Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Info Mudik Gratis PT INKA 2026: Rute Madiun-Solo-Boyolali, Cara Daftar Terbaru

    11 Maret 2026

    5 Rekomendasi LCGC Bekas Rp50 Jutaan untuk Mudik 2026

    11 Maret 2026

    7 Tempat Makan Halal Wajib Dikunjungi di Kelapa Gading!

    11 Maret 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Rabu, 11 Maret 2026
    Trending
    • Info Mudik Gratis PT INKA 2026: Rute Madiun-Solo-Boyolali, Cara Daftar Terbaru
    • 5 Rekomendasi LCGC Bekas Rp50 Jutaan untuk Mudik 2026
    • 7 Tempat Makan Halal Wajib Dikunjungi di Kelapa Gading!
    • Itinerary Ngabuburit di BXSea Bintaro dengan Budget Rp 470 Ribu
    • Prediksi Skor Kayserispor vs Trabzonspor, 10 Maret 2026 Pukul 00.00 WIB
    • Meisya Siregar Kembali ke Indonesia, Istri Bebi Romeo Minta Doa
    • HDL vs LDL: Kolesterol Baik dan Jahat
    • Diplomasi Gelas di Kuala Lumpur: Sate dan Persaudaraan
    • Berapa Kuat Nuklir Tiongkok Jika Perang Dunia III Pecah?
    • Jadwal Imsak Nusa Tenggara Barat 8 Maret 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Internasional»Diplomasi Gelas di Kuala Lumpur: Sate dan Persaudaraan

    Diplomasi Gelas di Kuala Lumpur: Sate dan Persaudaraan

    adm_imradm_imr11 Maret 20261 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Kehadiran Duta Besar Indonesia di Kuala Lumpur



    Di sebuah hotel di pusat Kuala Lumpur, Selasa petang 24 Februari 2026, suasana sedang memasuki waktu berbuka puasa. Di ruang pertemuan yang hangat, seorang pria berkemeja batik berdiri menyambut tamu-tamu yang datang. Salaman erat, tanya kabar, dan tukar kartu nama mengisi ruang sebelum azan Maghrib berkumandang. Pria itu adalah Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh RI untuk Malaysia, Dato’ Mohammad Iman Hascarya.

    Usianya baru sebulan di Kuala Lumpur. Tepatnya, sebulan efektif bertugas sebagai duta besar. Maka acara iftar Ramadhan bersama media arus utama Malaysia ini bukan sekadar buka puasa biasa. Ia adalah perkenalan, ajang saling menatap mata, dan yang paling penting: mengosongkan gelas untuk kemudian diisi kembali dengan persahabatan.

    Ada belasan wartawan senior yang hadir. Dari BERNAMA, kantor berita nasional Malaysia, hingga Malaysia Kini, Berita Harian, Free Malaysia Today, dan New Straits Times. Mereka duduk bersila, melepas penat setelah seharian bekerja, menyambut undangan KBRI yang sejak lama dikenal sebagai kedutaan paling terbuka bagi media lokal.

    “Saya Alyaa dari Malaysia Kini. Fokus kami terkait Indonesia kebanyakan tentang pekerja migran. Kami sering bekerja sama dengan media Indonesia,” ujar Alyaa Alhadjri memperkenalkan diri akhir Februari lalu. Matanya bersemangat, seperti lautan isu yang menanti untuk digali.

    Nazmi Yaakub dari Berita Harian pun angkat bicara. “Duta-duta lain banyak yang mengirimkan tulisan ke media kami. Duta AS, Duta China. Kalau Dato’ Iman mau menjadi kontributor, silakan saja,” katanya berseloroh, disambut tawa ringan para hadirin.

    Dubes Iman mendengarkan dengan saksama. Di wajahnya terlihat ketulusan seorang diplomat yang paham betul: di negara demokrasi, media adalah jembatan yang tak bisa diabaikan. Apalagi di Malaysia, negeri serumpun yang hubungannya dengan Indonesia bagaikan air dan telaga, kadang jernih, kadang beriak, tapi tak pernah kering.

    Kehadiran Diplomat dalam Pertemuan

    Saat azan Maghrib berkumandang, semua beranjak menuju surau hotel. Suara takbir bergema, menggetarkan jiwa yang seharian menahan dahaga. Seusai shalat, mereka kembali ke ruang makan. Hidangan prasmanan telah tersaji: bubur lambuk yang legendaris, sate yang mengepul, kari kepala ikan tradisi yang menggoda, kerabu sotong, ayam goreng, roti john, martabak, hingga tempe goreng, sengaja dihadirkan sebagai pengingat rasa kampung halaman.

    Dubes Iman memulai menu berbukanya dengan martabak dan gorengan. Sederhana, seperti cara diplomat ini membangun hubungan: tanpa pretensi, tanpa jarak. Sementara para wartawan menyantap kari daging dan sate, percakapan kembali mengalir. Gelas-gelas berisi teh tarik, kopi, dan jus menemani diskusi yang kian hangat.

    “Sudah pusing belum, Dato’, sebulan jadi duta besar?” tanya seorang wartawan iseng.

    Dubes Iman tertawa lepas. “Saya suka dengan tugas saya. I like what I do,” jawabnya. “Lagipula, Malaysia ini istimewa. Negara peringkat empat besar investor di Indonesia. Bahasa kita sama, adat kita sama. Jadi tidak asing.”

    Ia kemudian bercerita tentang program prioritas Presiden Prabowo Subianto: Makan Bergizi Gratis (MBG). Puluhan juta menu telah didistribusikan. Ada badan khusus yang mengawasi higienitas dan distribusi. Media Malaysia menyimak dengan antusias. Bagi mereka, ini bukan sekadar berita, tapi potongan mozaik hubungan dua negara yang saling memengaruhi.



    Percakapan bergeser ke isu yang lebih konkret. Rencana pengiriman tenaga perawat Indonesia ke Malaysia mengemuka. “Ada permintaan untuk suplai perawat. Soal kehamilan, Indonesia punya pengalaman karena penduduk kami banyak,” kata Dubes Iman, disambut anggukan para wartawan yang paham betul urgensi isu ini di negara mereka.

    Isu perlindungan pekerja migran Indonesia pun tak luput dari diskusi. Tiga appendix sebagai jalan keluar amandemen perjanjian penempatan tenaga kerja Indonesia di Malaysia, sebuah topik rumit yang disampaikan dengan bahasa sederhana, agar semua paham bahwa di balik angka-angka statistik, ada jutaan WNI yang menanti kepastian.

    Di sinilah letak keistimewaan malam itu. Bukan sekadar buka puasa, tapi pertemuan dua pilar demokrasi: perwakilan negara dan representasi media. Keduanya duduk setara, sama-sama mengosongkan gelas ego, sama-sama membuka ruang untuk saling mengisi. Filosofi timur kuno tentang “mengosongkan gelas” terwujud dalam balutan santap malam yang hangat.

    Seorang wartawan senior Malaysia berbisik kepada rekannya, “KBRI ini beda. Mereka paling terbuka.” Mungkin itulah modal terbesar diplomasi Indonesia di negeri jiran: keterbukaan yang dilandasi ketulusan, bukan sekadar protokol.

    Malam semakin larut. Sesi foto bersama mengakhiri pertemuan. Namun benang-benang persahabatan yang dirajut malam itu, di atas piring-piring berisi sate dan bubur lambuk, akan terus terjalin lama setelah lampu hotel dipadamkan. Karena diplomasi sejati tak pernah berhenti di ruang pertemuan resmi. Ia hidup dalam setiap percakapan, dalam setiap gelas teh tarik yang dihidangkan, dan dalam setiap tawa yang berbaur dengan doa.

    Selamat berbuka, selamat berpuasa. Dan selamat merajut persaudaraan, karena pada akhirnya, hubungan Indonesia-Malaysia bukanlah urusan meja-meja perundingan semata. Ia adalah urusan hati, yang harus dirawat dengan kehangatan seperti malam-malam Ramadhan di Kuala Lumpur ini.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Dialektika “Mirror Dimension” dalam Perang AS-Israel vs Iran

    By adm_imr11 Maret 20261 Views

    All England Open 2026 – Taufik Hidayat Beri Nasihat, Semua Wakil Indonesia Gugur di Babak 8 Besar

    By adm_imr10 Maret 20261 Views

    Jalur udara lumpuh, penerbangan repatriasi Timur Tengah dipercepat

    By adm_imr10 Maret 20263 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Info Mudik Gratis PT INKA 2026: Rute Madiun-Solo-Boyolali, Cara Daftar Terbaru

    11 Maret 2026

    5 Rekomendasi LCGC Bekas Rp50 Jutaan untuk Mudik 2026

    11 Maret 2026

    7 Tempat Makan Halal Wajib Dikunjungi di Kelapa Gading!

    11 Maret 2026

    Itinerary Ngabuburit di BXSea Bintaro dengan Budget Rp 470 Ribu

    11 Maret 2026
    Berita Populer

    Operasi Pekat Semeru 2026, Polres Malang Ungkap Dugaan Peredaran Bahan Peledak di Poncokusumo

    Kabupaten Malang 28 Februari 2026

    Malang – Aparat dari Polres Malang mengungkap dugaan tindak pidana membuat dan menguasai bahan peledak…

    Kejari Kabupaten Malang Geledah Kantor Dispora, Dalami Dugaan Penyelewengan Dana Hibah KONI

    6 Februari 2026

    Jadwal MotoGP Thailand 2026 Live Trans7, Bagnaia Tunjukkan Tanda Bertahan

    1 Maret 2026

    Keluhan Pasien Poli Gigi Puskesmas Arjuno, Kadinkes Kota Malang Beri Penjelasan

    6 Februari 2026
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?