
Wuling Motors sedang bersiap menghadapi tahun 2026 dengan rencana meluncurkan mobil baru untuk pasar Indonesia. Pabrikan asal Tiongkok ini memberikan sedikit petunjuk bahwa model yang akan diperkenalkan adalah SUV, dan ini akan menjadi debut perdana di tanah air.
“Kami menampilkan 15 unit display termasuk Darion, Almaz, Alvez, serta seluruh lini EV lengkap dan akan ada first appearance produk baru di Indonesia pada 5 Februari nanti,” ujar Brian Gomgom, Brand Communication Senior Manager Wuling Motors Indonesia di Jakarta.
Jadwal peluncuran telah diungkap, namun penampilan asli dari mobil tersebut masih menjadi teka-teki. Beberapa indikasi yang dikumpulkan menunjukkan kemungkinan besar mobil baru tersebut adalah Wuling Starlight 560.
Salah satu tanda yang menunjukkan hal tersebut adalah visual paten yang terdaftar di laman resmi Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (PDKI) Kemenkumham RI, yang mirip dengan Starlight 560. Selain itu, nomenklatur yang mungkin digunakan adalah Almaz Eksion.

Pihak yang mendaftarkan paten tersebut adalah SAIC GM Wuling Automobile Co., Ltd dengan kategori kendaraan bermotor. Tercantum dalam katalog desain industri nomor A00202508361 sejak 18 Desember 2025 dan masa publikasi 14 Januari 2026.
Di China, Wuling Starlight 560 baru saja diluncurkan secara resmi. Mobil ini tersedia dalam tiga pilihan tipe berdasarkan jenis teknologi powertrain yang diusung, yaitu battery electric vehicle (BEV), plug-in hybrid EV (PHEV), dan internal combustion engine (ICE).
Harganya mulai dari USD 9-13 ribu atau berkisar Rp 150-218 jutaan, terbagi menjadi empat varian. Ada opsi 5-seater dan 7-seater. Khusus untuk versi PHEV, diklaim mampu menempuh jarak hingga 1.100 kilometer sekali isi energi, sesuai informasi dari Car News China.

Keberagaman sumber tenaga ini didukung oleh rancang bangun terbaru yang dikembangkan Wuling untuk kendaraan generasi anyarnya. Pola desainnya mirip dengan Cortez Darion yang sudah dijual di Indonesia.
Untuk tipe PHEV dan ICE, terdapat lubang kisi-kisi atau grille pada fascia depan. Sementara model BEV lebih rapi dengan menyisakan ruang untuk udara masuk di bagian bawah bumper, menjadi ciri pembeda utama dari ketiganya.
Starlight 560 memiliki dimensi panjang 4.745 mm, lebar 1.850 mm, tinggi 1.755 mm, serta wheelbase membentang 2.810 mm. Hal ini memberikan keuntungan untuk ruang belakang dengan menawarkan bagasi 320 liter dan sudut rebah bangku hingga 125 derajat.

Tipe ICE mengandalkan mesin turbo 1.500 cc dengan tenaga puncak 174 dk dan torsi maksimum 290 Nm, dipadukan dengan transmisi manual 6-percepatan dan otomatik jenis CVT yang disalurkan ke roda depan.
Sementara itu, untuk PHEV menggunakan mesin 1.500 cc non-turbo, tetapi dikombinasikan motor listrik penggerak berkekuatan 78 kW atau 105 dk dan torsi puncak 130 Nm untuk unit bakar internalnya. Disandingkan dinamo bertenaga 145 kW (194 dk) dan torsi 230 Nm.
Klaim pabrikan menyebutkan bahwa model mesin ganda tersebut dapat berjalan tanpa bantuan ICE sejauh 125 kilometer (WLTC) atau lebih dari 1.100 kilometer jika menggabungkan kerja motor listrik penggeraknya.
Untuk versi listrik murni, Wuling Starlight 560 dibekali motor listrik 100 kW atau setara dengan 134 dk dan torsi buas 200 Nm. Tempat penampung daya listriknya berkapasitas 54,5 kWh atau 56,7 kWh.
Mobil ini menawarkan jarak jelajah bervariasi mulai dari 450 kilometer, 470 kilometer, 480 kilometer, hingga 500 kilometer sekali pengisian daya. Didukung fast charging yang membuatnya terisi dari 30-80 persen dengan durasi 20 menit atau 200 kilometer untuk setiap pengecasan 15 menit.
Mengenai fitur, Starlight 560 menawarkan ruang kabin minimalis nan futuristik. Layar sentuh besar di tengah berukuran 12,8 inci dengan sistem operasi Ling OS dan konektivitas HiCar dan CarLink. Sekilas mirip dengan Cortez Darion.







