memakan daun muda, kulit kayu, bunga, dan serangga dalam jumlah kecil.

    Orangutan biasanya hidup soliter atau menyendiri, terutama individu jantan dewasa. Mereka jarang hidup dalam kelompok besar seperti kera lainnya. Aktivitas harian orangutan sebagian besar dihabiskan untuk mencari makan, berpindah dari satu pohon ke pohon lain, serta beristirahat di sarang yang mereka buat di atas pohon. Sarang tersebut biasanya digunakan untuk tidur pada malam hari maupun beristirahat di siang hari.

    Kondisi hutan yang berkurang akibat alih fungsi lahan, pembukaan perkebunan, atau aktivitas manusia lainnya membuat orangutan kesulitan menemukan buah-buahan hutan. Dalam situasi seperti itu, kawasan permukiman yang memiliki pohon buah sering kali menjadi alternatif bagi satwa liar untuk mencari makan.


    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Hanya Bakpia? 10 Oleh-Oleh Khas Jogja Ini Bikin Liburanmu Berkesan

    By adm_imr7 Februari 20260 Views

    Bolehkah Makan Saat Imsak? Ini Waktu Sahur yang Benar untuk Puasa Lancar

    By adm_imr6 Februari 20260 Views

    Sejarah Kue Mangkok: Rasa Filosofis dalam Tradisi Imlek di Solo

    By adm_imr6 Februari 20260 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Putin Says Western Sanctions are Akin to Declaration of War

    9 Januari 2020

    Investors Jump into Commodities While Keeping Eye on Recession Risk

    8 Januari 2020

    Marquez Explains Lack of Confidence During Qatar GP Race

    7 Januari 2020

    There’s No Bigger Prospect in World Football Than Pedri

    6 Januari 2020
    Berita Populer

    Kejari Kabupaten Malang Geledah Kantor Dispora, Dalami Dugaan Penyelewengan Dana Hibah KONI

    Kabupaten Malang 6 Februari 2026

    Kabupaten Malang– Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Malang menggeledah Kantor Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten…

    Keluhan Pasien Poli Gigi Puskesmas Arjuno, Kadinkes Kota Malang Beri Penjelasan

    6 Februari 2026

    Dengan tren positif, PSMS Medan incar poin di kandang Garudayaksa FC

    1 Februari 2026

    Dirut RSUD Kanjuruhan Bantah Dugaan Kongkalikong Tender

    10 Juli 2025
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?