Kehadiran Said Iqbal sebagai Penasihat Presiden Bidang Ketenagakerjaan
Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) sekaligus Presiden Partai Buruh, Said Iqbal, akan dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai Penasihat Presiden Bidang Ketenagakerjaan. Pelantikan ini direncanakan berlangsung pada Senin (8/6/2026). Saat ini, informasi mengenai pelantikan tersebut sedang dalam proses persiapan dan pengumuman resmi.
Said Iqbal telah menyampaikan bahwa dirinya akan memegang posisi tersebut, yang dinilai sejalan dengan perjuangan yang selama ini ia lakukan untuk membela hak-hak pekerja dan buruh di Indonesia. Ia menyatakan bahwa tujuan utamanya adalah penguatan perjuangan untuk meningkatkan kesejahteraan buruh. Meskipun demikian, hingga saat ini belum ada penjelasan lebih rinci terkait tugas dan tanggung jawabnya nanti di Kabinet Merah Putih.
Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi memberikan sinyal bahwa Said Iqbal akan masuk ke dalam kabinet pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Dalam pernyataannya, Prasetyo menyebut bahwa posisi yang akan diberikan kepada Said Iqbal berkaitan dengan bidang ketenagakerjaan dan perlindungan buruh. Namun, ia juga menegaskan bahwa detail mengenai jabatan tersebut masih dalam pembahasan internal pemerintah.
Latar Belakang Said Iqbal
Said Iqbal lahir di Jakarta pada 5 Juli 1968. Ia menempuh pendidikan Diploma III Teknik Mesin di Politeknik Universitas Indonesia (sekarang Politeknik Negeri Jakarta) dari tahun 1988 hingga 1991. Setelah lulus, ia bekerja sebagai buruh di sebuah perusahaan elektronika di Kabupaten Bekasi pada 1992. Ia kemudian melanjutkan studi dan meraih gelar Sarjana Teknik Mesin dari Universitas Jayabaya pada 1996 serta gelar Magister Ekonomi dari Universitas Indonesia pada 2005.
Karier Said Iqbal dimulai dari dunia industri sebagai buruh pabrik elektronik di Bekasi. Pada tahun yang sama, ia dipercaya menjadi ketua serikat pekerja di perusahaan tempatnya bekerja. Pasca-Reformasi, ia mendirikan Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) dan aktif memperjuangkan isu-isu ketenagakerjaan, termasuk upah minimum. Pada 2012, ia terpilih sebagai Presiden KSPI dan tetap menjadi tokoh buruh yang berpengaruh di Indonesia.
Perjalanan Karier dan Organisasi
Said Iqbal memiliki riwayat karier yang panjang dalam organisasi buruh dan politik. Beberapa posisi penting yang pernah ia duduki antara lain:
- Presiden Partai Buruh (2021-sekarang)
- Presiden KSPI (2012-sekarang)
- Presiden FSPMI (2003-2012)
- Anggota Dewan Pengupahan Nasional (2004-sekarang)
- Anggota LKS Tripartit Nasional (2004-sekarang)
- Wakil Presiden ASEAN Trade Union Council/ATUC (2016-sekarang)
- Anggota General Council International Trade Union Confederation (ITUC) (2017-sekarang)
- Anggota Central Committee International Metalworkers Federation (IMF) (2010-sekarang)
- Delegasi Indonesia pada Konferensi ILO (2021-2024)
Terjun ke Dunia Politik
Said Iqbal mulai aktif di dunia politik pada Pemilu 2009 saat mencalonkan diri sebagai anggota DPR RI melalui Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Meski tidak berhasil, ia tetap aktif menyuarakan isu ketenagakerjaan dan memberikan masukan kepada pemerintah.
Pada Pilpres 2019, Said Iqbal mendukung pencalonan Prabowo Subianto. Selanjutnya, dalam Kongres ke-4 Partai Buruh pada Oktober 2021, ia terpilih sebagai Presiden Partai Buruh dan masih menjabat hingga saat ini. Pada Pemilu 2024, ia memimpin Partai Buruh sebagai salah satu peserta pemilu nasional.
Reaksi dari Tokoh Buruh
Informasi pelantikan Said Iqbal sebagai Penasihat Presiden Bidang Ketenagakerjaan turut disampaikan langsung oleh Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Andi Gani Nena Wea. Ia menyampaikan pernyataan tersebut saat menghadiri Kongres Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia (KPBI) di Jakarta Pusat, Minggu (7/6/2026).
Andi Gani menegaskan bahwa masuknya tokoh buruh ke dalam pemerintahan tidak berarti perjuangan untuk membela pekerja akan berhenti. Justru, ia meyakini kehadiran figur buruh di lingkaran pemerintahan dapat menjadi jembatan untuk memperjuangkan aspirasi pekerja secara lebih luas.
Tunggu Pengumuman Resmi
Meski kabar mengenai pelantikan Said Iqbal semakin menguat, hingga kini ia belum memberikan konfirmasi secara langsung. Ia memilih menunggu pengumuman resmi yang akan disampaikan pemerintah.







