Presiden AS Donald Trump Mengatakan Israel Akan Mengurangi Serangan ke Lebanon
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan bahwa Israel akan mengurangi serangan terhadap Lebanon. Pernyataan ini dikeluarkan setelah Trump berbicara langsung dengan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu. Trump mengatakan bahwa Netanyahu setuju untuk mengurangi serangan tersebut.
“Aku telah berbicara dengan Bibi (Benjamin Netanyahu) dan dia akan menguranginya (serangan terhadap Lebanon). Saya pikir, kita harus sedikit menguranginya,” ujar Trump dalam wawancara telepon dengan NBC News pada Kamis (9/4/2026).
Serangan Israel ke Lebanon Meningkat Drastis
Permintaan Trump datang setelah Israel meluncurkan lebih dari 100 serangan udara ke Lebanon pada Rabu (8/4/2026). Serangan ini menargetkan berbagai wilayah di Lebanon, termasuk Ibu Kota Beirut. Dalam laporan The Guardian, serangan tersebut menewaskan lebih dari 300 orang dan melukai sekitar 1.165 orang. Saat ini, semua korban luka sudah dibawa ke rumah sakit terdekat, tetapi petugas kesehatan menghadapi kesulitan karena banyak rumah sakit yang rusak akibat serangan Israel.
Serangan Israel Terjadi di Tengah Kesepakatan Gencatan Senjata AS dan Iran
Serangan Israel ke Lebanon terjadi di tengah kesepakatan gencatan senjata dua minggu antara AS dan Iran yang disetujui oleh Trump pada Selasa (7/4/2026). Oleh karena itu, banyak pihak mengecam serangan tersebut karena dianggap bisa mengganggu gencatan senjata antara AS dan Iran.
Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, mengecam serangan Israel dan menyatakan bahwa aktivitas militer di Lebanon membahayakan upaya perdamaian di kawasan tersebut. “Dengan pengumuman gencatan senjata antara Iran dan Amerika Serikat, aktivitas militer yang sedang berlangsung di Lebanon menimbulkan risiko serius terhadap gencatan senjata dan upaya menuju perdamaian yang langgeng dan komprehensif di kawasan tersebut. Sekretaris Jenderal kembali menyerukan kepada semua pihak untuk segera menghentikan permusuhan,” bunyi pernyataan Guterres.

Iran Ancam Keluar dari Gencatan Senjata AS jika Israel Terus Serang Lebanon
Selain oleh PBB, serangan Israel juga dikecam oleh Iran. Bahkan, negara mayoritas Islam Syiah ini mengancam akan mundur dari kesepakatan gencatan senjata dengan AS jika Israel terus menyerang Lebanon. Menurut Iran, kesepakatan gencatan senjata yang disetujui AS juga melibatkan Lebanon.
Israel mulai menyerang Lebanon sejak 2 Maret 2026. Namun, belakangan ini, serangan makin gencar karena Israel ingin membasmi seluruh anggota milisi Hizbullah yang membantu Iran melawan mereka dan AS. Sejauh ini, serangan Israel di Lebanon telah menewaskan sekitar 1.800 orang dan melukai 5.873 orang. Di sisi lain, lebih dari 1,2 juta warga Lebanon kini terpaksa mengungsi ke tempat aman untuk menghindari serangan Israel.

Respons Internasional terhadap Serangan Israel ke Lebanon
Banyak negara dan organisasi internasional mengecam serangan Israel ke Lebanon. Sebanyak 63 negara dan Uni Eropa mengeluarkan pernyataan kecaman terhadap serangan terhadap pasukan UNIFIL di Lebanon. PBB juga menyatakan kecamannya terhadap serangan Israel, menilai bahwa tindakan tersebut mengganggu upaya perdamaian di Timur Tengah.






