Persiapan Golkar Sulsel Menghadapi Musda
Golkar Sulawesi Selatan (Sulsel) mulai mempersiapkan diri menghadapi Musyawarah Daerah (Musda). Plt Ketua DPD I Golkar Sulsel, Muhidin M Said, menegaskan bahwa calon ketua harus mendapatkan restu dari Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia. Hal ini menjadi bagian dari sistem kepemimpinan partai yang berlaku saat ini.
Menurut Muhidin, restu dari ketua umum menjadi hal wajib dalam proses pemilihan. “Ya wajib dong. Kalau tidak dapat restu nanti bagaimana? Karena sekarang ini sistem pemilihan, baik legislatif maupun eksekutif, semuanya harus direstui oleh ketua umum,” jelasnya.
Hingga saat ini, belum ada nama yang secara resmi menyatakan diri maju sebagai calon Ketua Golkar Sulsel. Namun, sejumlah kader disebut-sebut berpotensi meramaikan bursa pemilihan pada Musda mendatang.
Plt Wakil Sekretaris Golkar Sulsel, Arief Rosyid Hasan, mengatakan jadwal Musda masih menunggu kedatangan Ketua Umum Golkar. “Kita tunggu Ketua Umum Pak Bahlil Lahadalia datang. Kalau beliau sudah datang berarti sudah ada jadwal Musda,” kata Arief Rosyid.
Arief dikenal sebagai salah satu kader muda Golkar dengan latar belakang aktivis. Alumni Universitas Hasanuddin (Unhas) itu pernah menjabat Ketua Umum Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) periode 2013–2015. Ia juga dikenal sebagai sahabat lama Bahlil, jauh sebelum menjabat Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sekaligus Ketua Umum Partai Golkar.
Menurut Arief, Bahlil mengajaknya ikut membantu memperkuat Partai Golkar. Ia menyebut Bahlil memiliki harapan besar agar Sulawesi Selatan kembali menjadi basis utama kemenangan Golkar.
“Sulsel memiliki sejarah panjang sebagai lumbung suara Golkar. Beringin itu pohon yang ada di hampir setiap daerah di Sulsel. Karena itu Pak Ketum ingin Golkar kembali berjaya di Sulsel pada Pemilu 2029,” ujarnya.
Instruksi Muhidin untuk Memperkuat Konsolidasi
Plt Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel, Muhidin M Said, menginstruksikan seluruh kader memperkuat kerja politik secara terencana dan terukur. Ia menargetkan Sulsel kembali menjadi basis utama kemenangan Golkar pada Pemilu 2029.
Instruksi itu disampaikan Muhidin saat memimpin konsolidasi kader Golkar Sulsel. Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan peringatan Nuzulul Quran dan buka puasa bersama di Sekretariat Golkar Sulsel, Jalan Bontolempangan, Makassar, Sabtu (7/3/2026).
Menurut Muhidin, konsolidasi internal menjadi langkah penting setelah hasil Pemilu 2024 yang mencatat sejarah baru bagi Golkar di Sulawesi Selatan. Untuk pertama kalinya dalam lebih dari setengah abad, Golkar kehilangan statusnya sebagai partai pemenang di Sulsel.
Pada Pemilu 2024, Golkar hanya meraih 14 kursi di DPRD Sulsel. Perolehan tersebut berada di bawah Partai NasDem yang meraih 17 kursi. Sementara itu, Partai Gerindra memperoleh 13 kursi. Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) masing-masing meraih 8 kursi. Partai Demokrat dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) masing-masing memperoleh 7 kursi. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) meraih 6 kursi. Selanjutnya Partai Amanat Nasional (PAN) memperoleh 4 kursi, dan Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) 1 kursi.
Hasil tersebut membuat Golkar untuk pertama kalinya kehilangan kursi Ketua DPRD Sulsel. Saat Pemilu 2024 berlangsung, DPD I Golkar Sulsel dipimpin oleh Taufan Pawe.
Muhidin mengatakan dorongan untuk mengembalikan kejayaan Golkar di Sulsel juga datang dari Ketua Umum Golkar, Bahlil Lahadalia. Menurutnya, hal itu menjadi motivasi bagi kader untuk kembali bekerja bersama memperkuat partai di daerah.
“Insya Allah Golkar Sulsel ke depan akan bangkit kembali seperti sebelumnya,” kata Muhidin.
Ia menambahkan konsolidasi yang digelar di bulan Ramadan juga bertujuan memperkuat kekompakan kader menjelang Musyawarah Daerah Golkar Sulsel. Muhidin menilai soliditas kader mulai terlihat dari tingkat provinsi hingga kabupaten dan kota.
“Saya bersyukur Sulsel ini sudah memperlihatkan kekompakannya dan soliditasnya, mulai dari provinsi sampai kabupaten dan kota. Ini harus dijaga menjelang Musda Golkar Sulsel,” ujarnya.
Anggota DPR RI itu berharap Musda Golkar Sulsel dapat melahirkan pemimpin yang mampu menyatukan seluruh kader. Dengan begitu, partai berlambang pohon beringin tersebut dapat kembali bangkit seperti masa kejayaannya.
“Semoga Musdanya nanti menghasilkan pemimpin yang kompak dan bersatu dengan yang lain sehingga Golkar Sulsel bisa bangkit seperti sediakala,” katanya.
Muhidin juga mengaku optimistis melihat antusiasme kader di berbagai daerah pemilihan di Sulsel. Ia mengaku telah mengunjungi sejumlah daerah pemilihan dan melihat langsung semangat kader di lapangan.
“Kalau saya lihat tanda-tandanya, alhamdulillah saya sudah hadir di Dapil Sulsel I dan Sulsel III. Animo dan antusias kader luar biasa. Persatuannya sudah tinggi dan rasa soliditasnya kuat,” jelasnya.
Menurut Muhidin, Sulawesi Selatan sejak lama dikenal sebagai basis kuat Golkar dalam berbagai kontestasi politik. Karena itu ia mengajak seluruh kader menumbuhkan rasa tanggung jawab bersama untuk memenangkan partai.
“Sulsel ini sejak dulu selalu menjadi pemenang. Ini yang harus kita berikan motivasi kepada kader-kader agar merasa ikut bertanggung jawab untuk bersama-sama memenangkan Golkar tanpa membedakan asal-usul,” katanya.
Melalui konsolidasi tersebut, Muhidin berharap seluruh kader Golkar Sulsel semakin solid dan siap mengembalikan kejayaan partai pada Pemilu 2029.
“Ini yang harus kita jadikan motivasi agar kader merasa ikut bertanggung jawab memenangkan Golkar bersama-sama tanpa membedakan asal-usul,” jelasnya.







