Menteri ESDM Jelaskan Ketersediaan BBM Nasional yang Aman
Bahlil Lahadalia, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), kini mengklarifikasi pernyataannya terkait stok bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia. Sebelumnya, ia menyebutkan bahwa stok BBM hanya tersisa 20 hari. Namun, kini Bahlil menegaskan bahwa situasi tersebut tidak sepenuhnya benar dan berupaya untuk menenangkan masyarakat agar tidak melakukan panic buying.
Pernyataan Bahlil dilontarkan setelah situasi geopolitik antara Israel, Amerika Serikat, dan Iran memanas. Hal ini memicu kekhawatiran masyarakat terhadap potensi kelangkaan BBM. Akibatnya, antrean kendaraan terlihat di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di berbagai daerah.
Stok BBM Nasional Masih Aman
Menurut Bahlil, stok BBM nasional saat ini dalam kondisi aman dengan kapasitas penyimpanan mencapai 21–23 hari. Ia menjelaskan bahwa standar minimal ketersediaan BBM nasional adalah 20 hari. Saat ini, angka tersebut sudah tercapai dan bahkan melebihi batas aman.
“Jadi enggak perlu ada panik, enggak perlu. Suplai lancar,” kata Bahlil di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta Barat, Jumat (6/3/2026). Ia juga menekankan bahwa kapasitas tempat penyimpanan minyak Indonesia memang hanya mampu menampung pasokan selama 25 hari. Namun, realisasi stok yang tersedia saat ini mencapai 23 hari, sehingga masih dalam kondisi aman.
Kondisi Per Jenis BBM
Bahlil juga menjelaskan kondisi per jenis bahan bakar. Untuk solar, produksi dalam negeri telah mampu memenuhi kebutuhan secara penuh. Produksi tersebut berjalan terus-menerus, sehingga stok tidak hanya bergantung pada cadangan 20 hari, melainkan disuplai secara kontinu.
Sementara itu, untuk bensin, Bahlil menegaskan bahwa impor tidak dilakukan dari Timur Tengah, Amerika Serikat, maupun Afrika. “Impor bensin kita itu dari Singapura sama Malaysia, dan sebagian kita bangun industri kilang kita dalam negeri,” ujarnya.
Pertamina Pastikan Pasokan BBM Aman
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, juga memastikan bahwa pasokan BBM nasional saat ini dalam kondisi aman dan terkendali. Menurut dia, stok sekitar 21 hari yang dikelola Pertamina Patra Niaga merupakan stok BBM yang secara normal selalu dijaga dalam sistem logistik energi nasional.
“Stok ini terus dilakukan top-up/refill atau penambahan produk melalui produksi dari kilang domestik maupun pengadaan impor yang telah direncanakan jauh hari sebelumnya, secara rutin berkala juga dilakukan sehingga masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan BBM,” ujar Roberth.
Langkah Mitigasi oleh Pertamina
Pertamina Patra Niaga juga telah melakukan berbagai langkah mitigasi untuk menjaga ketahanan pasokan energi nasional. Beberapa poin yang dilakukan antara lain:
- Diversifikasi sumber pasokan minyak mentah dan produk BBM
- Penguatan ketahanan logistik dan distribusi
- Optimalisasi operasi kilang dalam negeri
- Peningkatan koordinasi dengan pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan
Sistem pengelolaan rantai pasok energi yang terintegrasi mulai dari pengadaan minyak mentah hingga distribusi ke berbagai wilayah Indonesia juga menjadi salah satu faktor utama dalam menjaga ketersediaan energi.
Fenomena Panic Buying BBM
Meski situasi stok BBM terlihat aman, beberapa daerah masih terpantau terjadi antrean kendaraan yang mengular di SPBU. Fenomena ini dipicu oleh kekhawatiran masyarakat akan potensi kelangkaan stok BBM akibat memanasnya konflik antara Israel, Amerika Serikat, dan Iran.
Bahlil dan Pertamina meminta masyarakat agar tidak mudah termakan isu liar atau misinformasi yang menyebutkan Indonesia akan kehabisan BBM. Mereka menegaskan bahwa stok BBM tetap aman dan suplai berjalan lancar.







