Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Reaksi anak Denada saat tahu punya saudara di Banyuwangi, bahagia

    1 April 2026

    Mudahkan Izin, Pemkab Kediri Optimis Tingkatkan Investasi 2026

    1 April 2026

    IHSG April Didukung Dividen dan Aksi Korporasi, Volatilitas Mengancam

    1 April 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Rabu, 1 April 2026
    Trending
    • Reaksi anak Denada saat tahu punya saudara di Banyuwangi, bahagia
    • Mudahkan Izin, Pemkab Kediri Optimis Tingkatkan Investasi 2026
    • IHSG April Didukung Dividen dan Aksi Korporasi, Volatilitas Mengancam
    • 5 Kejanggalan Kasus Amsal Sitepu, Videografer Jadi Tersangka Korupsi, Bahaya Kriminalisasi
    • Sejarah Candi Sawentar Blitar, Saksi Peradaban Kuno yang Jadi Warisan Budaya Negarakertagama
    • 7 Manfaat Garam Laut untuk Kulit dan Kesehatan Tubuhmu
    • Ringkasan HOTS Teks Argumen tentang Ketahanan Pangan Lokal
    • Prediksi Skor Jerman vs Ghana, Susunan Pemain Uji Coba Piala Dunia 2026
    • 5 Destinasi Wisata Terbaik di Payakumbuh dan Lima Puluh Kota
    • Profil Amanda Rigby, Artis Jawa-Inggris yang Dijodohkan dengan Andre Taulany, Lihat Jejak Karier!
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Politik»Renungan Katolik Harian: Setia di Tengah Pengkhianatan 31 Maret 2026

    Renungan Katolik Harian: Setia di Tengah Pengkhianatan 31 Maret 2026

    adm_imradm_imr1 April 20261 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Renungan Harian Katolik: Setia di Tengah Pengkhianatan

    Renungan harian Katolik untuk hari Selasa dalam pekan suci, Santo Benyamin, Martir, dengan warna liturgi ungu.

    Bacaan Liturgi Katolik Hari Ini

    Bacaan Pertama: Yesaya 49:1-6

    “Aku akan membuat engkau menjadi terang bagi bangsa-bangsa, supaya keselamatan yang dari pada-Ku sampai ke ujung bumi.”

    Dengarkanlah aku, hai pulau-pulau, perhatikanlah, hai bangsa-bangsa yang jauh! Tuhan telah memanggil aku sejak dari kandungan, telah menyebut namaku sejak dari perut ibuku.

    Ia telah membuat mulutku sebagai pedang yang tajam dan membuat aku berlindung dalam naungan tangan-Nya. Ia telah membuat aku menjadi anak panah yang runcing, dan menyembunyikan aku dalam tabung panah-Nya.

    Ia berfirman kepadaku, “Engkau adalah hamba-Ku, Israel, dan olehmu Aku akan menyatakan keagungan-Ku.” Tetapi aku berkata, “Aku telah bersusah-susah dengan percuma, dan telah menghabiskan kekuatanku dengan sia-sia! Namun, hakku terjamin pada Tuhan, dan upahku pada Allahku.”

    Maka sekarang berfirmanlah Tuhan yang membentuk aku sejak dari kandungan untuk menjadi hamba-Nya, untuk mengembalikan Yakub kepada-Nya; yang karenanya aku dipermuliakan di mata Tuhan, dan Allahku menjadi kekuatanku; beginilah firman-Nya, “Terlalu sedikit bagimu untuk hanya menjadi hamba-Ku, hanya menegakkan suku-suku Yakub, dan mengembalikan orang-orang Israel yang masih terpelihara.

    Maka Aku akan membuat engkau menjadi terang bagi bangsa-bangsa, supaya keselamatan yang dari pada-Ku sampai ke ujung bumi.”

    Demikianlah Sabda Tuhan.

    U. Syukur Kepada Allah.

    Mazmur Tanggapan: Mzm. 71:1-2.3-4a.5-6b.15.17

    Ref. Mulutku akan menceritakan keadilan-Mu, ya Tuhan.

    1. Pada-Mu, ya Tuhan, aku berlindung, jangan sekali-sekali aku mendapat malu. Lepaskan dan luputkanlah aku oleh karena keadilan-Mu, sendengkanlah telinga-Mu kepadaku dan selamatkanlah aku!

    2. Jadilah padaku gunung batu tempat berteduh, kubu pertahanan untuk menyelamatkan diri; sebab Engkaulah bukit batu dan pertahananku, ya Allah, luputkanlah aku dari tangan orang fasik!

    3. Sebab Engkaulah harapanku, ya Tuhan, Engkaulah kepercayaanku sejak masa muda, ya Allah. Kepada-Mulah aku bertopang mulai dari kandungan, Engkaulah yang telah mengeluarkan aku dari perut ibuku!

    4. Mulutku akan menceritakan keadilan-Mu, dan sepanjang hari mengisahkan keselamatan yang datang dari-Mu, sebab aku tidak dapat menghitungnya. Ya Allah, Engkau telah mengajar aku sejak kecilku, dan sampai sekarang aku memberitakan perbuatan-Mu yang ajaib.

    Bait Pengantar Injil

    Ref. Terpujilah Kristus Tuhan, Raja mulia dan kekal.

    Salam, ya Raja kami yang setia kepada Bapa; Engkau dibawa untuk disalibkan, tidak membuka mulut seperti domba yang dibawa ke pembantaian.

    Bacaan Injil: Yohanes 13:21-33.36-38

    “Salah seorang di antara kamu akan menyerahkan Aku … Sebelum ayam jantan berkokok, engkau akan menyangkal Aku tiga kali.”

    Di dalam perjamuan Paskah dengan murid-murid-Nya Yesus sangat terharu, lalu bersaksi, “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya seorang di antara kamu akan menyerahkan Aku.” Murid-murid itu memandang seorang kepada yang lain; mereka bertanya-tanya siapa yang dimaksudkan-Nya.

    Seorang di antara murid-murid Yesus, yaitu murid yang dikasihi-Nya, bersandar dekat kepada-Nya, di sebelah kanan-Nya. Kepada murid itu Simon Petrus memberi isyarat dan berkata, “Tanyakanlah siapa yang dimaksudkan-Nya!”

    Murid yang duduk dekat Yesus itu berpaling dan berkata kepada Yesus, “Tuhan, siapakah itu?” Jawab Yesus, “Dia adalah orang, yang kepadanya Aku akan memberikan roti, sesudah Aku mencelupkannya.”

    Sesudah berkata demikian, Yesus mengambil roti, mencelupkannya dan memberikannya kepada Yudas, anak Simon Iskariot. Dan sesudah Yudas menerima roti itu, ia kerasukan Iblis.

    Maka Yesus berkata kepadanya, “Apa yang hendak kauperbuat, perbuatlah dengan segera.” Tetapi tidak ada seorang pun dari antara mereka yang duduk makan itu mengerti apa maksud Yesus mengatakan itu kepada Yudas.

    Karena Yudas memegang kas, ada yang menyangka bahwa Yesus menyuruh dia membeli apa-apa yang perlu untuk perayaan itu, atau memberi apa-apa kepada orang miskin. Yudas menerima roti itu lalu segera pergi.

    Pada waktu itu hari sudah malam. Sesudah Yudas pergi, berkatalah Yesus, Sekarang Anak Manusia dipermuliakan, dan Allah dipermuliakan dalam Dia.

    Jikalau Allah dipermuliakan di dalam Dia, Allah akan mempermuliakan Dia juga di dalam diri-Nya, dan akan mempermuliakan Dia dengan segera. Hai anak-anak-Ku, tinggal sedikit waktu saja Aku bersama kamu.

    Kamu akan mencari Aku, dan seperti telah Kukatakan kepada orang-orang Yahudi ‘Ke tempat Aku pergi tidak mungkin kamu datang’ demikian pula Aku mengatakannya sekarang kepada kamu.

    Simon Petrus berkata kepada Yesus, “Tuhan, ke manakah Engkau pergi?” Jawab Yesus, “Ke tempat Aku pergi, engkau tidak dapat mengikuti Aku sekarang,, tetapi kelak engkau akan mengikuti Aku.”

    Kata Petrus kepada-Nya, “Tuhan, mengapa aku tidak dapat mengikuti Engkau sekarang? Aku akan memberikan nyawaku bagi-Mu.” Sahut Yesus, “Nyawamu akan kauberikan bagi-Ku? Sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Sebelum ayam berkokok, engkau akan menyangkal Aku tiga kali.”

    Demikianlah Injil Tuhan.

    U. Terpujilah Kristus.

    Renungan Harian Katolik: Setia di Tengah Pengkhianatan

    Pendahuluan: Saat Kasih Diuji oleh Pengkhianatan

    Dalam kehidupan, tidak ada luka yang lebih dalam daripada dikhianati oleh orang yang kita kasihi. Rasa kecewa, sedih, bahkan marah bisa muncul begitu kuat. Namun dalam renungan Katolik hari ini, kita diajak masuk ke dalam salah satu momen paling menyentuh dalam Injil: saat Yesus mengetahui bahwa Ia akan dikhianati oleh murid-Nya sendiri.

    Bacaan dari Injil Yohanes ini bukan sekadar kisah sejarah. Ini adalah renungan harian Katolik yang sangat relevan dengan kehidupan kita saat ini. Kita semua pernah mengalami pengkhianatan entah dari teman, keluarga, atau bahkan diri sendiri yang gagal setia kepada Tuhan.

    Melalui renungan Injil Yohanes 13:21-33.36-38, kita diajak melihat bagaimana Yesus menghadapi pengkhianatan dengan kasih, bukan kebencian.

    Yesus Mengetahui, Namun Tetap Mengasihi

    Hati yang Terluka, Namun Tetap Mengasihi

    Yesus berkata dengan penuh kesedihan:

    “Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, seorang di antara kamu akan menyerahkan Aku.”

    Bayangkan suasana saat itu. Yesus duduk bersama murid-murid-Nya, makan bersama dalam keakraban. Namun di tengah kehangatan itu, terselip sebuah pengkhianatan yang akan segera terjadi.

    Yesus tahu siapa yang akan mengkhianati-Nya: Yudas. Namun yang mengagumkan, Yesus tidak langsung mengusir atau mempermalukannya. Ia tetap memberi roti kepada Yudas—sebuah tanda kasih dan persahabatan.

    Inilah pelajaran besar dalam refleksi Sabda Tuhan hari ini:

    Kasih sejati tidak berhenti hanya karena dikhianati.

    Yudas: Simbol Hati yang Menjauh dari Tuhan

    Pengkhianatan Tidak Terjadi Seketika

    Yudas tidak tiba-tiba mengkhianati Yesus. Ia berjalan bersama Yesus, mendengar ajaran-Nya, bahkan melihat mukjizat-Nya. Namun perlahan, hatinya menjauh.

    Pengkhianatan selalu dimulai dari hati yang tidak lagi dekat dengan Tuhan.

    Dalam hidup kita, mungkin kita tidak secara langsung “menjual” Yesus seperti Yudas. Namun setiap kali kita:
    * Mengutamakan dunia daripada Tuhan

    Mengabaikan doa

    Hidup dalam dosa tanpa pertobatan

    Kita pun, secara halus, sedang menjauh dari-Nya.

    Renungan Katolik hari ini mengajak kita untuk bertanya:

    Apakah hatiku masih setia kepada Tuhan?

    Petrus: Niat Baik Tidak Selalu Cukup

    Kesombongan Rohani yang Tersembunyi

    Petrus berkata dengan penuh keyakinan:

    “Aku akan memberikan nyawaku bagi-Mu!”

    Namun Yesus menjawab:

    “Sebelum ayam berkokok, engkau telah menyangkal Aku tiga kali.”

    Petrus bukan pengkhianat seperti Yudas, tetapi ia tetap jatuh. Mengapa? Karena ia mengandalkan kekuatannya sendiri.

    Ini adalah pelajaran penting dalam renungan harian Katolik:

    Niat baik saja tidak cukup tanpa kerendahan hati dan ketergantungan pada Tuhan.

    “Kesetiaan kepada Tuhan tidak bergantung pada penerimaan manusia.”

    Yesus: Kasih yang Tidak Pernah Gagal

    Kasih yang Tetap Mengalir di Tengah Kegelapan

    Meskipun dikhianati oleh Yudas dan akan disangkal oleh Petrus, Yesus tetap melanjutkan misi-Nya: menyelamatkan umat manusia.

    Ia tidak mundur. Ia tidak membalas. Ia tidak berhenti mengasihi.

    Inilah inti dari refleksi Sabda Tuhan hari ini:

    Kasih Allah tidak bergantung pada kesetiaan kita.

    Kasih-Nya tetap setia, bahkan saat kita tidak setia.

    Refleksi Pribadi: Di Manakah Posisi Kita?

    Dalam kisah ini, kita bisa melihat diri kita dalam tiga tokoh:
    1. Seperti Yudas

    Saat kita menjauh dari Tuhan dan memilih jalan sendiri.
    2. Seperti Petrus

    Saat kita memiliki niat baik, tetapi jatuh karena kelemahan.
    3. Dipanggil Menjadi Seperti Yesus

    Mengasihi tanpa syarat, mengampuni tanpa batas.

    Renungan Injil Yohanes hari ini mengajak kita untuk jujur melihat diri kita. Tuhan tidak menuntut kesempurnaan, tetapi hati yang mau kembali.

    Aplikasi dalam Kehidupan Sehari-hari

    Bagaimana kita bisa menghidupi Sabda Tuhan hari ini?
    * Belajar Mengampuni

    Pengkhianatan mungkin menyakitkan, tetapi pengampunan menyembuhkan.
    * Setia dalam Hal Kecil

    Kesetiaan tidak dibuktikan dalam hal besar saja, tetapi dalam hal kecil setiap hari.
    * Dekat dengan Tuhan

    Jangan beri ruang bagi hati untuk menjauh.
    * Rendah Hati

    Akui kelemahan kita dan bergantung pada Tuhan.

    Doa Penutup

    Tuhan Yesus, Engkau tetap mengasihi bahkan saat dikhianati.

    Ajarlah aku untuk memiliki hati seperti-Mu.

    Ketika aku terluka, berikan aku kekuatan untuk mengampuni.

    Ketika aku lemah, kuatkan aku agar tetap setia.

    Jangan biarkan aku menjauh dari-Mu.

    Amin.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Tujuh Fakta Menarik tentang Jambi, Dulu Guru Honorer Dihukum, Kini Rumah Dirusak Massa

    By adm_imr1 April 20261 Views

    Trump Tunda Serangan ke Aset Energi Iran hingga 6 April 2026

    By adm_imr31 Maret 20264 Views

    Daftar Lengkap Pengurus Persma Manado, Mulai dari Sekretaris hingga Presiden Direktur

    By adm_imr31 Maret 20261 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Reaksi anak Denada saat tahu punya saudara di Banyuwangi, bahagia

    1 April 2026

    Mudahkan Izin, Pemkab Kediri Optimis Tingkatkan Investasi 2026

    1 April 2026

    IHSG April Didukung Dividen dan Aksi Korporasi, Volatilitas Mengancam

    1 April 2026

    5 Kejanggalan Kasus Amsal Sitepu, Videografer Jadi Tersangka Korupsi, Bahaya Kriminalisasi

    1 April 2026
    Berita Populer

    Banyak Layani Luar Daerah, Dinkes Kabupaten Malang Ubah UPT Kalibrasi Jadi BLUD

    Kabupaten Malang 27 Maret 2026

    Kabupaten Malang— Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang tengah menyiapkan perubahan status dua Unit Pelaksana Teknis…

    Operasi Pekat Semeru 2026, Polres Malang Ungkap Dugaan Peredaran Bahan Peledak di Poncokusumo

    28 Februari 2026

    Halal Bihalal Dinkes Kab. Malang, Bupati Sanusi Bahas Puskesmas Resik dan Tunggu Kebijakan WFH

    27 Maret 2026

    Buka Musrenbang RKPD 2027, Wali Kota Malang Tekankan Kolaborasi dan Pembangunan Inklusif

    31 Maret 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?