Lima Saran Mantan Wakil Menteri Luar Negeri untuk Presiden Prabowo Subianto
Mantan Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Dino Patti Djalal memberikan lima saran terkait perjalanan luar negeri yang dilakukan oleh Presiden Prabowo Subianto. Saran ini disampaikan melalui sebuah video yang diunggah pada hari Sabtu, 30 Mei. Dino mengingatkan bahwa kunjungan presiden ke luar negeri memakan biaya yang sangat besar, termasuk biaya rombongan pendahulu, pesawat, hotel, logistik, konsumsi, protokoler, dan pengamanan.
Dino menilai bahwa Presiden Prabowo menjadi kepala negara yang paling sering melakukan perjalanan ke luar negeri sejak menjabat. Ia menyebutkan bahwa satu kali perjalanan bisa saja menelan biaya puluhan hingga ratusan miliar rupiah. Berdasarkan hal tersebut, Dino memberikan lima saran penting kepada Presiden Prabowo:
1. Mengandalkan Komunikasi Virtual
Dino menyarankan Presiden Prabowo lebih mengandalkan video call, Zoom, atau telepon untuk berkomunikasi dengan pemimpin dunia. Menurutnya, pembicaraan kunjungan bilateral biasanya hanya berlangsung selama satu jam atau maksimal dua jam. Dino memberikan contoh Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum, yang telah 17 kali menelepon Presiden AS Donald Trump tanpa pernah melakukan pertemuan bilateral.
2. Memanfaatkan Forum Internasional
Dino juga menyarankan agar Presiden Prabowo memanfaatkan kunjungan ke forum internasional untuk bertemu dengan kepala negara lain yang hadir. Contohnya, Presiden Finlandia Alexander Stubb pernah meminta waktu bertemu dengan Presiden Prabowo saat sidang PBB di New York, tetapi tidak pernah direspons. Dino menyarankan Istana menerapkan formula 1 plus 8, yaitu dalam setiap kunjungan ke forum internasional, Presiden dapat menerima atau bertemu paling tidak delapan kepala negara lain.
3. Merencanakan Kunjungan dengan Baik
Dino menekankan pentingnya merencanakan kunjungan internasional secara profesional dan terencana. Ia mengamati bahwa beberapa kunjungan dilakukan secara spontan tanpa tujuan jelas. Dino menyarankan agar Seskab Teddy atau Menlu Sugiono mengumumkan rencana kunjungan Presiden satu bulan sebelumnya, atau minimal seminggu sebelum hari-H.
4. Lebih Banyak Menerima Tamu Negara di Tanah Air
Dino menyarankan agar Presiden Prabowo lebih banyak menerima tamu negara di Tanah Air ketimbang melakukan perjalanan ke luar negeri. Ia mencontohkan Presiden Cina Xi Jinping, yang lebih banyak menerima tamu negara di Beijing daripada bepergian ke luar negeri.
5. Menlu Menangani Misi Diplomatik Taktis
Dino menyarankan bahwa sebagian besar misi diplomatik yang bersifat taktis dapat ditangani oleh Menlu Sugiono. Hal ini akan menghemat biaya karena perjalanan Menlu hanya didampingi oleh tiga orang staf, jauh lebih hemat dibandingkan biaya perjalanan presiden. Dino menegaskan bahwa para mantan Menlu seperti Hassan Wirajuda, Marty Natalegawa, dan Retno Marsudi tidak pernah menempatkan diri sebagai bagian dari entourage presiden, melainkan fokus pada politik luar negeri.
Tanggapan Seskab Teddy Indra Wijaya
Saran dari Dino Patti Djalal pun ditanggapi oleh Seskab Teddy Indra Wijaya. Teddy menyampaikan terima kasih atas masukan yang diberikan dengan sangat cermat dan terstruktur. Ia menjelaskan bahwa kelebihan biaya kunjungan luar negeri Presiden Prabowo ditanggung pribadi. Teddy juga menyampaikan bahwa ia ingin meluruskan beberapa hal yang disampaikan oleh Dino.







