Perubahan Pemimpin BGN dan Tantangan dalam Program Makan Bergizi Gratis
Perubahan kepemimpinan di Badan Gizi Nasional (BGN) dinilai tidak cukup untuk menyelesaikan berbagai tantangan yang dihadapi Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Meskipun pergantian pimpinan dilakukan, penting bagi pemerintah untuk membenahi tata kelola dan manajemen program agar anggaran digunakan secara lebih efektif dan tepat sasaran.
Ekonom Universitas Brawijaya, Noval Adib, menyatakan bahwa masalah utama MBG bukan hanya terletak pada sosok pemimpin lembaga, tetapi juga pada pola pengelolaan program yang selama ini dinilai kurang efisien. “Pencopotan Dadan Hindayana dan penggantian dengan Nanik Suryati Dayang tidak akan menyelesaikan masalah MBG jika pola manajemennya tetap sama,” ujarnya dalam pesan singkatnya.
Menurut Noval, selama ini BGN belum menjalankan prinsip efisiensi biaya dan efektivitas anggaran secara optimal. Akibatnya, sebagian anggaran tidak langsung mendukung tujuan utama program, yaitu pemenuhan gizi masyarakat. Ia mencontohkan beberapa pengeluaran yang sempat menjadi sorotan, seperti penggunaan jasa penyelenggara acara, pengadaan kendaraan operasional, hingga berbagai kebutuhan pendukung lainnya. Selain itu, ia juga mengkritik pemberian insentif kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang dinilai terlalu besar.
Karena itu, Noval mendorong pimpinan baru BGN melakukan perombakan tata kelola secara menyeluruh. Menurut dia, setiap kegiatan yang tidak memberi nilai tambah bagi pelaksanaan program perlu dievaluasi agar anggaran negara dapat digunakan secara lebih efisien. “Anggaran MBG merupakan uang rakyat sehingga harus disalurkan secara efektif dan efisien,” ujarnya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mencopot Dadan Hindayana dari jabatan Kepala BGN per 2 Juni 2026. Keputusan tersebut diumumkan oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa malam. Posisi Dadan selanjutnya diisi oleh Nanik Suryati Dayang yang sebelumnya menjabat Wakil Kepala BGN. BGN merupakan lembaga yang bertanggung jawab menjalankan Program Makan Bergizi Gratis, salah satu program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo. Program tersebut menyasar siswa sekolah, balita, serta ibu hamil dan menyusui.
Peran Baru Nanik Suryati Dayang
Nanik Suryati Dayang kini menjabat sebagai Kepala BGN. Sebelumnya, ia menjabat Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi. Dalam struktur BGN, ia bertanggung jawab atas komunikasi publik sekaligus pengawasan dan investigasi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Selain itu, Nanik juga menjabat sebagai Ketua Pelaksana Harian Tim Koordinasi Program MBG.
Selama menjabat Wakil Kepala BGN, ia dikenal sering melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk memastikan standar operasional prosedur (SOP) Program MBG dijalankan sesuai ketentuan. Langkah itu dilakukan guna memastikan kualitas gizi anak-anak Indonesia serta kelompok ibu hamil, ibu menyusui, dan balita (3B) terpenuhi dengan baik.
Nanik juga secara tegas menangguhkan sementara (suspend) SPPG yang tidak memenuhi SOP Program MBG. Berbagai sidak yang dilakukan Nanik juga menunjukkan ketegasannya kepada mitra SPPG untuk menyediakan tempat penginapan atau mess yang layak di dapur MBG bagi kepala SPPG, pengawas keuangan, hingga pengawas gizi.
Evaluasi dan Perbaikan Tata Kelola
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyatakan bahwa pergantian pimpinan BGN tidak akan mengganggu jalannya Program MBG dan diharapkan semakin memperkuat layanan program tersebut. “Pemerintah sekali lagi menegaskan bahwa pergantian kepemimpinan ini tidak akan mengganggu komitmen kita dalam menjalankan program MBG yang dilaksanakan oleh BGN,” kata Prasetyo dalam pernyataan pers di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (2/6/2026) lalu.
Ia berharap langkah tersebut menjadi awal yang baik bagi penguatan pelayanan Program Makan Bergizi Gratis agar dapat berjalan dengan sebaik-baiknya. Prasetyo menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto memutuskan melakukan pergantian pimpinan BGN setelah melakukan monitoring dan evaluasi selama hampir 1,5 tahun terhadap kinerja lembaga tersebut.
Menurut dia, BGN memiliki peran strategis dalam mendukung agenda pemerintah di bidang peningkatan kualitas gizi masyarakat sehingga diperlukan tata kelola yang kuat, koordinasi lintas sektor yang efektif, serta kepemimpinan yang mampu memastikan seluruh program berjalan tepat sasaran, tepat waktu, dan sesuai prinsip akuntabilitas.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi (tengah) didampingi Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Muhammad Qodari (kanan) dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya (kiri) memberikan keterangan pers di ruang sidang kabinet Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (2/6/2026). – (Bakom RI)
Dalam keputusan tersebut, Presiden Prabowo memberhentikan Dadan Hindayana dari jabatan Kepala BGN serta Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya dari jabatan Wakil Kepala BGN. Pemerintah menyampaikan apresiasi atas kerja keras dan dedikasi ketiganya dalam membangun fondasi dan mengembangkan BGN.
Selanjutnya, Presiden mengangkat Nani S. Deyang sebagai Kepala BGN yang baru. Presiden juga mengangkat Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono sebagai Wakil Kepala BGN yang baru.
Prasetyo berharap pimpinan baru BGN segera melakukan konsolidasi internal, memperkuat koordinasi lintas kementerian dan lembaga, serta meningkatkan koordinasi dengan pemerintah daerah di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota. “Kita semua berharap kepemimpinan yang baru dapat mempercepat pelaksanaan program-program prioritas, memperbaiki kinerja, meningkatkan tata kelola organisasi, serta menghadirkan manfaat yang nyata bagi masyarakat, terutama dalam upaya peningkatan kualitas gizi, kesehatan, dan sumber daya manusia Indonesia,” kata Prasetyo.
Ia menegaskan seluruh program BGN akan tetap berjalan selama proses evaluasi berlangsung dan pelayanan kepada masyarakat tidak boleh terganggu. Seluruh unit kerja di lingkungan BGN juga diminta tetap menjalankan tugas sesuai tanggung jawab masing-masing. “Pelayanan kepada masyarakat tidak boleh terganggu sama sekali, dan setiap unit kerja di lingkungan BGN diharapkan tetap menjalankan tugas sesuai dengan tanggung jawab masing-masing,” ujar Prasetyo.







