Kritik terhadap Tawaran Beasiswa untuk Josepha Alexandra
TikToker Bima Yudho menyampaikan pendapatnya mengenai tawaran beasiswa ke China untuk Josepha Alexandra, siswi SMAN 1 Pontianak yang viral setelah memprotes keputusan juri dalam Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI. Ia menilai tawaran tersebut terkesan janggal dan perlu dipertimbangkan dengan hati-hati.
Bima menyarankan Josepha agar tidak buru-buru menerima beasiswa tersebut. Ia menduga bahwa tawaran ini bisa jadi bagian dari upaya meredam polemik yang terjadi di LCC Empat Pilar MPR RI. Menurutnya, agenda tersebut bisa menjadi strategi untuk mengelola krisis komunikasi yang muncul setelah insiden protes Josepha.
Selain itu, Bima mempertanyakan alasan hanya Josepha yang mendapatkan beasiswa, sementara anggota tim lainnya tidak diberi kesempatan serupa. Ia juga merasa tawaran beasiswa ke China kurang sesuai dengan minat dan bakat Josepha. Jurusan seperti komunikasi, politik, atau seni dinilai lebih cocok jika kuliah di negara seperti Amerika Serikat, Inggris, atau Australia.
Bima menyarankan Josepha mencari beasiswa secara mandiri dari kampus atau pemerintah negara tujuan, bukan menerima tawaran dari pihak MPR. Ia berharap Josepha tidak mudah terjebak dalam politik atau alat promosi tertentu.
Kronologi Polemik LCC Empat Pilar MPR RI
Polemik ini bermula ketika peserta dari SMAN 1 Pontianak memprotes keputusan dewan juri yang menyatakan jawabannya salah. Pertanyaan tersebut berkaitan dengan mekanisme pemilihan anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Protes disampaikan setelah jawaban sama persis yang disampaikan oleh tim dari SMAN 1 Sambas justru dinyatakan benar.
Juri Dyastasita Widya Budi dan Indri Wahyuni menegaskan bahwa jawaban dari SMAN 1 Pontianak tidak sesuai dengan standar. Mereka menyatakan bahwa jawaban tersebut tidak menyebutkan DPD dalam pertimbangan pemilihan anggota BPK. Namun, peserta SMAN 1 Pontianak meyakini jawaban mereka sudah sesuai.
MC Shindy Lutfiana kemudian meminta peserta menerima keputusan juri dan menyarankan mereka mengecek tayangan ulang jika masih ingin memprotes. Di sisi lain, juri lain, yakni Indri Wahyuni, menilai artikulasi peserta tidak jelas sehingga jawaban dianggap salah.
Akhirnya, peserta dari SMAN 1 Sambas dinyatakan sebagai juara dan berhak mewakili Provinsi Kalbar di tingkat nasional.
Tawaran Beasiswa dan Kunjungan ke Jakarta
Setelah insiden ini viral di media sosial, Josepha Alexandra diundang ke Jakarta untuk menemui MPR. Undangan ini diketahui lewat unggahan video di akun Instagram Muhammad Rifqinizamy Karsayuda, Ketua Komisi II DPR sekaligus anggota MPR.
Dalam video yang diunggah Selasa (12/6/2026), Rifqinizamy tampak sedang melakukan video call dengan Josepha. Ia adalah alumni SMA Negeri 1 Pontianak, sehingga memiliki latar belakang pendidikan yang sama dengan Josepha. Dari percakapan tersebut, diketahui bahwa Josepha merupakan alumni SMPN 10 Pontianak dan anak nomor dua dari dua bersaudara.
Rifqinizamy menyampaikan permintaan maaf atas proses LCC yang lalu dan menjanjikan beasiswa kuliah gratis ke China serta pekerjaan di perusahaan multinasional setelah lulus. Ia menilai Josepha sebagai contoh siswa yang berani menyuarakan kebenaran dan layak didukung.
Tanggapan dari Josepha dan Orang Tua
Josepha menanggapi tawaran Rifqinizamy dengan rasa terima kasih. Ia sepertinya merasa terkesan dengan tawaran tersebut. Namun, Bima Yudho tetap memperingatkan agar Josepha tidak terburu-buru menerima beasiswa tersebut tanpa pertimbangan matang.
Orang tua Josepha tidak ikut dalam kunjungan ke Jakarta. Hanya beberapa guru dari SMAN 1 Pontianak yang mendampingi, seperti Indah selaku Kepala Sekolah, Rio selaku Waka Humas, dan Heni selaku pembimbing.
Rifqinizamy menjelaskan bahwa tawaran beasiswa ini sebagai apresiasi atas prestasi Josepha. Ia berharap tawaran ini dapat membantu Josepha melanjutkan studi dan karier di masa depan.






