Klarifikasi dan Kecaman Terhadap Anggota DPRD Jember yang Viral
Video yang menampilkan Achmad Syahri As Siddiqi, anggota DPRD Jember, sedang bermain game sambil merokok saat rapat dengar pendapat (RDP) Komisi D DPRD Jember memicu reaksi keras dari masyarakat dan pihak terkait. Kejadian ini menjadi sorotan publik setelah video tersebut viral di media sosial.
Peristiwa yang Memicu Kecaman
Achmad Syahri As Siddiqi, anggota Fraksi Gerindra, tampil dalam video yang menunjukkan perilaku tidak profesional selama RDP yang membahas isu kesehatan dan pelayanan publik. Rapat tersebut digelar pada Senin (11/5/2026), dengan menghadirkan sejumlah instansi seperti Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, BPJS Kesehatan, Puskesmas, hingga Dinas Sosial.
Peristiwa ini menimbulkan kritik dari masyarakat karena dianggap tidak sesuai dengan tugas seorang anggota legislatif yang seharusnya menjaga kehormatan dan kredibilitas lembaga.
Klarifikasi Melalui Video
Setelah beberapa hari tidak memberikan respons, Achmad Syahri akhirnya memberikan klarifikasi melalui video yang beredar pada Rabu (13/5/2026) malam. Video tersebut disampaikan oleh anggota Fraksi Gerindra lainnya, Ardi Pujo Prabowo, dan diunggah ke kalangan wartawan DPRD Jember.
Dalam video tersebut, Achmad Syahri menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Jember, partai, dan pimpinan DPRD. Ia mengakui bahwa tindakannya merupakan bentuk kekhilafan dan menjadi pelajaran penting bagi dirinya sebagai wakil rakyat.
“Assalamualaikum warrahmatullahiwabaratuh. Saya Achmad Syahri As Siddiqi, anggota Komisi D DPRD Jember, dengan rendah hati meminta maaf memohon maaf kepada masyarakat Jember, khususnya ketua umum Partai Gerindra dan DPP atas apa yang sudah saya lakukan. Saya khilaf, saya sadar apa yang saya lakukan, jadi pembelajaran buat saya, disanksi Partai dan DPRD. Saya anak muda banyak kekurangan, semoga ini tidak terulang dalam hidup saya. Sekali lagi saya mohon maaf yang sebesar-besarnya, khususnya masyarakat Jember, ini jadi pembelajaran bagi hidup saya.”
Tanggapan dari Ketua Komisi D
Ketua Komisi D DPRD Jember, Sunarsi Khoris, turut menyampaikan tanggapan atas kejadian tersebut. Ia menyesalkan tindakan anggotanya yang bermain game sambil merokok di forum resmi DPRD.
“Sebagai Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Jember, saya menyesalkan kejadian tersebut. Semoga beliau bisa bermuhasabah (introspeksi) atas kejadian tersebut,” ujar Sunarsi.
Pernyataan ini menjadi respons resmi dari internal Komisi D setelah video viral memicu perhatian luas di media sosial dan ruang publik.
Profil Sunarsi Khoris
Sunarsi Khoris adalah politisi perempuan dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang menjabat sebagai Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Jember periode 2024–2029. Ia dikenal aktif mengawal berbagai isu sosial, pendidikan, pemberdayaan perempuan, hingga penguatan ekonomi masyarakat di Kabupaten Jember, Jawa Timur.
Latar belakangnya dekat dengan lingkungan Nahdlatul Ulama (NU), termasuk aktivitasnya di Fatayat NU wilayah Kencong. Dalam kiprahnya di DPRD Jember, Sunarsi Khoris cukup vokal menyuarakan kepentingan perempuan dan masyarakat akar rumput.
Ia beberapa kali menekankan pentingnya keterwakilan perempuan di parlemen agar aspirasi kaum perempuan lebih maksimal diperjuangkan dalam kebijakan publik.
Selain itu, sebagai Ketua Komisi D yang membidangi pendidikan dan kesejahteraan rakyat, ia aktif mengawal nasib guru honorer, guru ngaji, serta sektor pendidikan agar tetap mendapat perhatian di tengah efisiensi anggaran daerah.
Sunarsi juga sering terlibat dalam pengawasan program sosial dan data kemiskinan di Jember. Ia mendorong verifikasi data bantuan sosial dilakukan secara faktual agar penyaluran bantuan tepat sasaran dan tidak menimbulkan persoalan di masyarakat.
Di bidang ekonomi, ia turut menyoroti pentingnya transformasi digital serta penguatan UMKM dalam pembangunan jangka panjang Kabupaten Jember.
Melalui berbagai pernyataan dan aktivitas politiknya, Sunarsi Khoris dikenal sebagai legislator yang fokus pada isu kesejahteraan masyarakat, pendidikan, perlindungan perempuan, dan pembangunan sosial berbasis kebutuhan warga daerah.
Respons DPRD dan Partai
Sebelum klarifikasi pribadi dari Syahri muncul, Ketua DPRD Jember yang juga Ketua DPC Partai Gerindra Jember, Ahmad Halim, lebih dulu menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat. Ahmad Halim juga menyatakan bahwa DPRD dan partai akan mengambil langkah sesuai aturan kelembagaan dan mekanisme internal partai politik.
Di sisi lain, Komisi D DPRD Jember diketahui tengah menjalani kunjungan kerja ke Bali sejak Selasa (12/5/2026) hingga Rabu (13/5/2026). Klarifikasi dari Syahri akhirnya baru muncul menjelang tengah malam pada Rabu.






