Kejadian Dugaan Keracunan di Pondok Pesantren Sholawat Darut Taubah
Puluhan santri dari Pondok Pesantren Sholawat Darut Taubah, Mojoagung, Jombang, Jawa Timur, mengalami gejala mual dan muntah setelah menyantap hidangan berbuka puasa. Insiden ini terjadi pada Jumat (6/3/2026) malam. Sejumlah santri langsung dilarikan ke Rumah Sakit PKU Muhammadiyah untuk mendapatkan perawatan medis.
Tim Kesehatan Segera Turun Tangan
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang, dr. Hexawan Tjahja Widada, mengatakan bahwa pihaknya langsung menerjunkan tim segera setelah menerima laporan adanya santri yang mengalami gangguan kesehatan. Petugas mendatangi lokasi pondok pesantren untuk melakukan pemeriksaan awal sekaligus mengevakuasi para santri yang menunjukkan gejala seperti mual dan muntah.
“Semua langsung kita tangani di lokasi. Santri yang mengeluhkan mual dan gejala gangguan pencernaan segera kami evakuasi untuk mendapatkan perawatan di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah,” ucapnya saat ditemui oleh awak media.
Jumlah Santri yang Terkena Dampak
Berdasarkan data sementara, sekitar 80 santri diketahui ikut menyantap hidangan berbuka yang disajikan. Dari jumlah tersebut, 31 orang dilaporkan mengalami keluhan kesehatan dengan gejala utama mual dan muntah. Menurut dr. Hexawan, keluhan tersebut muncul tidak lama setelah para santri mengonsumsi makanan. Gejala yang dialami diduga berkaitan dengan reaksi tubuh terhadap makanan yang tidak cocok.
“Biasanya gejalanya muncul setelah makan, seperti mual dan muntah. Itu merupakan tanda tubuh mengalami intoleransi terhadap makanan tertentu,” jelasnya.
Kondisi Santri Berangsur Membaik
Hingga kini, kondisi para santri yang dirawat dilaporkan berangsur membaik. Sepuluh santri sudah diperbolehkan kembali ke pondok setelah kondisi kesehatannya dinyatakan stabil, sementara 21 santri lainnya masih menjalani perawatan medis. “Beberapa sudah bisa pulang karena kondisinya baik, sedangkan sisanya masih dalam pemantauan tenaga medis,” tambahnya.
Untuk memastikan penyebab kejadian, Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang mengambil sejumlah sampel dari makanan yang dikonsumsi para santri. Sampel tersebut meliputi rawon, telur asin, serta muntahan pasien. Seluruh sampel akan dikirim ke laboratorium di Surabaya guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Meski demikian, ia memastikan seluruh santri yang terdampak dalam kondisi sadar dan mendapat penanganan medis yang memadai. Pihaknya berharap hasil uji laboratorium segera keluar agar penyebab insiden ini dapat dipastikan.
Ambulans Angkut Santri yang Keracunan
Insiden dugaan keracunan massal menimpa puluhan santri di Pondok Pesantren Sholawat Darut Taubah, Dusun Betek Selatan, Desa Betek, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang, Kamis (5/3/2026) malam. Para santri mengalami keluhan kesehatan setelah menyantap hidangan berbuka puasa di lingkungan pondok. Sejumlah korban langsung dilarikan ke RSU PKU Muhammadiyah Mojoagung untuk mendapatkan penanganan medis.
Di rumah sakit tersebut, para santri dirawat di Instalasi Gawat Darurat (IGD). Beberapa ambulans tampak keluar-masuk area rumah sakit untuk mengangkut para korban dari pondok.
Tunjukkan Gejala Keracunan Usai Santap Menu Buka Puasa
Salah seorang santri, Azza Khoirunisa (17), menuturkan gejala mulai dirasakan tidak lama setelah para santri menyelesaikan santap buka puasa. Saat itu, menu yang disajikan berupa nasi rawon lengkap dengan beberapa lauk pendamping.
“Beberapa menit setelah makan, ada yang mulai mengeluh mual dan pusing. Bahkan ada yang sampai pingsan,” ucap Azza saat dikonfirmasi Infomalangraya.comdi RSU PKU Muhammadiyah Mojoagung Jombang.
Alami Pusing dan Mual Usai Makan
Sementara itu, santri lain yang enggan disebutkan namanya menyebutkan gejala mulai dirasakan setelah Isya. “Yang menyantap hidangan berbuka puasa rata-rata mengalami pusing dan mual beberapa saat setelah makan,” katanya saat dikonfirmasi.
Ia menjelaskan, menu yang disajikan kepada para santri berupa nasi dengan kuah rawon, tahu goreng, tahu kering, serta telur asin. Makanan tersebut disajikan dalam satu piring untuk setiap santri.







