Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    5 tantangan membuka kafe di era ini, masih menguntungkan?

    16 Mei 2026

    Festival Rujak Uleg Surabaya Dorong Perekonomian Rakyat

    16 Mei 2026

    Ammar Zoni Kembali Dikirim ke Lapas Nusakambangan Usai Permohonan Ditolak

    16 Mei 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Minggu, 17 Mei 2026
    Trending
    • 5 tantangan membuka kafe di era ini, masih menguntungkan?
    • Festival Rujak Uleg Surabaya Dorong Perekonomian Rakyat
    • Ammar Zoni Kembali Dikirim ke Lapas Nusakambangan Usai Permohonan Ditolak
    • Jadwal Live TV SCTV: Pertandingan Final Liga Champion Arsenal vs PSG, Fakta Menarik Berebut Trofi Eropa
    • Populer Kaltim: Pria Tewas Usai Jatuh dari Pohon Mangga Saat Perampokan Kurir
    • 50 Soal Ujian Agama Islam Kelas 8 Terbaru 2026-2027
    • PMT Siapkan Pelayaran Perdana CMA CGM ke Tiongkok Selatan
    • Disporapar Kota Malang Kembangkan Kampung Tematik dengan Inovasi dan Kolaborasi
    • Bayern Munich Incar Striker Baru, Pengganti Harry Kane
    • Pajak Gula Jerman: Perdebatan Kesehatan dan Intervensi Negara
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Politik»Trump Tahan Serangan ke Iran hingga 6 April, Dikabarkan Diperintahkan Teheran

    Trump Tahan Serangan ke Iran hingga 6 April, Dikabarkan Diperintahkan Teheran

    adm_imradm_imr29 Maret 20263 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Penundaan Serangan ke Iran: Tanda De-Eskalasi atau Strategi Jangka Panjang?

    Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali membuat kejutan dengan menunda rencana serangan terhadap Iran hingga 6 April. Keputusan ini dilakukan setelah adanya komunikasi yang dianggap positif antara Washington dan Teheran, meski tensi di kawasan Timur Tengah tetap tinggi. Penundaan ini memicu berbagai spekulasi mengenai tujuan sebenarnya dari langkah tersebut.

    Komunikasi yang Masih Terjalin

    Trump mengklaim bahwa penundaan tersebut dilakukan atas permintaan langsung dari pihak Iran. Pernyataan ini menunjukkan bahwa walaupun ancaman militer masih ada, komunikasi tidak langsung antara kedua belah pihak masih berjalan. Sebelumnya, AS telah menyiapkan opsi serangan sebagai tekanan terhadap program nuklir Iran. Namun, dinamika diplomasi yang sedang berlangsung membuat langkah militer kembali dipertimbangkan ulang.

    Dalam pernyataannya melalui akun Truth Social, Trump menyebut bahwa negosiasi dengan Iran berjalan sangat baik. Ia juga menegaskan bahwa media berita palsu sering kali memberikan informasi yang bertentangan dengan fakta. Meskipun demikian, penundaan ini memunculkan pertanyaan besar: apakah ini tanda de-eskalasi, atau justru strategi untuk menunda konflik yang lebih besar?

    Tuntutan dan Respons dari Iran

    Di sisi lain, kantor berita Iran, Tasnim, melaporkan bahwa respons resmi Teheran terhadap proposal AS telah disampaikan melalui jalur diplomatik. Iran diketahui menuntut penghentian serangan oleh AS dan Israel, termasuk terhadap kelompok-kelompok sekutu Teheran di kawasan seperti Hizbullah di Lebanon. Selain itu, Iran juga meminta kompensasi perang serta menegaskan bahwa kedaulatannya atas Selat Hormuz harus dihormati.

    Tuntutan tersebut dinilai melampaui isi proposal yang diajukan Washington. Dalam rapat kabinet, Trump menyampaikan pernyataan yang berubah-ubah, mulai dari ancaman keras hingga klaim bahwa Iran berada di posisi lemah. Ia juga menyatakan kemungkinan AS mengambil alih sektor minyak Iran, dengan membandingkannya pada kesepakatan yang pernah dilakukan dengan Venezuela pasca penggulingan Nicolas Maduro.

    Kritik dari Israel

    Sementara itu, kritik muncul dari dalam Israel. Pemimpin oposisi Yair Lapid memperingatkan bahwa konflik yang berlangsung telah menimbulkan kerugian besar. Ia menyoroti bahwa Angkatan Darat Israel (IDF) sudah mencapai batas kemampuannya dan bahkan melebihi. Pemerintah, menurut Lapid, membiarkan tentara yang terluka berada di medan perang.

    Dalam pengarahan resmi, juru bicara militer Israel Brigadir Jenderal Effie Defrin menegaskan kebutuhan tambahan pasukan di garis depan. Di front Lebanon, zona pertahanan depan yang sedang kita ciptakan membutuhkan pasukan IDF tambahan. Untuk itu, lebih banyak tentara tempur dibutuhkan di IDF.

    Eskalasi Militer yang Masih Berlangsung

    Di tengah intensitas serangan sejak 28 Februari, Iran kembali menjadi sasaran gelombang serangan Israel pada Kamis. Salah satu serangan diklaim telah menewaskan komandan angkatan laut Garda Revolusi, Alireza Tangsiri, bersama sejumlah perwira senior. Seorang jurnalis AFP di Teheran melaporkan suara jet tempur yang melintas, disusul tiga ledakan keras.

    Media Iran melaporkan serangan terjadi di sejumlah kota, termasuk Isfahan, Shiraz, Bandar Abbas, Tabriz, Mashhad, hingga Birjand yang sebelumnya relatif aman. Di Pulau Qeshm, dekat Bandar Abbas, seorang warga menyampaikan kekhawatirannya terhadap kemungkinan eskalasi militer. Ia mengatakan bahwa penderitaan rakyat, kemiskinan, dan penindasan politik semakin memburuk setiap tahun.

    Ketidakpastian di Pasar Minyak

    Situasi di kawasan Teluk juga kembali memanas. Dua orang dilaporkan tewas akibat puing rudal balistik Iran yang berhasil dicegat di dekat Abu Dhabi. Selain itu, serangan drone dilaporkan terjadi di Arab Saudi dan Kuwait. Iran menargetkan negara-negara Teluk yang dituduh menjadi basis peluncuran serangan Amerika Serikat, termasuk fasilitas minyak dan gas.

    Diketahui bahwa harga minyak sempat turun dalam sepekan terakhir, namun kembali melonjak pada Kamis akibat ketidakpastian arah perundingan. Ini menunjukkan bahwa situasi di kawasan masih sangat rentan terhadap perubahan.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Live Streaming Persipura vs Adhyaksa FC Pukul 17.00 WIT: Perebutan Tiket Terakhir Liga 1 Memanas

    By adm_imr14 Mei 20262 Views

    Opini: Menantang “Timor Kau”

    By adm_imr14 Mei 20262 Views

    Analisis 6 Rekomendasi Reformasi Polri untuk Prabowo

    By adm_imr14 Mei 20262 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    5 tantangan membuka kafe di era ini, masih menguntungkan?

    16 Mei 2026

    Festival Rujak Uleg Surabaya Dorong Perekonomian Rakyat

    16 Mei 2026

    Ammar Zoni Kembali Dikirim ke Lapas Nusakambangan Usai Permohonan Ditolak

    16 Mei 2026

    Jadwal Live TV SCTV: Pertandingan Final Liga Champion Arsenal vs PSG, Fakta Menarik Berebut Trofi Eropa

    16 Mei 2026
    Berita Populer

    HUT ke-112 Kota Malang Jadi Momentum Evaluasi, Wali Kota Tekankan Penyelesaian Masalah Prioritas

    Kota Malang 1 April 2026

    Kota Malang- Wahyu Hidayat menegaskan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang bukan…

    Kasus Perzinaan Oknum ASN Kota Batu Berujung Penjara, Vonis Diperberat di Tingkat Banding

    29 April 2026

    Banyak Layani Luar Daerah, Dinkes Kabupaten Malang Ubah UPT Kalibrasi Jadi BLUD

    27 Maret 2026

    Kejagung Sita Aset Kasus Ekspor CPO di Kota Malang, Tanah 157 Meter Persegi Dipasangi Plang

    2 Mei 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?