Kedutaan Besar Iran di Malaysia Pastikan Kapal Perdana Melintasi Selat Hormuz
Kedutaan Besar Iran di Malaysia telah mengonfirmasi bahwa pelayaran kapal perdana milik Kuala Lumpur melalui Selat Hormuz berjalan lancar dan aman. Pencapaian ini menjadi bukti nyata kekuatan hubungan bilateral antara kedua negara, terlebih di tengah dinamika geopolitik yang sempat memanas di jalur perairan internasional tersebut.
Melalui unggahan di platform X (sebelumnya Twitter) pada Senin (6/4/2026), pihak Kedutaan Besar Iran menegaskan bahwa eratnya hubungan bilateral antara kedua negara menjadi dasar dari kesepakatan dengan Negeri Jiran. Dalam unggahan tersebut, mereka menyampaikan pesan bahwa Republik Islam Iran tidak melupakan teman-temannya.
“Kami telah mengatakan bahwa Republik Islam Iran tidak melupakan teman-temannya. Kapal Malaysia pertama telah melewati Selat Hormuz,” tulis pihak kedutaan dalam unggahan tersebut. Unggahan ini disertai dengan foto sebuah kapal milik Malaysia tanpa memberikan rincian lebih lanjut.
Diskusi Langsung Antara Anwar Ibrahim dan Presiden Iran
Sebelumnya, pada hari Minggu (5/4/2026), Perdana Menteri Malaysia, Datuk Seri Anwar Ibrahim, mengungkapkan bahwa ia telah melakukan diskusi langsung dengan Presiden Iran, Masoud Pezeshkian. Melalui diskusi tersebut, Malaysia akhirnya mendapatkan izin untuk melintas Selat Hormuz secara bebas tanpa halangan berarti.
Kebijakan ini menjadi angin segar bagi tujuh kapal Malaysia yang sebelumnya sempat terdampar di perairan tersebut. Anwar menjelaskan bahwa kapal-kapal tersebut masih terdampar di Selat Hormuz dan sangat penting bagi kebutuhan rakyat serta pasokan minyak nasional. Ia juga menyampaikan bahwa setelah panggilan telepon tersebut, Presiden Iran segera menginstruksikan agar kapal-kapal Malaysia diberikan jalan.
Kapal Tanker Ocean Thunder Mendapat Izin Lintas
Berdasarkan data pelacakan dari LSEG dan Kpler, salah satu kapal yang mendapat izin lintas adalah kapal tanker Ocean Thunder. Kapal yang memuat sekitar 1 juta barel minyak mentah Basrah Heavy dari Irak tersebut tercatat telah berlayar mendekati pantai Iran. Kargo ini dimuat pada 2 Maret dan dijadwalkan akan bongkar muat di Pengerang, Malaysia, pada pertengahan April.
Kondisi Kapal Indonesia di Selat Hormuz
Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, mengungkapkan kondisi penting mengenai situasi terkini di Selat Hormuz di tengah konflik yang terus menjadi perhatian dunia internasional. Ia menyoroti bahwa jalur laut tersebut memiliki peran vital dalam arus distribusi energi global, sehingga setiap perkembangan di wilayah itu berdampak luas.
Boroujerdi menegaskan bahwa hingga saat ini Selat Hormuz tidak ditutup, meskipun situasi keamanan sedang mengalami peningkatan kewaspadaan. Pernyataan ini memberikan kejelasan di tengah berbagai spekulasi yang beredar terkait potensi penutupan jalur tersebut.
Penjelasan Mengenai Kapal Indonesia yang Terdampar
Pernyataan ini disampaikan Boroujerdi saat menjawab pertanyaan mengenai kapal tanker Indonesia yang hingga saat ini belum bisa melintas Selat Hormuz. Ia menjelaskan bahwa kondisi tersebut bukan disebabkan oleh penutupan jalur, melainkan oleh faktor teknis dan keamanan yang memerlukan penyesuaian.
Ia menegaskan bahwa Selat Hormuz saat ini tidak tertutup. Iran merupakan pihak yang sejak ratusan tahun lalu menjadi penyelenggara keamanan dan mengelola keamanan di selat tersebut. Pernyataan ini menegaskan peran historis Iran dalam menjaga stabilitas kawasan perairan strategis tersebut.
Dinamika Geopolitik dan Peran Iran
Boroujerdi juga menjelaskan bahwa ketidakamanan yang terjadi di wilayah itu merupakan dampak dari pihak luar yang melakukan invasi terhadap Iran. Ia menekankan bahwa situasi ini bukan sepenuhnya berasal dari kebijakan domestik Iran, melainkan akibat dinamika geopolitik yang lebih luas.
Meski begitu, Iran tetap menjamin keselamatan jalur bagi negara-negara sahabat yang menjalin hubungan baik dengannya. Jaminan ini menjadi bentuk komitmen Iran dalam menjaga kerja sama internasional di tengah situasi sulit.
Pentingnya Komunikasi dan Koordinasi
Ia menekankan pentingnya komunikasi dan koordinasi intensif dengan pemerintah Iran bagi setiap kapal yang ingin melintas agar tidak terjadi kesalahpahaman di lapangan. Hal ini berkaitan erat dengan status siaga dan aturan khusus yang diberlakukan Iran di wilayah kedaulatannya demi memastikan keamanan maksimal.
“Perlu dilakukan komunikasi dan koordinasi lebih lanjut dengan pihak pemerintah Iran dikarenakan saat ini sedang diberlakukan protokol-protokol khusus saat perang,” jelasnya. Ia menambahkan bahwa koordinasi ini sangat penting untuk memastikan setiap kapal mendapatkan izin serta pengawalan yang diperlukan.
Kesimpulan
Menurut Boroujerdi, langkah tersebut menjadi kunci agar kapal-kapal kargo dari negara sahabat tetap bisa melintas dengan aman tanpa hambatan teknis maupun ancaman keamanan di lapangan.







