Apa Itu Genre “Doom-Rom”?
Genre “doom-rom” adalah istilah yang muncul di balik berbagai jenis film, yang diperkenalkan oleh Pop Sugar. Berbeda dengan genre romantis biasanya, doom-rom menawarkan kisah cinta yang lebih realistis dan tidak selalu berakhir bahagia. Fokus utamanya adalah pada bagaimana cinta bisa gagal dan berantakan, seperti dalam film The Drama yang menunjukkan hubungan pasangan yang runtuh karena sebuah rahasia besar.
Cerita yang Realistis Kini Lebih Diminati

Menurut Taylor Andrews, senior editor Pop Sugar yang spesialisasi hubungan dan seks, orang-orang saat ini kurang tertarik melihat kisah cinta yang klise karena terasa tidak realistis. Banyak orang yang merasa kesepian dan mengalami kegagalan dalam hubungan, sehingga genre doom-rom menjadi gambaran dari pengalaman mereka di dunia nyata yang lebih nyaman dan menarik untuk ditonton.
“Orang-orang tidak lagi mencari kisah cinta yang klise karena kisah-kisah seperti itu sama sekali tidak realistis. Para lajang kini merasa lebih kesepian dan lebih banyak yang masih single daripada sebelumnya, jadi film romantis bernuansa suram justru menjadi gambaran yang lebih akurat tentang realitas kencan,” ujar Taylor.
Gambarkan Bagaimana Orang Berkencan Saat Ini

Tidak hanya itu, doom-rom juga disebut sebagai gambaran kencan zaman sekarang. Masalah dalam hubungan bisa menjadi ujian untuk pasangan tersebut bertumbuh, tapi mungkin itu juga tanda bahwa kalian tidak cocok bersama. Doom-rom lebih menekankan pada sisi buruknya dan proses dari kekacauan dalam hubungan tersebut.
“Dengan semakin banyaknya orang yang bosan dengan aplikasi kencan dan ingin hubungan yang lebih santai, menurutku ‘doom-rom’ ini justru lebih menggambarkan realitas kencan di zaman sekarang. Aku sedang bertunangan dan bahagia bersama pasanganku, tapi aku suka menganalisis hubungan orang lain. ‘Doom-rom’ memungkinkan aku untuk ikut merasakan kekacauan yang dialami para karakter, bukan sekadar berharap mereka pada akhirnya bisa menyelesaikan masalahnya,” tambah Taylor.
Contoh Terbarunya dari Film The Drama

Di film-film genre ini, penonton sudah diberi tanda bahwa hubungan ini tidak akan berhasil, beracun, atau berakhir tragis, namun mereka tetap menonton proses “kecelakaan” tersebut terjadi. Salah satu contohnya yang terbaru adalah film The Drama. Dibintangi oleh Zendaya dan Robert Pattinson, film ini dimulai seperti kebanyakan film romantis pada umumnya. Dua orang yang sangat menarik bertemu secara kebetulan dan saling melontarkan candaan. Namun kemudian, alur ceritanya menjadi lebih berat, dan sebuah pengungkapan mengejutkan membuat pertunangan mereka terguncang habis-habisan.
The Drama membawa alur cerita yang tidak umum dalam film romantis Hollywood, bahwa sebenarnya cinta tidak selalu mengalahkan segalanya.
Efek dari Doom-Rom

Meski terasa related dengan kenyataan, terlalu banyak mengonsumsi film bergenre ini mungkin bisa memengaruhi perspektif atau psikologis. Ini mungkin memberikan pelajaran moral, tapi juga bisa membuat orang jadi terlalu pesimis dalam memandang hubungan.
Doom-rom kemungkinan bisa menumbuhkan persepsi bahwa hubungan itu hanya akan dipenuhi ujian dan hal-hal negatif, yang membuatmu semakin enggan untuk berkomitmen, ketidakpercayaan pada pasangan atau cinta, dan mengaburkan fakta bahwa hubungan yang sehat sebenarnya justru sering kali bersifat tenang, stabil, dan prediktabel.
Cara Menikmati Doom-Rom dengan Sehat

Film doom-rom mungkin memiliki efek jika terlalu banyak dikonsumsi tanpa batasan yang sehat. Bukan berarti kamu harus berhenti menontonnya. Film-film ini sering kali merupakan karya seni yang luar biasa, tapi kuncinya kamu harus paham literasi media.
Pahami itu hanyalah fiksi. Mereka adalah studi kasus ekstrem tentang kegagalan manusia, bukan panduan cara menjalin hubungan. Lalu, berilah dirimu jeda emosional dengan tidak menonton film bergenre tersebut secara berturut-turut. Imbangi dengan tontonan yang lebih ringan.
Coba gunakan film tersebut sebagai bahan diskusi tentang apa yang tidak boleh dilakukan dalam sebuah hubungan. Ini bisa jadi topik diskusi buat kamu dan pasangan atau mungkin dengan dirimu sendiri untuk membangun hubungan yang sehat ke depannya.







