Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Revolusi Hijau Lamongan: Menanam Padi dengan Rice Transplanter, Mentan Janjikan Dukungan

    2 Juni 2026

    Ketika Haji Jadi Puncak Pengorbanan Sejati

    2 Juni 2026

    BPSDM kuatkan kinerja ASN dan pemahaman KUHP baru lewat apel virtual

    2 Juni 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Rabu, 3 Juni 2026
    Trending
    • Revolusi Hijau Lamongan: Menanam Padi dengan Rice Transplanter, Mentan Janjikan Dukungan
    • Ketika Haji Jadi Puncak Pengorbanan Sejati
    • BPSDM kuatkan kinerja ASN dan pemahaman KUHP baru lewat apel virtual
    • 5 Bahaya Utang Saat Perusahaan Ekspansi
    • Ahmad Syah Farhan, Bos Hanania Travel yang Diduga Tipu Korban Umrah dengan Rp 60 Miliar
    • Sering merasa minder? Ini cara mengembalikan kepercayaan diri
    • Apa Itu Resisten Tepung? Rahasia Nasi Dingin yang Lebih Baik untuk Gula Darah
    • Karawang Kian Sibuk, Saige Luncurkan Pabrik Motor Listrik Berkapasitas Besar
    • Jadwal dan Harga Tiket Bus AKAP Bali ke Jawa Minggu (31/5)!
    • 3 Peran Suami Toxic Baim Wong di Film, Terbaru di Suamiku Lukaku
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Internasional»Ben Gurion Israel dipenuhi pesawat militer AS: dampak bandara sipil berubah jadi pangkalan militer

    Ben Gurion Israel dipenuhi pesawat militer AS: dampak bandara sipil berubah jadi pangkalan militer

    adm_imradm_imr2 Juni 20262 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Bandara Ben Gurion Israel: Perubahan Fungsi yang Memicu Kekhawatiran

    Bandara Ben Gurion, salah satu gerbang udara internasional utama Israel, kini menjadi pusat perhatian akibat kehadiran besar pesawat militer Amerika Serikat. Sejak konflik antara Israel dan Iran memuncak pada akhir Februari 2026, bandara ini mulai dipenuhi oleh pesawat pengisian bahan bakar militer AS. Hal ini menyebabkan gangguan serius terhadap aktivitas penerbangan sipil, serta menimbulkan kritik dari berbagai pihak di dalam Israel.

    Puluhan Pesawat Tanker AS Berada di Bandara

    Laporan Financial Times berdasarkan citra satelit menyebutkan bahwa sekitar 50 pesawat pengisian bahan bakar militer AS berada di Bandara Ben Gurion selama Mei 2026. Jumlah ini meningkat secara signifikan sejak perang dimulai. Pada awal Maret, hanya tercatat sekitar 36 pesawat, lalu naik menjadi 47 saat gencatan senjata April, hingga mencapai lebih dari 50 pesawat dalam beberapa pekan terakhir.

    Situs militer The War Zone menyebutkan bahwa sebelum perang pecah, hanya ada sekitar 14 pesawat tanker AS di Israel. Karena kapasitas Ben Gurion mulai penuh, sebagian pesawat akhirnya dipindahkan ke Bandara Ramon di selatan Israel. Namun, hal ini justru memindahkan kepadatan ke bandara lain.

    Menurut data penerbangan Flightradar24 yang dikutip Al Jazeera, sekitar sepertiga pesawat yang terpantau di Ben Gurion merupakan pesawat militer AS. Jumlah itu bahkan melampaui armada maskapai nasional Israel, El Al.

    Mengapa Ben Gurion Dipilih?

    Ada dua alasan utama mengapa Amerika Serikat menggunakan Bandara Ben Gurion sebagai pusat operasi udara. Pertama, faktor logistik. Bandara ini memiliki landasan pacu panjang, fasilitas bahan bakar besar, dan terhubung langsung dengan sistem pertahanan Israel.

    Namun, ada juga dugaan lain yang lebih sensitif. Beberapa analis menilai penggunaan bandara sipil menandakan pangkalan militer Israel seperti Nevatim dan Tel Nof mengalami kerusakan akibat serangan Iran. Jika dugaan itu benar, maka penggunaan Ben Gurion menjadi solusi darurat bagi operasi udara AS dan Israel.

    Pesawat tanker sangat penting dalam perang modern karena memungkinkan jet tempur melakukan operasi jarak jauh tanpa harus kembali mengisi bahan bakar. Menurut laporan The War Zone, armada tanker Amerika di kawasan bahkan memiliki kapasitas dua kali lebih besar dibanding kemampuan pengisian bahan bakar udara milik Israel sendiri.

    Dampak pada Sektor Penerbangan Sipil

    Kepadatan pesawat militer mulai menimbulkan dampak besar bagi sektor penerbangan sipil Israel. Data April 2026 menunjukkan jumlah penumpang di Ben Gurion anjlok lebih dari 73 persen dibanding tahun sebelumnya. Penurunan juga terjadi pada penerbangan internasional dan layanan kargo.

    Maskapai nasional El Al disebut kehilangan sekitar 68 persen penumpangnya, sementara ratusan pegawai dirumahkan sementara tanpa bayaran. Masalah terbesar terjadi pada keterbatasan area parkir pesawat. CEO maskapai Israir, Uri Sirkis, mengatakan perusahaannya hanya mendapat empat slot parkir malam dari sebelumnya 17 slot. Akibatnya, sejumlah maskapai Israel terpaksa memarkir pesawat di negara lain seperti Yunani, Siprus, bahkan Italia.

    Kritik dari Dalam Israel

    Direktur Otoritas Penerbangan Sipil Israel, Shmuel Zakai, menjadi salah satu pejabat paling vokal mengkritik situasi tersebut. Dalam surat kepada Menteri Transportasi Israel, ia memperingatkan bahwa otoritas keamanan tidak memahami besarnya kerugian terhadap sektor penerbangan sipil dan harga tiket pesawat. Ia meminta sebagian pesawat tanker AS segera dipindahkan ke pangkalan militer agar ruang bandara bisa kembali digunakan maskapai komersial.

    Zakai bahkan menyebut Ben Gurion telah berubah menjadi “bandara militer dengan aktivitas sipil terbatas”.

    Risiko Hukum dan Keamanan

    Perubahan fungsi Bandara Ben Gurion juga memunculkan persoalan hukum internasional. Profesor hukum internasional dari University of Reading, Marko Milanovic, mengatakan penggunaan bandara sipil untuk operasi militer berpotensi menjadikannya target sah dalam konflik bersenjata. Menurut Konvensi Jenewa, fasilitas sipil seharusnya dijauhkan dari target militer sejauh mungkin untuk melindungi warga sipil.

    Kekhawatiran ini semakin besar karena Ben Gurion sebelumnya pernah menjadi sasaran serangan rudal yang berhasil dicegat Israel. Aktivis hukum Israel, Snir Schwartz, juga menilai perubahan fungsi bandara belum memiliki dasar hukum yang jelas dari pemerintah.

    Apa yang Akan Terjadi Selanjutnya?

    Hingga kini belum ada kepastian mengenai berapa lama pesawat-pesawat militer AS akan tetap berada di Ben Gurion. Jerusalem Post melaporkan sebagian pesawat mungkin bertahan hingga 2027. Namun media Turki Anadolu mengutip laporan Channel 12 Israel bahwa AS berencana menarik seluruh pesawat setelah tercapai kesepakatan dengan Iran.

    Jika kesepakatan itu tercapai, proses pemindahan disebut bisa dilakukan dalam waktu 72 jam ke pangkalan-pangkalan Amerika di Eropa.

    Dampak Buruk Bagi Israel

    Kehadiran besar militer AS di Bandara Ben Gurion mencerminkan betapa pentingnya dukungan Amerika dalam operasi Israel menghadapi Iran. Pesawat tanker menjadi elemen vital karena memungkinkan jet tempur Israel dan AS melakukan operasi udara jarak jauh secara terus-menerus di kawasan Timur Tengah.

    Namun penggunaan bandara sipil juga menunjukkan tekanan besar yang dihadapi Israel akibat perang berkepanjangan. Selain memukul sektor ekonomi dan penerbangan, situasi ini memperlihatkan bagaimana konflik modern dapat mengaburkan batas antara fasilitas sipil dan militer. Jika kondisi terus berlangsung, Israel berisiko menghadapi tekanan ekonomi lebih besar sekaligus meningkatnya ancaman keamanan terhadap infrastruktur sipil pentingnya.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Zelenskyy: Ukraina Siap Negosiasi Kunci dengan Rusia, Masih Rahasia

    By adm_imr2 Juni 20261 Views

    Lima Kali Bertemu Macron, Diplomasi Prabowo Makin Pribadi

    By adm_imr2 Juni 20261 Views

    Israel Blokir Komunikasi Sekjen PBB, Marah Usai Dituduh Terkait Kekerasan di Gaza

    By adm_imr2 Juni 20261 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Revolusi Hijau Lamongan: Menanam Padi dengan Rice Transplanter, Mentan Janjikan Dukungan

    2 Juni 2026

    Ketika Haji Jadi Puncak Pengorbanan Sejati

    2 Juni 2026

    BPSDM kuatkan kinerja ASN dan pemahaman KUHP baru lewat apel virtual

    2 Juni 2026

    5 Bahaya Utang Saat Perusahaan Ekspansi

    2 Juni 2026
    Berita Populer

    HUT ke-112 Kota Malang Jadi Momentum Evaluasi, Wali Kota Tekankan Penyelesaian Masalah Prioritas

    Kota Malang 1 April 2026

    Kota Malang- Wahyu Hidayat menegaskan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang bukan…

    Kasus Perzinaan Oknum ASN Kota Batu Berujung Penjara, Vonis Diperberat di Tingkat Banding

    29 April 2026

    Banyak Layani Luar Daerah, Dinkes Kabupaten Malang Ubah UPT Kalibrasi Jadi BLUD

    27 Maret 2026

    Kejagung Sita Aset Kasus Ekspor CPO di Kota Malang, Tanah 157 Meter Persegi Dipasangi Plang

    2 Mei 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?