Semen Padang FC memiliki rencana khusus dalam laga kandang terakhir mereka di Super League 2025/2026. Pertandingan ini akan digelar melawan Persebaya Surabaya di Stadion Haji Agus Salim, Padang, pada Jumat (15/5/2026) sore. Meskipun tim sudah dipastikan terdegradasi, Samuel Christianson Simanjuntak, bek kiri Semen Padang FC, ingin memberikan penampilan terbaik untuk masyarakat Padang dan Sumatera Barat sebelum stadion tersebut direnovasi.
Atmosfer Emosional Menyelimuti Laga Terakhir
Laga ini tidak hanya menjadi pertandingan kandang terakhir musim ini, tetapi juga kesempatan terakhir bagi pemain Semen Padang FC untuk menjaga harga diri di depan pendukung sendiri. Samuel Simanjuntak menyatakan bahwa seluruh pemain masih memiliki motivasi tinggi menghadapi Persebaya Surabaya. Ia menegaskan bahwa meskipun nasib tim sudah ditentukan, semua pemain tetap profesional.
“Kita semua pemain sudah siap. Apapun hasilnya dengan kondisi yang ada saat ini, kita tetap akan profesional. Dan tentunya saya ingin berikan yang terbaik untuk masyarakat Padang sebelum Stadion Haji Agus Salim direnovasi sekaligus laga home terakhir musim ini,” ujar Samuel.
Laga ini memiliki makna khusus bagi Samuel karena Stadion Haji Agus Salim akan menjalani renovasi setelah musim berakhir. Karena itu, mantan pemain timnas Indonesia U-23 tersebut ingin meninggalkan kesan manis bagi publik Sumatera Barat.
Misi Khusus Samuel di Laga Terakhir
Samuel memang sedang menjalani musim yang tidak mudah bersama Semen Padang FC. Dalam enam pertandingan terakhir, ia belum kembali mendapatkan kesempatan bermain bersama Green Force Sumatera Barat tersebut. Bahkan dalam tiga pertandingan terakhir, pemain bernomor punggung 12 itu harus absen akibat mengalami cedera. Kondisi tersebut membuat Samuel kehilangan momentum tampil reguler di lini belakang Semen Padang FC.
Namun, ia tetap optimistis dan berkomitmen untuk memberikan yang terbaik di laga terakhir ini. Ia mengakui bahwa Persebaya Surabaya datang ke Padang dengan kekuatan yang jauh lebih baik dibanding timnya saat ini. Perbedaan posisi klasemen menjadi gambaran jelas kualitas kedua tim menjelang pertandingan nanti.
Ancaman dari Persebaya Surabaya dan Pedro Matos
Semen Padang FC kini terpuruk di peringkat ke-17 klasemen Super League 2025/2026 dengan koleksi 20 poin. Sementara Persebaya Surabaya nyaman bersaing di papan atas dengan berada di posisi kelima usai mengumpulkan 52 poin.
“Persebaya adalah tim yang kuat dengan komposisi pemain yang bagus. Mereka juga diperkuat Pedro Matos (mantan pemain Semen Padang). Dia setengah musim bersama di Semen Padang, jadi kita juga sudah tahu cara dia bermain,” ucap Samuel.
Kehadiran Pedro Matos memang menjadi perhatian tersendiri bagi skuad Semen Padang FC. Eks pemain Kabau Sirah itu dinilai punya kualitas serta pemahaman permainan yang bisa merepotkan mantan klubnya. Meski begitu, Samuel optimistis timnya tetap mampu memberikan perlawanan maksimal. Pengalaman mengenal karakter Pedro Matos diharapkan bisa membantu Semen Padang FC meredam agresivitas lini serang Persebaya Surabaya.
Statistik Samuel Musim Ini Masih Jadi Andalan
Walau sempat absen panjang akibat cedera, kontribusi Samuel musim ini tetap cukup penting bagi Semen Padang FC. Bek kiri berusia 25 tahun itu tercatat sudah tampil dalam 19 pertandingan sepanjang Super League 2025/2026. Total Samuel sudah mengoleksi 1.135 menit bermain bersama Semen Padang FC musim ini. Dia juga menyumbangkan satu gol saat timnya kalah 1-2 dari Persik Kediri pada pekan ke-14 lalu.
Catatan tersebut menunjukkan Samuel masih menjadi salah satu pemain penting di skuad asuhan Imran Nahumarury. Kecepatan dan kemampuan bertahan yang dimilikinya beberapa kali membantu Semen Padang FC keluar dari tekanan lawan. Namun performa tim secara keseluruhan memang belum cukup membantu Semen Padang FC bertahan di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Imran Nahumarury Minta Tim Tetap Profesional
Walau sudah tidak menentukan nasib tim, pertandingan kontra Persebaya Surabaya tetap dianggap penting oleh pelatih kepala Imran Nahumarury. Dia meminta seluruh pemain menjaga profesionalisme hingga kompetisi benar-benar berakhir. Saat ini Semen Padang FC masih menyisakan dua pertandingan lagi sebelum musim selesai. Karena itu, Imran ingin timnya tetap tampil maksimal demi menghormati suporter dan kompetisi.
Semangat tersebut juga terlihat dari persiapan tim menjelang laga kontra Persebaya Surabaya. Para pemain tetap menjalani latihan serius walau tekanan kompetitif sudah tidak sebesar beberapa pekan sebelumnya. Dukungan publik Padang diperkirakan tetap akan memadati Stadion Haji Agus Salim pada laga nanti. Banyak suporter ingin memberikan penghormatan terakhir sebelum stadion kebanggaan mereka memasuki masa renovasi.
Momentum emosional itu diharapkan menjadi tambahan motivasi bagi Semen Padang FC untuk menutup laga kandang musim ini dengan hasil membanggakan. Samuel Christianson Simanjuntak dan kolega pun bertekad memberikan segalanya di atas lapangan demi menjaga martabat klub.






