Close Menu
Info Malang Raya
  • Malang Raya
    • Kota Malang
    • Kabupaten Malang
    • Kota Batu
  • Daerah
  • Nasional
    • Ekonomi
    • Hukum
    • Politik
    • Undang-Undang
  • Internasional
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Hiburan
    • Otomotif
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Teknologi
    • Tips
    • Wisata
  • Kajian Islam
  • Login
Berita *Terbaru*
Menimbang Masa Depan Sekolah Negeri Melalui Kesejahteraan dan Kepastian Status Guru Honorer

Menimbang Masa Depan Sekolah Negeri Melalui Kesejahteraan dan Kepastian Status Guru Honorer

19 October 2026
Seni Mengatur Ritme Latihan dan Rahasia Pemulihan Aktif untuk Kebugaran Jangka Panjang

Seni Mengatur Ritme Latihan dan Rahasia Pemulihan Aktif untuk Kebugaran Jangka Panjang

19 October 2026
Panduan Memilih Perlengkapan Awal Hobi Fotografi Analog, Menyeduh Kopi, dan Memanggang Roti

Panduan Memilih Perlengkapan Awal Hobi Fotografi Analog, Menyeduh Kopi, dan Memanggang Roti

19 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
Tuesday, 20 October 2026
Trending
  • Menimbang Masa Depan Sekolah Negeri Melalui Kesejahteraan dan Kepastian Status Guru Honorer
  • Seni Mengatur Ritme Latihan dan Rahasia Pemulihan Aktif untuk Kebugaran Jangka Panjang
  • Panduan Memilih Perlengkapan Awal Hobi Fotografi Analog, Menyeduh Kopi, dan Memanggang Roti
  • Mengambil Kembali Kendali Atas Data Pribadi di Tengah Kepungan Teknologi Digital
  • Strategi Tepat Merawat Kesehatan dan Vitalitas Alami Rambut di Tengah Tingginya Kelembapan Tropis
  • Menyeimbangkan Waktu Layar Digital dan Aktivitas Fisik Anak Tanpa Perlu Drama Harian
  • Menyembuhkan Tubuh Lewat Keajaiban Rempah Nusantara yang Tersimpan di Dapur Rumah
  • Rahasia Energi Optimal: Pentingnya Menu Menyehatkan Saat Pagi Hari
  • Ketika Olahraga Berat Justru Merusak Tubuh: Bahaya Overtraining dan Pentingnya Pemulihan Aktif
  • Terapi Slow Hobbies: Rahasia Merajut, Mewarnai, dan Tembikar dalam Menenangkan Otak
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
Info Malang RayaInfo Malang Raya
Login
  • Malang Raya
    • Kota Malang
    • Kabupaten Malang
    • Kota Batu
  • Daerah
  • Nasional
    • Ekonomi
    • Hukum
    • Politik
    • Undang-Undang
  • Internasional
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Hiburan
    • Otomotif
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Teknologi
    • Tips
    • Wisata
  • Kajian Islam
  • Login
Info Malang Raya
  • Malang Raya
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Hiburan
  • Kajian Islam
  • Login
Home»Undang-Undang»Implementasi KUHAP Baru Jadi Perhatian Rakernas KAI 2026 di NTB

Implementasi KUHAP Baru Jadi Perhatian Rakernas KAI 2026 di NTB

adm_imradm_imr13 June 20261 Views
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Perubahan Mendasar dalam Sistem Peradilan Pidana Indonesia

Implementasi Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) baru menjadi fokus utama diskusi dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Kongres Advokat Indonesia (ADVOKAI) 2026. Dalam acara ini, para penegak hukum, akademisi, dan praktisi hukum berkumpul untuk membahas tantangan dan peluang dalam penerapan KUHAP baru yang diharapkan mampu memberikan perlindungan hak asasi manusia (HAM) secara lebih efektif.

Paradigma Baru dalam Sistem Peradilan Pidana

Wakil Menteri Hukum RI, Prof Dr Edward Omar Sharif Hiariej, menyampaikan bahwa KUHAP baru menghadirkan perubahan paradigma besar dalam sistem peradilan pidana Indonesia. Dari pendekatan crime control model yang sebelumnya dominan, kini beralih ke due process model yang menempatkan perlindungan HAM sebagai prinsip utama. Menurut Prof Eddy, dua prinsip utama dalam due process model adalah perlindungan individu dari potensi kesewenang-wenangan aparat penegak hukum serta jaminan perlindungan terhadap anak, kelompok rentan, penyandang disabilitas, ibu hamil, dan orang sakit.

Peran Advokat yang Semakin Kuat

Dalam KUHAP baru, peran advokat mendapatkan penguatan yang lebih jelas dan tegas. Fungsi dan tugas advokat dianggap sentral dalam proses hukum. Oleh karena itu, KUHAP mencantumkan asas diferensiasi fungsional yang membagi tugas antara Polri dalam penyidikan, jaksa dalam penuntutan, hakim dalam pengadilan, dan advokat yang bertugas memberikan bantuan hukum secara profesional dan proporsional.

Selain itu, semua aparat penegak hukum memiliki kedudukan yang setara, sehingga tidak ada satu pun yang dianggap lebih tinggi dari yang lain. Hal ini dimaksudkan untuk mencegah ego sektoral dan meningkatkan kolaborasi antar lembaga.

Tantangan dalam Implementasi KUHAP Baru

Hakim Agung Kamar Pidana Mahkamah Agung, Achmad Setyo Pudjoharsoyo, menyoroti tantangan masa transisi penerapan KUHAP baru. Ia menegaskan bahwa KUHP dan KUHAP lahir dalam waktu bersamaan, sehingga banyak mengejutkan para penegak hukum. Salah satu isu yang sering dipertanyakan adalah penerapan hukum pada masa transisi. Misalnya, perkara yang diperiksa sebelum 2 Januari 2022 tetap menggunakan KUHP 1981 kecuali dalam perkara peninjauan kembali.

Selain itu, definisi “diperiksa” juga menjadi masalah penting yang harus dimaknai secara tepat oleh para penegak hukum. Pertanyaannya adalah kapan hakim dianggap mulai “diperiksa”, apakah saat menanyakan identitas atau saat melakukan proses penyelidikan.

Perubahan Signifikan dalam KUHP Baru

KUHP baru juga membawa sejumlah perubahan signifikan. Salah satunya adalah hilangnya pidana kurungan. Saat ini, KUHP baru hanya mengenal pidana pengganti. Selain itu, pengakuan bersalah juga menjadi bagian dari sistem hukum baru ini.

Dari sisi perlindungan korban, Ketua LPSK Achmadi menilai KUHAP baru memberikan penguatan yang signifikan terhadap hak-hak saksi dan korban dalam sistem peradilan pidana. Jaminan perlindungan terhadap saksi dan korban sangat penting, dan KUHAP baru memperluas pengaturan mengenai hal tersebut serta memperkuat mandat lembaga yang terlibat dalam proses perlindungan.

Perubahan Pola Pikir Aparat Penegak Hukum

Brigjen Pol Veris Septiansyah dari Divisi Hukum Polri menilai bahwa KUHAP baru tidak hanya mengubah mekanisme penyidikan, tetapi juga menuntut perubahan pola pikir aparat penegak hukum. Dari sudut pandang Polri, perubahan ini harus diarahkan pada penguatan akuntabilitas dan penghormatan terhadap HAM.

Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi NTB, Waito Wongateleng, S.H., M.H., menyatakan bahwa pengesahan KUHAP baru merupakan langkah besar menuju sistem peradilan yang lebih modern. Menurutnya, KUHAP baru bukan sekadar revisi prosedural, tetapi juga membuka jembatan menuju peradilan yang sepenuhnya mengedepankan akuntabilitas, teknologi, dan HAM.

Proses Penanganan Perkara yang Lebih Cepat dan Transparan

Waito menjelaskan bahwa KUHAP lama cenderung formal dan prosedural, sedangkan KUHAP baru dirancang untuk lebih cepat, transparan, dan berbasis HAM. Selain itu, KUHAP baru juga menuntut percepatan proses penanganan perkara dan pemanfaatan teknologi dalam sistem peradilan.

Masa transisi menjadi fase penting untuk memastikan implementasi aturan baru berjalan efektif. Tujuan utamanya adalah memastikan bahwa pelaksanaan penanganan perkara tidak hanya berupa prosedural, tetapi juga mencerminkan nilai-nilai HAM, akuntabilitas, dan kecepatan.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Berita Terkait

Eksepsi Paulus Dinilai Tidak Sesuai KUHAP, JPU Beri Tanggapan Pekan Depan

By adm_imr25 August 20262 Views

Praperadilan Roy Suryo Terus Berulang, Rismon Uji KUHAP ke MK

By adm_imr25 August 20260 Views

Pemantauan tata kelola pemda, Kemenkum Jabar selaraskan rancangan peraturan Bupati Cirebon

By adm_imr25 August 20261 Views
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru
Menimbang Masa Depan Sekolah Negeri Melalui Kesejahteraan dan Kepastian Status Guru Honorer

Menimbang Masa Depan Sekolah Negeri Melalui Kesejahteraan dan Kepastian Status Guru Honorer

19 October 2026
Seni Mengatur Ritme Latihan dan Rahasia Pemulihan Aktif untuk Kebugaran Jangka Panjang

Seni Mengatur Ritme Latihan dan Rahasia Pemulihan Aktif untuk Kebugaran Jangka Panjang

19 October 2026
Panduan Memilih Perlengkapan Awal Hobi Fotografi Analog, Menyeduh Kopi, dan Memanggang Roti

Panduan Memilih Perlengkapan Awal Hobi Fotografi Analog, Menyeduh Kopi, dan Memanggang Roti

19 October 2026
Mengambil Kembali Kendali Atas Data Pribadi di Tengah Kepungan Teknologi Digital

Mengambil Kembali Kendali Atas Data Pribadi di Tengah Kepungan Teknologi Digital

19 October 2026
Berita Populer

HUT ke-112 Kota Malang Jadi Momentum Evaluasi, Wali Kota Tekankan Penyelesaian Masalah Prioritas

Kota Malang 1 April 2026

Kota Malang- Wahyu Hidayat menegaskan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang bukan…

Kasus Perzinaan Oknum ASN Kota Batu Berujung Penjara, Vonis Diperberat di Tingkat Banding

29 April 2026

Operasi Pekat Semeru 2026, Polres Malang Ungkap Dugaan Peredaran Bahan Peledak di Poncokusumo

28 February 2026

Gus Iqdam Bongkar Aksi Kapolresta Malang Saat Kanjuruhan Memanas, Ribuan Jemaah di Stadion Gajayana Menangis!

4 June 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Tentang Kami
© 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?