Festival Street Food Jilid II di Kota Gorontalo Menghadirkan Antusiasme yang Tinggi
Festival Street Food Jilid II di Kota Gorontalo kembali menggeliatkan aktivitas ekonomi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Provinsi Gorontalo. Kegiatan ini resmi dibuka pada Sabtu (6/6/2026) malam dan berlangsung di Jalan Achmad Nadjamuddin. Sebelumnya, festival ini digelar di kawasan Jalan Nani Wartabone, namun kali ini lokasi berpindah ke ruas jalan yang lebih luas.
Pantauan di lokasi menunjukkan ratusan lapak berjajar di sepanjang jalan mulai dari kawasan Simpang Empat Rumah Adat Dulohupa hingga mendekati SMKN 2 Kota Gorontalo. Suasana terlihat ramai sejak awal pembukaan. Pengunjung dari berbagai kalangan memadati area festival untuk mencari kuliner, minuman, maupun produk kreatif UMKM lokal. Tenda berwarna-warni memenuhi badan jalan sementara lampu-lampu yang menghiasi lokasi menambah semarak suasana malam akhir pekan.
Tidak hanya dikunjungi oleh kalangan muda, kegiatan ini juga menjadi destinasi bagi keluarga yang datang bersama anak-anak mereka. Banyak pengunjung terlihat duduk santai di area yang tersedia sambil menikmati makanan dan minuman yang dibeli dari para pedagang.
Partisipasi Lebih dari 200 Pelaku UMKM
Berdasarkan informasi yang dihimpun, lebih dari 200 pelaku UMKM ambil bagian dalam kegiatan yang dijadwalkan berlangsung selama dua hari tersebut. Banyaknya jumlah tenant membuat pengunjung memiliki beragam pilihan kuliner, mulai dari makanan tradisional, jajanan kekinian, kopi hingga aneka minuman segar.
Salah satu pelaku UMKM yang ikut meramaikan kegiatan tersebut adalah Putri Ayu, pemilik lapak Pawon Bude. Ia mengaku bahwa kegiatan Street Food menjadi kesempatan bagi pelaku usaha rumahan untuk memperkenalkan produknya kepada masyarakat yang lebih luas. Menurutnya, kegiatan seperti ini membantu memperluas jangkauan pasar karena pengunjung dapat melihat langsung produk yang ditawarkan para pelaku UMKM.
Putri Ayu menjual aneka roti dan camilan dengan berbagai varian rasa yang menjadi favorit pengunjung. Ia berharap kegiatan serupa terus dilaksanakan oleh pemerintah daerah sebagai wadah promosi bagi pelaku usaha kecil.
Dukungan dari Pelaku Usaha Kopi
Hal senada disampaikan Rivaldo Tharo, pelaku usaha kopi asal Kecamatan Kota Selatan yang membuka lapak Floba Mora Coffee. Menurut Rivaldo, kegiatan Street Food memberikan ruang bagi UMKM untuk bertahan di tengah kondisi ekonomi yang masih menantang. Ia menyebutkan bahwa festival kuliner semacam ini mampu menarik perhatian masyarakat karena tidak digelar setiap hari.
Selain menjual aneka kopi, lapaknya juga menawarkan sejumlah minuman non-kopi yang menjadi pilihan pengunjung. Rivaldo datang mulai pukul 17.00 Wita dan baru membuka lapak sekitar pukul 18.30 Wita. Untuk jam tutup sendiri ia menyebutkan hingga pengunjung sepi. “Kalau tutup ya nanti kalau sudah sepi, kalau masih ramai buka terus,” ucapnya sambil tertawa kecil.
Dampak Positif terhadap Perputaran Ekonomi
Meski baru memasuki hari pertama pelaksanaan, antusiasme masyarakat sudah terlihat cukup tinggi. Sepanjang lokasi kegiatan, pengunjung tampak hilir mudik mendatangi satu lapak ke lapak lainnya. Beberapa tenant bahkan terlihat dipenuhi antrean pembeli yang menunggu pesanan mereka disiapkan.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kegiatan Street Food masih menjadi salah satu agenda yang diminati masyarakat Kota Gorontalo. Tidak hanya menjadi ajang rekreasi keluarga pada malam akhir pekan, kegiatan tersebut juga memberikan dampak langsung terhadap perputaran ekonomi para pelaku UMKM.
Rivaldo berharap penyelenggaraan kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara konsisten ke depan dengan persiapan yang lebih matang. Menurutnya, kepastian waktu pelaksanaan penting agar para pelaku usaha dapat mempersiapkan kebutuhan jualan sejak awal.
Dengan tingginya jumlah pengunjung pada malam pembukaan, Street Food Jilid II diperkirakan akan terus ramai hingga hari terakhir pelaksanaan. Ratusan lapak yang berjejer panjang, keramaian pengunjung serta beragam produk lokal yang ditawarkan menjadikan festival tersebut sebagai salah satu pusat aktivitas masyarakat Kota Gorontalo pada akhir pekan ini. Meski di sisi lain jalanan di Jalan Jenderal Sudirman nampak macet. Volume kendaraan malam itu meningkat pesat sehingga kemacetan tak terelakkan.







