Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    9 Doa Singkat Penghapus Dosa Lengkap dengan Tulisan Arab, Latin, dan Terjemahan

    7 Mei 2026

    Menteri Purbaya Kurus, Sering Sakit Pinggang dan Disuntik 8 Kali

    7 Mei 2026

    Di Balik Kesuksesan Resto Jejamuran Jogja, Cinta dan Perhatian yang Tulus pada Jamur

    7 Mei 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Jumat, 8 Mei 2026
    Trending
    • 9 Doa Singkat Penghapus Dosa Lengkap dengan Tulisan Arab, Latin, dan Terjemahan
    • Menteri Purbaya Kurus, Sering Sakit Pinggang dan Disuntik 8 Kali
    • Di Balik Kesuksesan Resto Jejamuran Jogja, Cinta dan Perhatian yang Tulus pada Jamur
    • Allegri Ubah Strategi Serangan, Striker AC Milan Kehcewakan di Liga Italia
    • 10 destinasi malam Surabaya yang wajib dikunjungi
    • 8 Lagu Klasik yang Menggemparkan, Tanda Selera Musik Anda Masih Hebat
    • 14 Poin Proposal Iran ke AS Akhiri Perang dan Atur Selat Hormuz
    • Daihatsu New Sirion R CVT 2026: Dijual dengan Harga Ini
    • Jangan Asal Gunakan Mobil Listrik! Kenali Fitur Keselamatan Penting untuk Hindari Kecelakaan Fatal
    • Aksi 214 Minta Sidang Hak Angket DPRD Kaltim Disiarkan Langsung
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Kuliner»Di Balik Kesuksesan Resto Jejamuran Jogja, Cinta dan Perhatian yang Tulus pada Jamur

    Di Balik Kesuksesan Resto Jejamuran Jogja, Cinta dan Perhatian yang Tulus pada Jamur

    adm_imradm_imr7 Mei 20260 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Kehidupan Ratidjo yang Berawal dari Cinta pada Jamur

    Ratidjo Hardjo Suwarno, seorang pria berusia 82 tahun, telah menghabiskan lebih dari 50 tahun dalam dunia jamur. Sejak tahun 1968, ia memulai perjalanan panjangnya dengan menekuni budidaya jamur, meskipun saat itu tidak banyak orang yang percaya pada potensi bisnis ini. Dari satu meja di pinggir jalan hingga menjadi ikon kuliner Yogyakarta, Jejamuran kini dikenal sebagai rumah makan spesialis olahan jamur yang populer.

    Perjalanan Ratidjo tidak mudah. Pada awalnya, ia tidak mendapatkan dukungan dari bank karena bisnis agro dinilai terlalu berisiko. Meski sempat memiliki pengalaman sebagai pimpinan perusahaan dan kenal dengan beberapa pegawai bank, tidak ada yang berani memberikan pinjaman kepadanya. Namun, dengan semangat dan tekad yang kuat, ia memutuskan untuk membangun usaha sendiri.

    Dengan lahan seluas 131 meter persegi dan modal yang berasal dari pinjaman sana-sini, Ratidjo membangun Jejamuran. Awalnya, semua peralatan seperti meja dan kursi dibeli bekas, bahkan beberapa di antaranya dipinjam dari komunitas RW. Ketika Jejamuran mulai berkembang, Ratidjo akhirnya mendapatkan kepercayaan dari BRI dan memperoleh pinjaman sebesar Rp200 juta untuk memperluas usahanya.

    Cinta pada Jamur Sejak Tahun 1968

    Ratidjo mengaku bahwa cintanya pada jamur sudah dimulai sejak tahun 1968. Saat itu, ia belajar dari ahli jamur asal Taiwan ketika jamur belum populer di Indonesia. Pengalaman ini membawanya terlibat dalam industri jamur skala besar, namun ia memilih kembali ke Yogyakarta dan membangun usaha sendiri dari nol.

    Menurut Ratidjo, kunci sukses dalam berbisnis jamur adalah mencintai dengan sepenuh hati. Ia menyatakan bahwa meskipun bukan lulusan pertanian, ia bisa berkomunikasi dengan jamur. Menurutnya, mempelajari tanaman hidup tidak harus melalui pendidikan tinggi, tetapi cukup dengan rasa dan hati.

    Namun, Ratidjo juga mengakui bahwa membedakan jamur yang aman dikonsumsi dan yang beracun sangat sulit. Di Indonesia, jumlah jamur beracun lebih banyak daripada jamur yang aman untuk dimakan. Berkat tangan dinginnya, beberapa jenis jamur yang sebelumnya hanya bisa tumbuh di dataran tinggi kini dapat dibudidayakan di Sleman.

    Langkah Besar Tahun 2006: Membangun Jejamuran dari Nol

    Awalnya, Jejamuran hanya merupakan rumah makan kecil dengan satu meja di pinggir jalan. Pelanggan utamanya adalah sopir truk dan petani yang pulang dari sawah. Namun, dari kesederhanaan itulah, Ratidjo mulai memperkenalkan olahan jamur kepada masyarakat. Ia bahkan rela berkeliling dari rumah ke rumah untuk memberi edukasi bahwa jamur bisa diolah, aman, dan lezat.

    Butuh tiga tahun bagi Ratidjo dan istrinya untuk meyakinkan masyarakat bahwa jamurnya aman dikonsumsi. Meskipun sering mendapat komentar negatif, ia tidak pernah patah arang karena niatnya tulus.

    Tahun 2006 menjadi titik penting ketika Jejamuran resmi berdiri sebagai rumah makan. Dengan bantuan modal dari BRI, Jejamuran mulai berkembang pesat. Bahkan, Jejamuran pernah direview oleh almarhum Bondan Winarno, yang turut membantu popularitasnya.

    Puncak kesuksesannya terjadi pada tahun 2009 ketika Ratidjo meraih penghargaan sebagai UMKM terbaik DIY dari Hamengkubuwono X. Ia juga pernah diundang ke Istana Negara di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Joko Widodo (Jokowi).

    Jejamuran Kini Jadi Destinasi Kuliner Wajib di Jogja

    Meskipun terletak jauh dari pusat Kota Yogyakarta, Jejamuran kini menjadi destinasi kuliner yang wajib dikunjungi. Tak jarang pelanggan datang dari luar DIY. Salah satunya adalah Putri Ayuntari (36), yang selalu mampir ke Jejamuran setiap kali mudik.

    Menu di Jejamuran cukup beragam, termasuk tongseng jamur, sate jamur, king oyster lada hitam, jamur bakar, telur dadar shiratake, goreng tepung tiram, martabak risoles lumpia, sup jamur, dan lainnya. Jejamuran buka dari pukul 10.00 WIB-22.00 WIB tiap Senin sampai Kamis, serta pukul 09.00 WIB-21.00 WIB tiap akhir pekan. Di sini juga tersedia fasilitas meeting room dan pusat oleh-oleh bagi para pelancong.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    7 cara menyimpan sabun cair, tahan lama dan efisien

    By adm_imr7 Mei 20261 Views

    7 tempat makan keluarga di Bogor, nyaman untuk bersantap bersama

    By adm_imr7 Mei 20261 Views

    Apa Itu Brunch? Definisi, Waktu, dan Rekomendasi Menu

    By adm_imr7 Mei 20262 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    9 Doa Singkat Penghapus Dosa Lengkap dengan Tulisan Arab, Latin, dan Terjemahan

    7 Mei 2026

    Menteri Purbaya Kurus, Sering Sakit Pinggang dan Disuntik 8 Kali

    7 Mei 2026

    Di Balik Kesuksesan Resto Jejamuran Jogja, Cinta dan Perhatian yang Tulus pada Jamur

    7 Mei 2026

    Allegri Ubah Strategi Serangan, Striker AC Milan Kehcewakan di Liga Italia

    7 Mei 2026
    Berita Populer

    HUT ke-112 Kota Malang Jadi Momentum Evaluasi, Wali Kota Tekankan Penyelesaian Masalah Prioritas

    Kota Malang 1 April 2026

    Kota Malang- Wahyu Hidayat menegaskan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang bukan…

    Kasus Perzinaan Oknum ASN Kota Batu Berujung Penjara, Vonis Diperberat di Tingkat Banding

    29 April 2026

    Banyak Layani Luar Daerah, Dinkes Kabupaten Malang Ubah UPT Kalibrasi Jadi BLUD

    27 Maret 2026

    Kejagung Sita Aset Kasus Ekspor CPO di Kota Malang, Tanah 157 Meter Persegi Dipasangi Plang

    2 Mei 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?