Persma Manado Kembali Bertransformasi, Siap Bersaing di Piala Gubernur Sulut 2026
Persma Manado, yang kini telah berubah nama menjadi Persma 1960, sedang menjalani proses pembaruan manajemen yang menyeluruh. Klub yang dikenal sebagai salah satu tim sepak bola legendaris di Sulawesi Utara ini kini mempersiapkan diri untuk tampil dalam ajang Piala Gubernur Sulut 2026. Perubahan besar dilakukan mulai dari struktur organisasi hingga pengelolaan kompetisi, dengan tujuan untuk menciptakan tim yang lebih modern dan profesional.
Pembenahan tidak hanya terjadi pada sisi administratif, tetapi juga melibatkan pembinaan pemain serta strategi pengembangan jangka panjang. Dengan kehadiran pemain-pemain berkualitas seperti Ferdinand Sinaga, yang pernah membela Tim Nasional Indonesia, Persma 1960 memiliki modal kuat untuk bersaing di level kompetitif.
Manajer klub, Christian Yokung, menyampaikan keyakinannya bahwa komposisi pemain saat ini cukup solid untuk meraih prestasi maksimal. Ia menilai bahwa kehadiran Ferdinand Sinaga memberikan motivasi besar bagi seluruh tim dalam menghadapi kompetisi tahun depan.
Struktur Manajemen Persma 1960
Berikut adalah susunan kepengurusan baru Persma 1960:
- President Direktur: Harvani Boki
- CEO: Ismed Sofyan
- Manager Club: Christian Yokung
- Sekretaris Klub: Samuel Patabang
- CFO: Viktor Kohar
- CMO: Meivo Rumengan
- Media Officer: Rhendi Umar
- Security Officer: Novie Singal
- Match Comm: Ronny Tandililing
Dengan struktur yang lebih terorganisir dan dukungan dari berbagai pihak, Persma 1960 diyakini siap menatap masa depan yang lebih gemilang. Klub ini juga berkomitmen untuk mengembalikan kejayaan sepak bola Sulawesi Utara di tingkat nasional.
Sejarah Panjang Persma Manado di Kompetisi Nasional
Persma Manado adalah klub sepak bola yang berbasis di Kota Manado, Sulawesi Utara. Klub ini memiliki sejarah panjang di kompetisi nasional, terutama pada dekade 1990-an. Dikenal dengan julukan Babirusa, Persma pernah menjadi salah satu kekuatan dominan di kawasan Indonesia Timur.
Beberapa pemainnya bahkan berhasil menembus skuad Tim Nasional Indonesia, seperti Francis Wewengkang. Performa Persma mulai mencuri perhatian publik ketika tampil di Divisi Utama musim 1995/1996. Saat itu, tim diperkuat oleh beberapa pemain asing asal Chile, seperti Rodrigo Araya, Juan Rubio, dan Nelson Sanchez.
Pada musim yang sama, Persma juga mendapat kesempatan menghadapi klub besar Eropa, PSV Eindhoven, yang diperkuat oleh pemain kelas dunia seperti Boudewijn Zenden, Philip Cocu, Wilfred Bouma, serta Ronaldo Nazário. Penampilan impresif berlanjut pada musim berikutnya, dengan kehadiran tiga pemain asal Kamerun, yakni Onana Jules Denis, Ebongue Ernest, dan Jean Pierre Fiala, yang turut membawa Persma melangkah hingga babak 12 besar Divisi Utama.
Bahkan, tim ini pernah menahan imbang Persib Bandung tanpa gol, hasil yang semakin mengangkat reputasi mereka di tingkat nasional. Pada masa puncaknya, Persma Manado menjadi salah satu kekuatan utama di Indonesia Timur, sejajar dengan PSM Makassar dan Persipura Jayapura.
Namun, krisis moneter 1998 serta periode reformasi membuat kompetisi sepak bola nasional terhenti, yang berdampak pada menurunnya prestasi klub secara bertahap. Saat ini, Persma berkompetisi di Liga 4. Walau berada di kasta bawah, upaya untuk bangkit kembali mulai terlihat.
Rekam Jejak Prestasi Persma Manado
Berikut adalah perjalanan Persma Manado di kompetisi sepak bola nasional:
- 1994/1995: Runner-up Divisi I (Promosi ke Divisi Utama)
- 1995/1996: Peringkat 11 Wilayah Timur Divisi Utama
- 1996/1997: Peringkat 3 Wilayah Timur; Babak 12 Besar Divisi Utama
- 1997/1998: Peringkat 2 Wilayah Timur Divisi Utama
- 1998/1999: Peringkat 3 Grup E Divisi Utama
- 1999/2000: Peringkat 7 Wilayah Timur Divisi Utama
- 2001: Peringkat 13 Wilayah Timur (Degradasi ke Divisi I)
- 2002: Juara 3 Divisi I
- 2003: Peringkat 7 Grup D Divisi I (Degradasi ke Divisi II)
- 2004: Babak 16 Besar Divisi II (Promosi ke Divisi I)
- 2005: Peringkat 7 Wilayah Timur Divisi I
- 2006: Babak 8 Besar Divisi I (Promosi ke Divisi Utama)
- 2007/2008: Peringkat 12 Wilayah Timur Divisi Utama
- 2013: Juara Liga Nusantara Zona Sulut
- 2014: Juara Liga Nusantara Zona Sulut
- 2016: Juara Liga Nusantara Zona Sulut
- 2018: Runner-up Liga 3 Zona Sulut
- 2019: Juara Liga 3 Zona Sulut (Terhenti di Babak Regional Sulawesi)






