Kebangkitan Sepak Bola dan Harapan di Piala Dunia 2026
Piala Dunia 2026 akan menjadi ajang besar yang diselenggarakan oleh tiga negara, yaitu Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Tanggal 19 Juni 2026 akan menjadi momen penting bagi para penggemar sepak bola dari berbagai belahan dunia, termasuk Asia, Amerika Latin, dan Eropa. Di tengah antusiasme tersebut, banyak pendukung tim nasional menunjukkan kecintaannya terhadap tim favorit mereka.
Salah satu tokoh yang turut merasakan antusiasme ini adalah Wakil Walikota Tanjungbalai, Muhammad Fadli Abdina. Ia menjagokan dua tim, yaitu Argentina dan Portugal. Keputusan ini bukan tanpa alasan. Bagi Fadli, masa muda dan nostalgia saat kuliah membuatnya mengingat masa kejayaan Argentina sebagai raja sepak bola.
Selain itu, Piala Dunia juga menjadi ajang berkumpulnya keluarga untuk saling berdialog dan berbagi pengalaman. “Saya sebenarnya orang Indonesia, tapi karena tidak lolos, saya jagokan Argentina untuk Amerika Latin dan Portugal untuk Eropa,” ujarnya.
Fadli juga menyampaikan bahwa berdasarkan sejarah tim, banyak pemain yang tidak begitu mencolok namun memberikan kontribusi besar. Saat ini, meskipun ia tidak selalu mengikuti pertandingan secara langsung, anak-anaknya sangat antusias dengan sepak bola. Salah satu anaknya mendukung Argentina, sementara yang lain lebih suka Portugal. Hal ini membuat diskusi di rumah menjadi lebih seru.
Di masa kejayaan Argentina dulu, ada nama-nama seperti Diego Maradona dan Gabriel Batistuta. Maradona dikenal sebagai “Tangan Tuhan”, sedangkan Batistuta, meski tidak terlalu mencolok, berhasil menjadi raja Serie A bersama Fiorentina. Meskipun Fiorentina tidak sekuat AC Milan atau Juventus, kehebatan Batistuta membawa klub tersebut meraih kesuksesan.
Kecintaan Fadli terhadap Portugal juga terlihat ketika melihat Batistuta berduet dengan Manuel Rui Costa di Fiorentina. Rui Costa, yang berposisi sebagai gelandang serang, memberikan umpan-umpan indah kepada striker. Selain itu, masa Deco dan Luis Figo juga memberikan permainan yang indah dan ciamik untuk negara-negara yang awalnya tidak diunggulkan.
Meski masa kejayaan Messi dan Ronaldo sudah di ujung tanduk, keduanya tetap diharapkan menjadi motivasi bagi pemain-pemain muda. “Meskipun Ronaldo dan Messi sudah di penghujung kariernya, mereka bisa dijadikan sebagai motivasi bagi tim untuk negaranya masing-masing,” kata Fadli.
Menurutnya, Argentina memiliki potensi yang cukup baik saat ini karena memiliki pemain yang merata, baik lapis pertama maupun kedua. Namun, ia masih belum tahu apakah Messi akan kembali bermain atau tidak. Sementara itu, Portugal juga memiliki materi pemain yang tak kalah hebat, dengan tiga gelandang terbaik dunia seperti Vitinha, Joao Neves, dan Bruno Fernandes.
Fadli mengaku cukup sulit memilih salah satu dari tim kesukaannya jika bertemu. “Pilihan yang cukup sulit kalau disuruh memilih antara kedua tim ini. Tapi kalau prediksi saya, Argentina. Mereka ini paling jumpa di delapan besar atau semi final,” katanya.
Meski begitu, Fadli memutuskan bahwa Argentina lebih unggul dari Portugal dan memprediksi bahwa Argentina akan membawa kembali gelar Piala Dunia ke kampung halamannya. Ia juga berpendapat bahwa Indonesia bisa menyamai Argentina jika ada ketekunan dan euforia dari para pemuda.
“Anak-anak kita ini sebenarnya juawanya sudah di sepak bola. Tapi, memang belum semuanya Ter ekspos, dan kita memiliki potensi itu. Saya yakin, suatu saat kita bisa lebih baik dari tahun ini,” pungkasnya.






