Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah berjalan selama 1 tahun 3 bulan di Indonesia menunjukkan dampak positif yang signifikan terhadap siswa. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui studi bersama dengan LabSosio Universitas Indonesia (UI), mencatat bahwa program ini tidak hanya meningkatkan kesehatan fisik siswa, tetapi juga memberikan semangat baru dalam kehadiran mereka di sekolah.
Menurut Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Nonformal dan Informal, Kemendikdasmen, Gogot Suharwoto, tingkat kehadiran siswa meningkat secara signifikan sejak program MBG diberlakukan. “Jarang sekali anak yang sakit. Lebih semangat masuk sekolah,” ujar Gogot dalam konferensi pers yang digelar di Jakarta, Kamis (16/4).
Selain itu, hasil studi tersebut menunjukkan bahwa MBG menjadi salah satu layanan yang paling dinantikan oleh siswa, terutama dari kalangan ekonomi rendah. Program ini tidak hanya memberikan makan siang gratis, tetapi juga memperkenalkan edukasi gizi kepada siswa. Guru-guru yang ditugaskan untuk memberikan pengetahuan tentang asupan gizi pun turut berperan dalam membantu siswa memahami pentingnya makanan bergizi.
Dari sisi edukasi gizi, survei yang dilakukan pada 2025 mencatat bahwa siswa lebih paham mengenai makanan bergizi. Hal ini disebabkan karena para guru memberikan pelajaran berdasarkan menu MBG yang ada. Siswa bahkan mulai memiliki kebiasaan menghitung kandungan gizi dari setiap menu yang tersedia.
Sejalan dengan hal tersebut, survei nasional terbaru dari Poltracking Indonesia menunjukkan tingkat kepercayaan publik terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran mencapai angka yang sangat kuat, yaitu 75,1%. Dari total 74,1% masyarakat yang menyatakan puas dengan kinerja pemerintah, faktor utama yang mendongkrak angka tersebut adalah keberhasilan program MBG.
“Dari data ini, 88 persen publik tahu tentang program yang sangat populer dan fenomenal ini, hanya saja yang puas terhadap program ini adalah 55 persen,” kata Peneliti Utama Poltracking Indonesia, Masduri Amrawi.
Selain itu, data Poltracking menunjukkan bahwa 36,5% publik menilai MBG sebagai program yang paling dirasakan manfaatnya secara langsung, melampaui program bantuan lain seperti subsidi upah maupun layanan kesehatan. Pendapat ini sejalan dengan pandangan Oscar Darmawan, pendiri sekaligus chairman Indodax, bursa aset digital pertama dan terbesar di Indonesia.
Oscar menilai program MBG memiliki manfaat makroekonomi yang besar. “MBG itu menyerap tenaga kerja yang besar. Dapur-dapur MBG di setiap titiknya menyerap tenaga kerja yang besar. Indonesia punya tantangan, dengan rakyat banyak tapi banyak pula yang nganggur. Kalau rakyat nganggur, itu efeknya tidak baik buat negara,” jelasnya.
Lebih lanjut, Oscar menegaskan bahwa anak-anak sekolah di kota-kota kecil masih belum mendapatkan makan siang yang layak. Meskipun ada kontroversi, program MBG tetap memberikan manfaat yang nyata. “Daripada cuma makan snack-snack instan, minimal di MBG mereka dapat nasi, ayam, dan telur,” tambahnya.
Menurut Oscar, anggaran MBG yang besar juga berkontribusi pada perputaran ekonomi yang lebih luas. “Yang mengelola dapur MBG kan banyak orang. Jadi uang dari APBN itu akan mengalir,” tegasnya.







