Peran Dompet Dhuafa dalam Membangun Kesejahteraan Masyarakat NTT
Dompet Dhuafa, sebuah lembaga filantropi yang telah berkiprah sejak tahun 1993, kini hadir di berbagai provinsi di Indonesia termasuk Nusa Tenggara Timur (NTT). Yayasan ini memiliki berbagai program andalan yang bertujuan untuk menjawab kebutuhan masyarakat, terutama di daerah-daerah yang masih membutuhkan bantuan. Manager Fundraising Dompet Dhuafa NTT, Muhammad Khasbullah Djailany, S.Sy.,CZM, menjelaskan perjalanan panjang lembaga ini dalam podcast Pos Kupang.
Sejarah Awal Berdirinya Dompet Dhuafa
Asal muasal Dompet Dhuafa bermula dari aktivitas wartawan Republika pada akhir tahun 1990-an. Ketika mereka turun ke lapangan, mereka menemukan adanya kesenjangan antara si kaya dan si miskin. Hal ini membuat para wartawan tersebut memiliki visi dan misi untuk menciptakan wadah yang dapat memberikan bantuan kemanusiaan selain hanya meliput berita. Akhirnya, nama Yayasan Dompet Dhuafa Republika lahir sebagai bentuk komitmen untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.
Hingga saat ini, Dompet Dhuafa telah berkembang dan tersebar di 30 provinsi di Indonesia. Salah satu aturan penting yang diberlakukan oleh pendirinya adalah bahwa yayasan ini tidak bisa diwariskan. Hal ini bertujuan agar lembaga tetap fokus pada tujuannya tanpa terganggu oleh kepentingan pribadi atau keluarga.
Program Dompet Dhuafa di NTT
Di NTT, Dompet Dhuafa mulai hadir melalui Layanan Kesehatan Cuma-cuma (LKC) pada tahun 2013 hingga 2019. Setelah itu, lembaga zakat Dompet Dhuafa berdiri secara resmi di NTT pada akhir tahun 2019. Sampai tahun 2026, hampir seluruh kabupaten di NTT telah didatangi dan diberikan berbagai macam program, terutama dalam bidang kesehatan, pendidikan, dakwah dan budaya, serta ekonomi.
Di bidang pendidikan, Dompet Dhuafa memberikan bantuan biaya kuliah kepada salah satu siswa asal Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Aminah Lopo. Orang tua Aminah adalah petani dan penenun yang tinggal di pedalaman. Meski ada bantuan dari pemerintah, jumlahnya tidak cukup untuk menutupi kebutuhan pendidikannya. Oleh karena itu, Dompet Dhuafa melakukan survei dan intervensi untuk membantu Aminah mencapai cita-citanya.
Bantuan dalam Bidang Kesehatan dan Pendidikan
Selain pendidikan, Dompet Dhuafa juga aktif dalam memberikan layanan kesehatan kepada masyarakat. Di Desa Oebelo, misalnya, terdapat desa binaan kesehatan yang mendapatkan Layanan Kesehatan Cuma-cuma. Layanan ini tidak hanya diberikan kepada umat Muslim, tetapi juga kepada seluruh masyarakat.
Kabupaten TTS menjadi salah satu sasaran utama program Dompet Dhuafa karena dianggap sebagai salah satu kabupaten termiskin di NTT setelah Rote Ndao, Sumba, dan Manggarai. Di TTS, Dompet Dhuafa menyediakan berbagai layanan seperti khitan, kebun gizi, budidaya ikan air tawar, serta pelatihan bagi da’i dan guru ngaji. Selain itu, para guru sekolah juga diberikan insentif tambahan untuk membantu pembinaan masyarakat di daerah pedesaan.
Manfaat yang Dirasakan Masyarakat
Banyak warga yang merasakan manfaat dari program Dompet Dhuafa, terutama dalam bidang kesehatan dan pendidikan. Para pengurus lembaga ini menyadari bahwa keberadaan Dompet Dhuafa sangat berarti dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Dengan bantuan dari dana zakat, banyak orang yang berhasil meraih pendidikan dan kesehatan yang lebih baik.
Dalam waktu dekat, Dompet Dhuafa akan terus memperluas cakupan programnya agar semakin banyak masyarakat yang bisa merasakan manfaatnya. Dengan komitmen dan dedikasi yang tinggi, lembaga ini diharapkan bisa menjadi contoh dalam upaya pemberdayaan masyarakat di NTT dan wilayah lainnya.







