Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Surat Edaran Mendikdasmen No. 7 Tahun 2026: Penugasan Guru Honorer Hingga Akhir Tahun dengan Syarat Tertentu

    5 Mei 2026

    Seminar Literasi Keuangan di STIE Malangkucecwara: Mahasiswa Pelajari Investasi

    5 Mei 2026

    10 destinasi wisata keluarga di Blitar yang tak terlewatkan

    5 Mei 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Selasa, 5 Mei 2026
    Trending
    • Surat Edaran Mendikdasmen No. 7 Tahun 2026: Penugasan Guru Honorer Hingga Akhir Tahun dengan Syarat Tertentu
    • Seminar Literasi Keuangan di STIE Malangkucecwara: Mahasiswa Pelajari Investasi
    • 10 destinasi wisata keluarga di Blitar yang tak terlewatkan
    • Kecelakaan Maut KA Argo Bromo vs KRL di Bekasi, Awalnya Taksi Listrik VinFast Mogok di Tengah Rel
    • Bolehkah Berkurban Makan Hewan yang Dikurbankan? UAS Ingatkan Soal Nazar
    • Kenangan terakhir, doa panjang umur jadi duka di hari 13 April
    • Ide oleh-oleh khas Sragen, serundeng lebos dengan rasa gurih cocok untuk lauk
    • Profil dan Perjalanan Karier Pemilik Taksi Listrik Xanh SM
    • Jadwal Kapal Pelni Makassar–Baubau Mei 2026: KM Dobonsolo hingga Ciremai
    • Harga Emas Antam, Galeri24, dan UBS Hari Ini, 4 Mei 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Kesehatan»Kemenhaj Laporkan 2 Jemaah Haji Indonesia Meninggal di Madinah, Salah Satunya dari Samarinda

    Kemenhaj Laporkan 2 Jemaah Haji Indonesia Meninggal di Madinah, Salah Satunya dari Samarinda

    adm_imradm_imr5 Mei 20261 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Penyelenggaraan Ibadah Haji 1447 Hijriah Terus Berlangsung dengan Berbagai Dampak

    Penyelenggaraan ibadah haji tahun 1447 Hijriah atau tahun 2026 terus berjalan dengan berbagai dinamika di Tanah Suci. Di tengah proses pemberangkatan dan pelayanan jemaah, kabar duka datang dari rombongan haji Indonesia yang berada di Arab Saudi.

    Pemerintah melalui Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI melaporkan adanya penambahan jumlah jemaah haji Indonesia yang wafat. Informasi ini disampaikan secara resmi dalam konferensi pers yang digelar di Jakarta pada Sabtu, 2 Mei 2026. Kondisi ini menjadi perhatian serius pemerintah, mengingat ibadah haji merupakan aktivitas fisik yang cukup berat, terutama bagi jemaah lanjut usia.

    Selain itu, faktor cuaca di Arab Saudi yang cenderung panas dan kering juga menjadi tantangan tersendiri bagi jemaah asal Indonesia yang terbiasa dengan iklim tropis lembap. Di sisi lain, pemerintah memastikan bahwa pelayanan kesehatan tetap menjadi prioritas utama selama penyelenggaraan ibadah haji, baik melalui tenaga medis yang tergabung dalam kloter maupun fasilitas kesehatan yang tersedia di Arab Saudi.

    Dua Jemaah Wafat di Madinah, Total Jadi Tujuh Orang

    Kepala Biro Humas Kemenhaj RI, Moh. Hasan Afandi, menyampaikan bahwa terdapat dua jemaah haji Indonesia yang meninggal dunia di Madinah pada hari ke-12 operasional haji tahun ini. Dua jemaah haji tersebut berasal dari Pekalongan, Jawa Tengah dan Samarinda, Kalimantan Timur.

    “Innalillahi wa innailaihi raji’un. Terdapat dua jemaah haji Indonesia yang wafat di Madinah atas nama Siti Sri Rahayu Sanusi (65) dari SOC 12 asal Kabupaten Pekalongan dan Endar Jaya Purwadi (62) dari BPN 01 asal Kota Samarinda,” ujar Hasan dalam konferensi pers, Sabtu (2/5/2026).

    Dengan bertambahnya dua jemaah tersebut, maka total jemaah haji Indonesia yang wafat hingga saat ini mencapai tujuh orang. “Sehingga saat ini total jemaah wafat sebanyak tujuh orang. Semoga almarhum dan almarhumah husnul khatimah,” sambungnya.

    Dalam konteks ibadah haji, istilah husnul khatimah merujuk pada harapan agar seseorang meninggal dalam keadaan baik menurut ajaran Islam, khususnya saat menjalankan ibadah suci seperti haji.

    Puluhan Jemaah Masih Dirawat, Ribuan Jalani Rawat Jalan

    Selain laporan terkait jemaah wafat, pemerintah juga mengungkap kondisi kesehatan jemaah lainnya yang saat ini masih menjalani perawatan. Hasan menjelaskan bahwa hingga saat ini terdapat 39 jemaah haji Indonesia yang masih dirawat di rumah sakit di Arab Saudi.

    “Hingga saat ini, jumlah jemaah yang masih dirawat di Rumah Sakit Arab Saudi sebanyak 39 orang. Sebanyak 5.576 jemaah berobat rawat jalan dan 105 jemaah yang dirujuk ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia,” jelasnya.

    Istilah rawat jalan merujuk pada perawatan medis tanpa harus menginap di rumah sakit, sementara rujukan berarti pasien dipindahkan ke fasilitas kesehatan tertentu yang memiliki penanganan lebih lengkap. Data tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar jemaah hanya mengalami gangguan kesehatan ringan hingga sedang, sehingga masih dapat ditangani tanpa perawatan intensif di rumah sakit.

    Layanan Kesehatan Dipastikan Siap di Semua Titik

    Pemerintah menegaskan bahwa kondisi jemaah secara umum masih dalam pengawasan dan mendapatkan layanan kesehatan yang memadai. “Secara umum kondisi jemaah terpantau dan terus mendapatkan layanan medis, baik di kloter, sektor, maupun fasilitas kesehatan rujukan,” ujar Hasan.

    Dalam penyelenggaraan haji, istilah kloter atau kelompok terbang merujuk pada rombongan jemaah yang diberangkatkan dalam satu penerbangan. Sementara sektor adalah pembagian wilayah layanan di Arab Saudi yang bertujuan mempermudah koordinasi pelayanan jemaah. “Pemerintah juga memastikan kesiapan layanan kesehatan di seluruh titik layanan,” tambahnya.

    Hal ini mencakup kesiapan tenaga medis, ketersediaan obat-obatan, hingga fasilitas kesehatan yang dapat diakses oleh jemaah kapan pun dibutuhkan.

    Puluhan Ribu Jemaah Sudah Tiba di Tanah Suci

    Di tengah dinamika kesehatan jemaah, proses pemberangkatan haji Indonesia terus berjalan secara bertahap. Berdasarkan data Kemenhaj hingga Jumat, 1 Mei 2026, sebanyak 175 kloter telah diberangkatkan ke Arab Saudi. Total jemaah yang sudah berangkat mencapai 68.082 orang, didampingi oleh 697 petugas kloter yang bertugas memberikan pelayanan dan pendampingan selama ibadah berlangsung.

    “Jemaah yang telah tiba di Madinah sebanyak 165 kloter dengan 64.129 jemaah dan 657 petugas kloter, dan secara bertahap pergerakan jemaah menuju Mekkah terus berlangsung,” jelas Hasan. Madinah menjadi salah satu kota tujuan awal bagi jemaah haji sebelum melanjutkan perjalanan ke Mekkah untuk melaksanakan rangkaian ibadah utama seperti tawaf dan wukuf.

    Pergerakan Jemaah Menuju Mekkah Terus Berlangsung

    Selain di Madinah, sebagian jemaah juga telah berada di Mekkah sebagai pusat pelaksanaan ibadah haji. “Sementara itu, jemaah yang telah tiba di Mekkah sebanyak 19 kloter dengan jumlah 7.387 jemaah dan 76 petugas kloter,” tambah Hasan.

    Perpindahan jemaah dari Madinah ke Mekkah dilakukan secara bertahap untuk menghindari kepadatan serta memastikan pelayanan tetap optimal. Dalam pelaksanaan ibadah haji, mobilitas jemaah memang cukup tinggi, sehingga faktor kesehatan menjadi aspek krusial yang harus terus dijaga.

    Tantangan Kesehatan dalam Ibadah Haji

    Ibadah haji dikenal sebagai salah satu ibadah yang memerlukan kesiapan fisik dan mental yang kuat. Selain cuaca panas yang bisa mencapai lebih dari 40 derajat Celsius, aktivitas seperti berjalan kaki dalam jarak jauh juga menjadi tantangan tersendiri. Oleh karena itu, pemerintah terus mengingatkan jemaah untuk menjaga kondisi tubuh, mengonsumsi air yang cukup, serta tidak memaksakan diri jika merasa lelah.

    Kondisi jemaah yang sebagian besar berusia lanjut juga menjadi faktor yang meningkatkan risiko gangguan kesehatan selama menjalankan ibadah.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Kenangan terakhir, doa panjang umur jadi duka di hari 13 April

    By adm_imr5 Mei 20263 Views

    9 Kebiasaan Sederhana untuk Tetap Tenang di Tengah Kesedihan

    By adm_imr5 Mei 20262 Views

    Jika Pernah Berpura-pura Sibuk, Anda Mungkin Miliki 7 Kualitas Ini Menurut Psikologi

    By adm_imr5 Mei 20261 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Surat Edaran Mendikdasmen No. 7 Tahun 2026: Penugasan Guru Honorer Hingga Akhir Tahun dengan Syarat Tertentu

    5 Mei 2026

    Seminar Literasi Keuangan di STIE Malangkucecwara: Mahasiswa Pelajari Investasi

    5 Mei 2026

    10 destinasi wisata keluarga di Blitar yang tak terlewatkan

    5 Mei 2026

    Kecelakaan Maut KA Argo Bromo vs KRL di Bekasi, Awalnya Taksi Listrik VinFast Mogok di Tengah Rel

    5 Mei 2026
    Berita Populer

    HUT ke-112 Kota Malang Jadi Momentum Evaluasi, Wali Kota Tekankan Penyelesaian Masalah Prioritas

    Kota Malang 1 April 2026

    Kota Malang- Wahyu Hidayat menegaskan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang bukan…

    Kasus Perzinaan Oknum ASN Kota Batu Berujung Penjara, Vonis Diperberat di Tingkat Banding

    29 April 2026

    Banyak Layani Luar Daerah, Dinkes Kabupaten Malang Ubah UPT Kalibrasi Jadi BLUD

    27 Maret 2026

    Kejagung Sita Aset Kasus Ekspor CPO di Kota Malang, Tanah 157 Meter Persegi Dipasangi Plang

    2 Mei 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?