Paskibraka Bukan Hanya Kegiatan Baris-berbaris, Tapi Wadah Pembentukan Karakter Generasi Muda
Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat, Harisson, menegaskan bahwa Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) bukan sekadar ajang baris-berbaris. Lebih dari itu, Paskibraka merupakan wadah pembentukan karakter generasi muda yang disiplin, berintegritas, dan memiliki jiwa nasionalisme tinggi. Hal ini menjadi penekanan utama dalam penyelenggaraan seleksi Paskibraka tingkat provinsi tahun 2026.
Sebanyak 52 peserta dari 14 kabupaten/kota se-Kalimantan Barat mengikuti seleksi Paskibraka tingkat provinsi tersebut. Peserta terdiri dari 28 putera dan 24 puteri yang sebelumnya telah lolos seleksi ketat di daerah masing-masing. Dari jumlah tersebut, 30 orang akan dipilih sebagai anggota Paskibraka tingkat provinsi, sementara dua orang terbaik akan mewakili Kalimantan Barat dalam seleksi tingkat pusat.
Harisson menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang berhasil mencapai tahap seleksi tingkat provinsi. Menurutnya, keberhasilan tersebut sudah menjadi prestasi membanggakan karena para peserta merupakan generasi muda terbaik Kalbar. Ia menegaskan bahwa pembentukan Paskibraka memiliki makna penting dalam mencetak calon pemimpin masa depan yang memiliki kedisiplinan, tanggung jawab, serta kecintaan terhadap bangsa dan negara.
“Paskibraka bukan hanya soal baris-berbaris. Yang terpenting adalah pembentukan karakter, kedisiplinan, kepemimpinan, serta rasa cinta kepada bangsa dan negara. Kalian inilah yang nantinya akan menjadi pemimpin masa depan,” katanya.
Peserta Diminta Menjadi Teladan
Harisson juga mengingatkan peserta agar mampu menjadi teladan di lingkungan sekolah maupun masyarakat, termasuk bijak dalam menggunakan media sosial serta menjaga sikap dan tutur kata. Ia meminta seluruh peserta mengikuti tahapan seleksi dengan serius dan penuh semangat sebagai bagian dari proses pembentukan mental dan karakter diri.
“Jadikan proses ini sebagai pengalaman berharga untuk membentuk mental, kepemimpinan, dan karakter diri yang lebih baik,” ungkapnya.
Harapan Seleksi Berjalan Objektif dan Profesional
Ia berharap proses seleksi berjalan objektif dan profesional sehingga mampu menghasilkan calon Paskibraka terbaik yang dapat mengharumkan nama Kalimantan Barat di tingkat nasional. “Kepada tim seleksi saya berharap dapat melaksanakan tugas secara jujur, objektif, dan profesional. Pilihlah putera-puteri terbaik yang nantinya mampu membawa nama baik Kalbar, baik di tingkat provinsi maupun nasional,” ujarnya.
Formasi Paskibraka Kalbar 2026
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Kalimantan Barat, Mohammad Bari, menjelaskan kebutuhan formasi Paskibraka tingkat Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2026 sebanyak 30 orang ditambah dua orang terbaik yang dipersiapkan mengikuti seleksi tingkat pusat sebagai wakil Kalbar. Seleksi calon Paskibraka berlangsung pada 18 hingga 22 Mei 2026 dengan melibatkan berbagai unsur, di antaranya BPIP, BPSDM Provinsi Kalbar, Kodam XII/Tanjungpura, Polda Kalbar, PT Persona Pontianak, dan Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Provinsi Kalimantan Barat.
Seleksi Transparan dan Profesional
Sekretaris Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kalimantan Barat, Siti Nurhidayati, menegaskan proses rekrutmen Calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat provinsi tahun 2026 dilaksanakan secara transparan dan profesional. Seluruh tahapan seleksi mengacu pada surat Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) terkait penyelenggaraan seleksi calon Paskibraka tingkat kabupaten/kota serta Surat Edaran Deputi Bidang Pendidikan dan Pelatihan BPIP Nomor 1 Tahun 2025 tentang pembentukan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka.
Total 52 Peserta Ikuti Seleksi Provinsi
Seleksi tingkat kabupaten/kota sebagian besar dilaksanakan pada April 2026, sementara seleksi tingkat provinsi digelar pada 18–22 Mei 2026 di Hotel 95 Pontianak. Kesbangpol Kalbar meminta masing-masing daerah mengirimkan dua pasang peserta, yakni dua putra dan dua putri. Namun, dari 14 kabupaten/kota, terdapat beberapa daerah yang tidak mampu memenuhi kuota tersebut.
“Total peserta yang mengikuti seleksi tingkat provinsi sebanyak 52 orang, terdiri dari 28 putra dan 24 putri,” jelasnya.
Tahapan Seleksi yang Harus Dilalui Peserta
Dalam tahapan awal, satu peserta dinyatakan gugur karena tidak memenuhi passing grade Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) dan Pendidikan Ideologi Pancasila (PIP). Nilai minimal TWK yang disyaratkan untuk lanjut ke tahap berikutnya adalah 70 poin. Peserta selanjutnya mengikuti berbagai tahapan seleksi, meliputi:
- Tes Wawasan Kebangsaan (TWK)
- Pendidikan Ideologi Pancasila (PIP)
- Tes Intelegensi Umum (TIU)
- Tes kesehatan
- Kesamaptaan
- Psikotes
- Peraturan Baris Berbaris (PBB)
- Wawancara
Peserta kemudian menjalani rangkaian seleksi lanjutan meliputi tes kesehatan, kepribadian, Peraturan Baris Berbaris (PBB), kesamaptaan, psikotes, hingga wawancara. Dari seluruh tahapan tersebut, tersaring 44 peserta yang melaju ke tahap akhir, terdiri dari 25 putra dan 19 putri.
Daftar Tiga Besar Calon Paskibraka Tingkat Pusat
Kategori Putra:
* Muhammad Zaki Raiha Nur (SMA Negeri 1 Sintang)
* Alfath Asadil Purnomo (SMA Kemala Bhayangkari 1 Kubu Raya)
* Sofyan Akbar (SMA Negeri 1 Ketapang)
Kategori Putri:
* Ivone Sumarto (SMA Negeri 3 Singkawang)
* Celine Olivia Apriani Theo (SMA Negeri 5 Pontianak)
* Ega Gustianingsih (SMA Taruna Bumi Khatulistiwa Kubu Raya)
Syarat dan Komitmen Seleksi Bebas Titipan
Syarat utama mengikuti seleksi Paskibraka meliputi tinggi badan minimal 170 sentimeter untuk putra dan 165 sentimeter untuk putri, berat badan ideal, usia minimal 16 tahun dan maksimal 18 tahun pada Agustus 2026, sehat jasmani dan rohani, mendapat izin sekolah dan orang tua, serta memiliki nilai akademik yang baik. Selain itu, peserta juga harus memenuhi standar kesehatan fisik seperti tidak mengalami kaki berbentuk O, X, maupun flat foot.
Tahapan seleksi sendiri mencakup tes ideologi Pancasila, TWK, Tes Intelegensi Umum (TIU), tes kesehatan, kesamaptaan, psikotes, PBB, hingga wawancara. TWK menjadi pintu gerbang utama. Tetapi tes kesehatan juga bisa menggugurkan peserta apabila dinyatakan tidak memenuhi syarat.
Tim seleksi terdiri dari unsur Kodam XII/Tanjungpura, Polda Kalbar, Kesbangpol, BPSDM, BPIP, Purna Paskibraka Indonesia (PPI), hingga konsultan psikologi profesional. Selama proses seleksi, kegiatan dilaksanakan di sejumlah lokasi seperti Hotel 95 Pontianak, UPT Klinik Pratama, dan GOR Sultan Syarif Abdurrahman.
Siti Nurhidayati kembali menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen menjaga integritas seleksi dan menolak segala bentuk intervensi. “Kami berkomitmen melaksanakan seleksi secara sportif, transparan, dan profesional. Tidak ada ruang untuk titipan. Semua anak memiliki hak yang sama untuk bersaing,” tegasnya.
Ia juga menambahkan, proses rekrutmen kini menggunakan aplikasi transparansi Paskibraka yang dinilai efektif menekan potensi kecurangan maupun praktik titipan. “Peserta mendaftar langsung melalui aplikasi. Jika tidak memenuhi syarat, sistem otomatis akan menolak. Alhamdulillah di Kalbar tidak ada oknum yang mencoba menitipkan peserta karena semua berjalan sesuai aturan,” pungkasnya.







