Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Jadwal Live TV Thomas-Uber Cup 2026: Indonesia vs Taiwan dan Prancis Pagi Ini

    29 April 2026

    Terpopuler: Kesulitan Angelina Sondakh di Penjara dan Ancaman pada Orang Tua Azril

    29 April 2026

    Surabaya Jadi Pembuka Kampanye Visit Malaysia 2026, Promosikan Wisata Beragam

    29 April 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Rabu, 29 April 2026
    Trending
    • Jadwal Live TV Thomas-Uber Cup 2026: Indonesia vs Taiwan dan Prancis Pagi Ini
    • Terpopuler: Kesulitan Angelina Sondakh di Penjara dan Ancaman pada Orang Tua Azril
    • Surabaya Jadi Pembuka Kampanye Visit Malaysia 2026, Promosikan Wisata Beragam
    • 5 alasan keanggotaan jadi senjata setia pelanggan
    • Tampang Enjang Ditangkap, TNI Palsu Tipu Pedagang Telur Rugi Rp7 Juta
    • Jadwal 1 Dzulhijjah 1447 H Tahun 2026: Muhammadiyah dan Pemerintah
    • Ramalan Zodiak Sagitarius dan Capricorn 26 April 2026: Cinta, Karir, Kesehatan, dan Keuangan
    • Makanan Fira, kisah Gen Z yang ubah hobi jadi bisnis sukses
    • Cara Menarik Belajar Pencemaran Lingkungan dengan Eco-Rotation, Inovasi Guru SDN Danawarih 03 Tegal
    • Mengenal 177 Hotel Jemaah Haji di Makkah: Hanya 100 Meter dari Halte Bus
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Politik»Wakil Ketua MPR: Pancasila Unggul Hadapi Krisis Domestik dan Global

    Wakil Ketua MPR: Pancasila Unggul Hadapi Krisis Domestik dan Global

    adm_imradm_imr29 April 20261 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Peran Pancasila dalam Menghadapi Krisis Nasional

    Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid atau yang dikenal dengan sebutan HNW menyampaikan bahwa Indonesia telah mengalami berbagai krisis sejak dahulu. Mulai dari krisis ekonomi, politik, kepercayaan, ideologi, hingga krisis pusat daerah dan pemberontakan. Bahkan, krisis komunisme dan global juga pernah melanda bangsa Indonesia.

    Namun, krisis-krisis tersebut selalu berhasil diselesaikan dengan baik berkat adanya pengamalan ideologi dan dasar negara Pancasila. Menurut HNW, potensi krisis akibat konflik antara Amerika Serikat-Israel dan Iran bukanlah ancaman baru bagi Indonesia. Ia yakin bangsa Indonesia mampu melewati krisis ini jika benar-benar menjalankan nilai-nilai Pancasila.

    Pernyataan tersebut disampaikan HNW saat menjadi narasumber dalam Forum Diskusi Aktual Berbangsa dan Bernegara yang diselenggarakan oleh MPR RI bersama DPW Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Provinsi Bangka Belitung. Acara yang membahas tema “Mengokohkan Ketahanan Nasional Dalam Menghadapi Krisis Melalui Nilai-Nilai Pancasila” berlangsung di Pangkalpinang pada Sabtu (18/4).

    Menurut HNW, keberadaan Pancasila sebagai dasar dan ideologi bangsa menjadikan Indonesia tetap utuh dan terhindar dari perpecahan. Meskipun Indonesia adalah negara kepulauan yang memiliki keragaman agama, ras, suku bangsa, budaya, dan bahasa, keberadaan Pancasila memastikan persatuan bangsa.

    “Karena para tokoh bapak bangsa, baik yang religius maupun nasionalis, sepakat untuk mengakui dan menerima Pancasila sebagai ideologi bersama, maka selamatlah Indonesia,” ujarnya.

    Sejarah Penyusunan Pancasila

    Sejak awal penyusunan, tokoh-tokoh agama seperti Abdul Kahar Muzakir, H. Agus Salim, dan Wachid Hasjim serta tokoh Kristen seperti AA Maramis terlibat langsung dalam Panitia 9 dalam menyusun Piagam Jakarta yang menjadi Pembukaan UUD 1945. Para tokoh Islam itu rela menghilangkan tujuh kata pada sila pertama dalam Piagam Jakarta sesuai keberatan masyarakat Indonesia Timur, sehingga berubah menjadi “Ketuhanan Yang Maha Esa”.

    HNW menilai kesepakatan terhadap hadirnya Pancasila membuat bangsa Indonesia mampu menghadapi berbagai krisis, baik dari dalam maupun luar negeri. Berbeda dengan Uni Soviet yang pernah menjadi negara terbesar kedua setelah Amerika Serikat. Negara itu kini telah lenyap dan terpecah menjadi 15 negara karena krisis ekonomi dan kegagalan reformasi politik. Ideologi komunisme yang diimpor dari luar tidak mengakar di bumi mereka.

    Nasib serupa dialami Yugoslavia, yang terdiri dari lima etnis dan tiga agama besar. Saat ini, Yugoslavia sudah terhapus dari peta dunia digantikan tujuh negara merdeka. Yugoslavia pecah akibat konflik antaretnis dan meningkatnya nasionalisme kedaerahan.

    Pancasila sebagai Dasar Persatuan

    Meski krisis akan terus terjadi, termasuk ketika Amerika dan Israel menyerang Iran, HNW percaya bangsa dan negara Indonesia akan tetap bertahan. Karena itu, ia mengajak umat Islam khususnya dan bangsa Indonesia pada umumnya untuk terus mengawal Pancasila dengan menerapkan semua sila-sila dalam kehidupan dan kebijakan sehari-hari.

    Indonesia adalah negara kepulauan yang terdiri dari lebih dari 17.000 pulau, 700 lebih suku bangsa, dan enam agama resmi. Jika tidak ada ideologi yang tumbuh dari dalam, kasus Uni Soviet dan Yugoslavia bisa terjadi. Namun, Indonesia tetap kokoh dan kuat karena memiliki ideologi yang menyatukan semua.

    Tokoh-Tokoh Pendiri Pancasila

    Pancasila tumbuh dari dalam, digali secara bersama-sama oleh komponen bangsa, baik tokoh nasional yang berlatar belakang organisasi kebangsaan, partai maupun profesi, serta melibatkan tokoh-tokoh umat Islam dari latar belakang ormas maupun organisasi politik.

    Tokoh-tokoh tersebut antara lain dari Muhammadiyah: K.H. Kahar Muzakir, Ki Bagus Hadi Kusumo, dan K.H. Mas Mansur. Dari NU: K.H. Wahid Hasyim, K.H. Masykur, dan K.H. Hasyim Asy’ari. Dari Persatuan Umat Islam: K.H. Abdul Halim, K.H. Anwar Sanusi, dan Mr. Syamsudin. Dari Partai Syarikat Islam: Haji Abi Kusno Cokrosuyoso, dari Partai Islam Penyandar: Haji Agus Salim, dan dari Masyumi: Muhammad Nasir.

    Mereka bersepakat menjadikan Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara. Sukses Pancasila mengamankan persatuan kesatuan Indonesia sudah berlangsung lebih dari 80 tahun. Selama itu, Pancasila menjadikan bangsa Indonesia tahan terhadap beragam masalah dan krisis.

    Peran Partai Islam dalam Menyelesaikan Krisis

    HNW menekankan partai politik, apalagi partai Islam, hendaknya menjadi garda terdepan dalam menghadapi dan mengatasi krisis ini dengan menyatukan bangsa dengan Pancasilanya. Sejak dulu, partai Islam berada di garda terdepan menyelesaikan permasalahan bangsa supaya keluar dari krisis-krisisnya.

    Kontribusi tokoh Islam dalam penyusunan Pancasila terbukti dengan masuknya ungkapan-ungkapan dalam Al-Qur’an dan hadist ke dalam sila-sila Pancasila. Istilah seperti adil (keadilan) dan rakyat (kerakyatan) bukan berasal dari Bahasa Melayu, melainkan dari ungkapan khas Al-Qur’an dan hadis yang diserap ke dalam bahasa Indonesia.

    Selain itu, ketika Belanda memecah belah RI dan merubah Indonesia menjadi RIS, berdasarkan fakta sejarah terbukti tokoh dari Partai Islam Masyumi berjasa mengembalikan bentuk negara Indonesia kembali menjadi NKRI melalui Mosi Integral Natsir, 3 April 1950.

    HNW mengingatkan jika itu tidak terjadi, barangkali generasi muda tidak mengenal NKRI, dan yang menjadikan NKRI sebagai harga mati. Jika dahulu tokoh-tokoh Islam berperan aktif menjadi kelompok yang memberikan solusi terhadap krisis dan masalah yang dihadapi bangsa Indonesia, sudah sewajarnya bila umat Islam, ormas Islam hingga partai Islam tidak dipinggirkan, melainkan dipercaya untuk kembali menjadi garda terdepan turut menyelesaikan krisis yang kita hadapi, termasuk krisis-krisis akibat perang di Timur Tengah.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Fakta Baru Sidang Leonardi, Nama Mantan Menhan Ryamizard Ryacudu Terlibat Tender Navayo

    By adm_imr29 April 20260 Views

    Prof Dr Bansu Irianto Ansari Terpilih Kembali Jadi Ketua APTISI Aceh 2026

    By adm_imr29 April 20261 Views

    Balas Dendam Washington, Beijing Tutup Pintu Dolar AS di Sektor AI

    By adm_imr29 April 20262 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Jadwal Live TV Thomas-Uber Cup 2026: Indonesia vs Taiwan dan Prancis Pagi Ini

    29 April 2026

    Terpopuler: Kesulitan Angelina Sondakh di Penjara dan Ancaman pada Orang Tua Azril

    29 April 2026

    Surabaya Jadi Pembuka Kampanye Visit Malaysia 2026, Promosikan Wisata Beragam

    29 April 2026

    5 alasan keanggotaan jadi senjata setia pelanggan

    29 April 2026
    Berita Populer

    HUT ke-112 Kota Malang Jadi Momentum Evaluasi, Wali Kota Tekankan Penyelesaian Masalah Prioritas

    Kota Malang 1 April 2026

    Kota Malang- Wahyu Hidayat menegaskan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang bukan…

    Banyak Layani Luar Daerah, Dinkes Kabupaten Malang Ubah UPT Kalibrasi Jadi BLUD

    27 Maret 2026

    Karcis Masuk Pantai Pasir Panjang Disorot, Transparansi Retribusi Dipertanyakan

    7 April 2026

    Operasi Pekat Semeru 2026, Polres Malang Ungkap Dugaan Peredaran Bahan Peledak di Poncokusumo

    28 Februari 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?