Kecelakaan Maut di Tol Pejagan-Pemalang, Lima Pemudik Tewas
Pada hari Kamis (19/3/2026), terjadi kecelakaan maut yang menewaskan lima orang pemudik. Kejadian tersebut berlangsung di Jalan Tol Pejagan-Pemalang KM 290B, Desa Harjosari, Kecamatan Suradadi, Kabupaten Tegal. Kecelakaan ini melibatkan mobil Toyota Calya dengan nomor polisi B 2399 FFR dan Bus Agra Mas dengan nomor polisi T 7622 DA.
Lima korban meninggal dunia dalam kecelakaan tersebut. Mereka merupakan satu keluarga asal Bekasi, Jawa Barat, yang sedang melakukan perjalanan mudik ke kampung halaman di Dusun Peron, Petarukan, Kabupaten Pemalang. Saat kejadian, jarak antara lokasi kecelakaan dan tujuan mereka hanya tersisa sekitar 30 kilometer.
Berikut adalah identitas para korban:
* Gunawan (43), warga Desa Sukajaya RT 05 RW 16, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. (Pengemudi)
* Devi Agustina (34), warga Desa Sukajaya RT 05 RW 16, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. (Penumpang)
* Narendra Dewan Gaozan (9), warga Desa Sukajaya RT 05 RW 16, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. (Penumpang)
* Nafisah Maisaroh (12), warga Desa Sukajaya RT 05 RW 16, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. (Penumpang)
* Nuriel Arshaka Sachio (3), warga Desa Sukajaya RT 05 RW 16, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. (Penumpang)
Kasat Lantas Polres Tegal, AKP Bharatungga Dharuning Pawuri mengatakan bahwa dua penumpang mobil Toyota Calya meninggal di lokasi kejadian. Sementara dua korban lainnya, yaitu pengemudi dan satu penumpang, meninggal di RS Siaga Medika Pemalang. Sedangkan satu korban berusia tiga tahun yang sebelumnya sempat kritis dan dirawat intensif di rumah sakit, juga dinyatakan meninggal pada Kamis (19/3/2026) sore.
“Kecelakaan terjadi saat pemberlakuan one way pada Kamis (19/3/2026) sekira pukul 05.33. Mobil Toyota Calya itu menubruk bagian belakang bus Agra Mas,” ungkap AKP Wuri, Kamis (19/3/2026).
Kronologi Kecelakaan
Menurut AKP Wuri, kecelakaan berawal dari mobil Toyota Calya nomor polisi B 2399 FFR yang melaju dari arah barat (Jakarta) ke arah timur (Semarang). Setibanya di KM 290 jalur B (one way), pengemudi diduga mengantuk, kemudian oleng ke kanan menabrak bagian belakang Bus Agra Mas nomor polisi T 7622 DA.
Pada saat itu, Bus Agra Mas berhenti di bahu jalan karena sedang mengecek ban dan sudah menyalakan lampu darurat sebagai tanda. “Lima korban keseluruhan dari mobil Toyota Calya. Dugaan sementara melihat pergerakan kendaraan yang tidak ada pengereman dan tanda-tanda melambat sehingga diperkirakan pengemudi mengantuk.”
“Tetapi kami masih melakukan pendalaman lebih lanjut,” jelas AKP Wuri.
Dikatakan AKP Wuri, pengemudi dan penumpang mobil Toyota Calya adalah pemudik dari Bekasi Jawa Barat menuju Kabupaten Pemalang. Kelimanya merupakan satu keluarga terdiri dari ayah, ibu, dan tiga anak. “Tujuan mudiknya ke Pemalang. Jadi sebentar lagi sebetulnya sudah sampai tujuan yakni Exit Tol Gandulan, tapi sebelumnya di KM 290B terjadi kecelakaan,” terang AKP Wuri.
Imbauan bagi Pemudik
Pada kesempatan itu, AKP Wuri mengimbau kepada pemudik ketika merasa lelah dan mengantuk maka jangan memaksakan diri karena berbahaya. “Bagi pemudik kami imbau ketika merasa lelah, mengantuk, dan tidak bisa ditahan lagi ada baiknya berhenti di rest area terdekat untuk beristirahat. Jangan memaksakan untuk tetap mengemudi sehingga mengakibatkan kejadian yang tidak diinginkan,” imbau AKP Wuri.
Balita Meninggal Kamis Sore
Korban terakhir yang meninggal adalah seorang balita tiga tahun bernama Nuriel Arshaka Sachio. Dia sebelumnya sempat kritis dan menjalani perawatan intensif di RS Siaga Medika Pemalang, namun dinyatakan meninggal pada Kamis (19/3/2026) pukul 16.35.
Humas RS Siaga Medika Pemalang, Indra Setiawan mengatakan, kondisi korban sejak awal sudah kritis sehingga tim medis telah berupaya maksimal memberikan penanganan. “Korban balita berusia tiga tahun dalam kondisi kritis dan dinyatakan meninggal oleh dokter pada sekira pukul 16.35,” ujarnya.
Lima jenazah korban kecelakaan dimakamkan di Dusun Peron, Kelurahan Petarukan, Kecamatan Petarukan, Kabupaten Pemalang pada Kamis (19/3/2026). “Korban kecelakaan meninggal dimakamkan di Petarukan,” kata Indra Setiawan, Humas RS Siaga Medika Pemalang.







