Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Dzikir dan Doa Setelah Sholat Fardhu 5 Waktu Lengkap

    3 Juni 2026

    Dandhy Laksono: Tim Pesta Babi Hormati Laporan Mama Sinta, Minta Publik Berhenti Menghakimi

    3 Juni 2026

    Motif Pembunuhan Ayu Puspita Sari di Muara Enim, Mantan Pacar Bakar Jasad untuk Hilangkan Jejak

    3 Juni 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Rabu, 3 Juni 2026
    Trending
    • Dzikir dan Doa Setelah Sholat Fardhu 5 Waktu Lengkap
    • Dandhy Laksono: Tim Pesta Babi Hormati Laporan Mama Sinta, Minta Publik Berhenti Menghakimi
    • Motif Pembunuhan Ayu Puspita Sari di Muara Enim, Mantan Pacar Bakar Jasad untuk Hilangkan Jejak
    • Pandangan: Mengenal Orthoebolavirus, Ancaman Kesehatan Global yang Nyata
    • 14 Makanan Mengurangi Mual Saat Hamil, Tenangkan Perut
    • 5 Tips Pemula untuk Memilih Asuransi Kesehatan Murni
    • Bos Hanania Tawarkan Pengembalian Uang Korban Penipuan Dicicil 2 Tahun, Kini Jadi Tersangka
    • Ahmad Dhani Bantah Dikaitkan dengan Maia, Pamer Selera Seni Kelas A dan Wariskan ke Anak-anak
    • Prabowo Kembali ke Indonesia Usai Kunjungan ke Prancis
    • Aliansi tetangga RI kembangkan senjata bawah laut lawan China
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Malang Raya»90 Persen Anak di RSUD Kota Malang Kecanduan Gawai

    90 Persen Anak di RSUD Kota Malang Kecanduan Gawai

    adm_imradm_imr10 April 20264 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Kecanduan Gawai pada Anak: Dampak dan Solusi dari RSUD Kota Malang

    Kecanduan gawai pada anak-anak kini menjadi isu yang semakin sering muncul di tengah masyarakat. Berdasarkan data dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Malang, hampir 90 persen pasien anak yang ditangani terkait dengan dampak kecanduan gadget. Hal ini menunjukkan bahwa masalah ini tidak lagi bisa diabaikan.

    Beberapa keluhan yang dialami oleh anak-anak akibat kecanduan gawai antara lain kurang fokus, telat bicara, hiperaktif, serta kurangnya aktivitas fisik. Kondisi-kondisi tersebut sering kali menjadi tantangan bagi tenaga kesehatan di pusat rehabilitasi medik RSUD Kota Malang dalam menangani anak-anak yang mengalami gangguan psikologis dan mental.

    Dampak Negatif Kecanduan Gawai

    Kecanduan gawai pada anak memiliki pola yang mirip dengan adiksi lainnya. Anak akan merasa gelisah ketika tidak memegang perangkat, bahkan menunjukkan perubahan perilaku yang signifikan. Dokter Spesialis Rehabilitasi Medik RSUD Kota Malang, dr Nunik Eveline Hanoto, Sp KFR, menyatakan bahwa pencegahan menjadi kunci utama agar anak tidak terjebak dalam ketergantungan sejak dini.

    Menurutnya, langkah paling mendasar adalah membatasi penggunaan gadget sesuai usia anak. Ia menyarankan agar anak di bawah usia dua tahun tidak terpapar gadget sama sekali. Untuk usia dua sampai lima tahun, maksimal satu jam per hari, dan itu pun harus konten yang sesuai. Meskipun tidak mungkin untuk sepenuhnya menghindari penggunaan gadget di zaman modern, ia menekankan pentingnya pengawasan orang tua.

    Kesalahan Umum Orang Tua

    Salah satu kesalahan yang sering terjadi adalah orang tua memberikan gadget hanya untuk menenangkan anak, misalnya saat makan atau ketika rewel. Padahal, kebiasaan tersebut justru menjadi awal dari ketergantungan. Penggunaan gadget yang berlebihan dapat memengaruhi kondisi kesehatan mental anak, terutama saat berada di usia emas (golden age) 0-5 tahun.

    dr Nunik juga menegaskan bahwa terapi di rumah sakit hanya berlangsung singkat. Rata-rata sekitar 20 menit per sesi. Jadi, latihan di rumah menjadi faktor penentu utama dalam proses pemulihan. Peran keluarga sangat besar dalam membantu anak mengembangkan kemampuan komunikasi dan konsentrasi.

    Pendekatan Terapi di RSUD Kota Malang

    Di RSUD Kota Malang, penanganan anak dengan kecanduan gadget umumnya dilakukan melalui dua pendekatan, yakni terapi wicara dan terapi okupasi. Terapi wicara difokuskan untuk melatih kemampuan komunikasi anak, sedangkan terapi okupasi membantu meningkatkan konsentrasi serta mengelola perilaku.

    Namun, dr Nunik menekankan bahwa terapi di rumah sakit hanya berlangsung singkat. Rata-rata sekitar 20 menit per sesi. Jadi, latihan di rumah menjadi faktor penentu utama dalam proses pemulihan. Peran keluarga sangat besar dalam membantu anak mengembangkan kemampuan komunikasi dan konsentrasi.

    Pentingnya Interaksi Sosial

    Salah satu dampak terbesar dari penggunaan gadget berlebihan adalah berkurangnya interaksi sosial anak. Anak menjadi lebih fokus pada layar dibanding berkomunikasi dengan orang di sekitarnya. Akibatnya, anak berisiko mengalami keterlambatan bicara, gangguan konsentrasi, hingga kesulitan bersosialisasi.

    Ia menyarankan agar anak lebih banyak diajak bermain secara aktif, termasuk aktivitas fisik yang merangsang perkembangan motorik dan sosial. Gadget tidak boleh menggantikan aktivitas sehari-hari, seperti bermain, berbicara, dan berinteraksi langsung. Harus tetap ada peran orang tua, dan orang-orang di sekitarnya yang harus mengajak mereka untuk berinteraksi.

    Konsistensi dalam Pencegahan

    Dalam praktiknya, pencegahan kecanduan gadget tidak cukup hanya dengan aturan, tetapi juga membutuhkan konsistensi seluruh anggota keluarga. dr Nunik menyoroti pola asuh dalam keluarga besar yang seringkali tidak sejalan. Ketika orang tua melarang, anggota keluarga lain justru memberikan gadget.

    Harus satu suara. Kalau tidak konsisten, anak jadi bingung dan akhirnya tetap ketergantungan. Selain membatasi durasi, orang tua juga perlu mendampingi anak saat menggunakan gadget. Hal ini penting agar anak tetap mendapatkan stimulasi interaksi.

    Kesimpulan

    dr Nunik menegaskan bahwa pencegahan kecanduan gadget tidak bisa instan. Dibutuhkan kesadaran dan edukasi yang berkelanjutan dari orang tua. Yang paling penting, jangan sampai gadget jadi “pengasuh utama”. Anak tetap butuh interaksi nyata untuk tumbuh kembangnya.


    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Rencana Alun-Alun Kepanjen Rp300 M Picu Kontroversi, Plt Ketua DPRD Malang Minta Pembahasan Segera

    By adm_imr3 Juni 20261 Views

    Mulai Rp 10 Ribu, 5 Bakso Enak Dekat Alun-Alun Pasuruan yang Bikin Nagih

    By adm_imr3 Juni 20262 Views

    Berita Arema FC Terkini: Rifad Marasabessy Mundur, Dalberto Beri Komentar Soal Kota Malang

    By adm_imr2 Juni 20261 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Dzikir dan Doa Setelah Sholat Fardhu 5 Waktu Lengkap

    3 Juni 2026

    Dandhy Laksono: Tim Pesta Babi Hormati Laporan Mama Sinta, Minta Publik Berhenti Menghakimi

    3 Juni 2026

    Motif Pembunuhan Ayu Puspita Sari di Muara Enim, Mantan Pacar Bakar Jasad untuk Hilangkan Jejak

    3 Juni 2026

    Pandangan: Mengenal Orthoebolavirus, Ancaman Kesehatan Global yang Nyata

    3 Juni 2026
    Berita Populer

    HUT ke-112 Kota Malang Jadi Momentum Evaluasi, Wali Kota Tekankan Penyelesaian Masalah Prioritas

    Kota Malang 1 April 2026

    Kota Malang- Wahyu Hidayat menegaskan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang bukan…

    Kasus Perzinaan Oknum ASN Kota Batu Berujung Penjara, Vonis Diperberat di Tingkat Banding

    29 April 2026

    Banyak Layani Luar Daerah, Dinkes Kabupaten Malang Ubah UPT Kalibrasi Jadi BLUD

    27 Maret 2026

    Kejagung Sita Aset Kasus Ekspor CPO di Kota Malang, Tanah 157 Meter Persegi Dipasangi Plang

    2 Mei 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?