Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Reaksi anak Denada saat tahu punya saudara di Banyuwangi, bahagia

    1 April 2026

    Mudahkan Izin, Pemkab Kediri Optimis Tingkatkan Investasi 2026

    1 April 2026

    IHSG April Didukung Dividen dan Aksi Korporasi, Volatilitas Mengancam

    1 April 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Rabu, 1 April 2026
    Trending
    • Reaksi anak Denada saat tahu punya saudara di Banyuwangi, bahagia
    • Mudahkan Izin, Pemkab Kediri Optimis Tingkatkan Investasi 2026
    • IHSG April Didukung Dividen dan Aksi Korporasi, Volatilitas Mengancam
    • 5 Kejanggalan Kasus Amsal Sitepu, Videografer Jadi Tersangka Korupsi, Bahaya Kriminalisasi
    • Sejarah Candi Sawentar Blitar, Saksi Peradaban Kuno yang Jadi Warisan Budaya Negarakertagama
    • 7 Manfaat Garam Laut untuk Kulit dan Kesehatan Tubuhmu
    • Ringkasan HOTS Teks Argumen tentang Ketahanan Pangan Lokal
    • Prediksi Skor Jerman vs Ghana, Susunan Pemain Uji Coba Piala Dunia 2026
    • 5 Destinasi Wisata Terbaik di Payakumbuh dan Lima Puluh Kota
    • Profil Amanda Rigby, Artis Jawa-Inggris yang Dijodohkan dengan Andre Taulany, Lihat Jejak Karier!
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Pendidikan»Rahasia agar anak betah tanpa media sosial, menurut ahli

    Rahasia agar anak betah tanpa media sosial, menurut ahli

    adm_imradm_imr1 April 20261 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link



    Infomalangraya.com.CO.ID, JAKARTA — Pakar kebijakan publik dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, Tobirin, menilai bahwa kebijakan pembatasan penggunaan media sosial bagi anak perlu diimbangi dengan penyediaan fasilitas yang ramah anak. Hal ini dimaksudkan agar implementasi kebijakan tersebut dapat berjalan efektif, terutama di daerah.

    “Kebijakan ini memiliki sisi positif karena berkaitan dengan Undang-Undang Perlindungan Anak dan turunannya, termasuk Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 yang dikenal sebagai PP Tunas. Tujuannya adalah melindungi anak dari kekerasan, kekerasan seksual, serta pengaruh negatif seperti pornografi,” ujar Tobirin saat dihubungi dari Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Ahad.

    Menurutnya, kebijakan yang mulai diberlakukan tersebut menunjukkan keseriusan pemerintah dalam melindungi anak di ruang digital. Hal ini sejalan dengan tren global yang juga mengarah pada pembatasan penggunaan media sosial bagi anak.

    Namun, ia memperingatkan bahwa tantangan utama dari kebijakan ini berada pada implementasi di tingkat daerah. Tingginya ketergantungan anak terhadap gawai serta masih terbatasnya literasi digital di masyarakat menjadi faktor yang perlu mendapat perhatian serius.

    Ia menjelaskan bahwa keberhasilan kebijakan publik sangat ditentukan oleh dua aspek utama, yaitu struktur birokrasi dan komunikasi yang efektif. Dari sisi struktur birokrasi, pemerintah daerah perlu melibatkan berbagai pemangku kepentingan, seperti Dinas Pendidikan, sekolah hingga keluarga.

    Peran guru dari tingkat sekolah dasar hingga menengah dinilai penting dalam memberikan pemahaman tentang literasi digital, keamanan bermedia (digital safety), serta penggunaan media sosial secara bijak dan bertanggung jawab.

    Selain itu, komunikasi kebijakan juga harus dilakukan secara masif hingga ke tingkat bawah. Ia menilai sosialisasi tidak boleh berhenti di level pusat, tetapi harus menjangkau masyarakat secara luas melalui media, lembaga pendidikan, hingga lingkungan keluarga.

    “Kebijakan yang baik belum tentu berjalan efektif jika tidak dikomunikasikan dengan baik. Sosialisasi yang masif menjadi kunci agar masyarakat memahami substansi aturan ini,” katanya.

    Ia menekankan pentingnya peran keluarga sebagai lingkungan terdekat anak. Menurut dia, orang tua memiliki tanggung jawab besar dalam memberikan pemahaman terkait dampak penggunaan media sosial secara berlebihan serta dalam melakukan pengawasan terhadap aktivitas digital anak.

    Dia menilai pemerintah daerah perlu menyediakan alternatif kegiatan bagi anak melalui pembangunan fasilitas publik yang ramah anak. Keberadaan taman kota, ruang bermain, serta taman bacaan dinilai dapat menjadi solusi untuk mengurangi ketergantungan anak pada gawai.

    “Fasilitas ramah anak penting agar anak memiliki pilihan aktivitas yang sehat dan menyenangkan tanpa harus selalu bergantung pada gawai,” katanya.

    Ia mendorong pelibatan lembaga sosial untuk menghidupkan kembali permainan tradisional serta mengembangkan kegiatan literasi yang menarik bagi anak dengan pendekatan yang lebih kreatif dan modern.

    Menurut dia, kebijakan pembatasan media sosial tidak cukup hanya berupa larangan, tetapi harus diiringi dengan dukungan ekosistem yang memadai, mulai dari edukasi, penyediaan fasilitas, hingga keterlibatan keluarga dan masyarakat.

    “Ini bukan sekadar instruksi, tetapi membutuhkan sinergi berbagai pihak agar tujuan melindungi anak dapat tercapai secara optimal,” kata Tobirin.

    Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Pelindungan Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP Tunas) resmi berlaku mulai Sabtu, 28 Maret 2026, setelah diterbitkan Presiden Prabowo Subianto pada 28 Maret 2025.

    Ketentuan-ketentuan dalam PP Tunas yang resmi berlaku, di antaranya mengatur pembatasan akses penggunaan platform digital untuk anak-anak usia di bawah 16 tahun. Aturan tersebut diharapkan dapat melindungi anak-anak dari potensi ancaman di ruang digital, seperti perundungan siber, penipuan digital, hingga paparan konten negatif seperti pornografi, dan konten-konten yang memuat tayangan kekerasan.

    Sementara itu, aturan teknis pelaksanaan PP Tunas tertuang dalam Peraturan Menteri Komunikasi dan Digital Nomor 9 Tahun 2026.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Merawat Jiwa dalam Ibadah yang Konsisten

    By adm_imr31 Maret 20262 Views

    TKA SD dan SMP: Persiapan Siswa, Pertanyaan Orang Tua, Bimbingan Guru

    By adm_imr31 Maret 20261 Views

    Mendikdasmen: Tidak Ada Pembelajaran Daring untuk Hemat Energi

    By adm_imr31 Maret 20265 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Reaksi anak Denada saat tahu punya saudara di Banyuwangi, bahagia

    1 April 2026

    Mudahkan Izin, Pemkab Kediri Optimis Tingkatkan Investasi 2026

    1 April 2026

    IHSG April Didukung Dividen dan Aksi Korporasi, Volatilitas Mengancam

    1 April 2026

    5 Kejanggalan Kasus Amsal Sitepu, Videografer Jadi Tersangka Korupsi, Bahaya Kriminalisasi

    1 April 2026
    Berita Populer

    Banyak Layani Luar Daerah, Dinkes Kabupaten Malang Ubah UPT Kalibrasi Jadi BLUD

    Kabupaten Malang 27 Maret 2026

    Kabupaten Malang— Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang tengah menyiapkan perubahan status dua Unit Pelaksana Teknis…

    Operasi Pekat Semeru 2026, Polres Malang Ungkap Dugaan Peredaran Bahan Peledak di Poncokusumo

    28 Februari 2026

    Halal Bihalal Dinkes Kab. Malang, Bupati Sanusi Bahas Puskesmas Resik dan Tunggu Kebijakan WFH

    27 Maret 2026

    Buka Musrenbang RKPD 2027, Wali Kota Malang Tekankan Kolaborasi dan Pembangunan Inklusif

    31 Maret 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?