Kecanduan Judi Online dan Solusi Terbaru dalam Dunia Kesehatan Jiwa
Kecanduan judi online, atau yang dikenal dengan sebutan “judol”, semakin menjadi perhatian masyarakat khususnya di Bali. Namun, banyak orang belum menyadari bahwa judol adalah bentuk gangguan mental yang serius. Hal ini dijelaskan oleh Dokter Spesialis Kejiwaan, I Gusti Rai Putra Wiguna, kepada awak media di SMC Clinic Denpasar pada 7 Juni 2026.
“Judi online itu merupakan perilaku berulang yang dirancang dengan algoritma tertentu agar pemainnya kecanduan. Saat seseorang ‘menang’, terjadi lompatan dopamin yang bisa membuat ketagihan,” jelasnya. Lompatan dopamin ini memiliki efek yang sama seperti penggunaan narkoba, karena sel saraf otak dipaksa bekerja secara berlebihan, sehingga menimbulkan kecanduan.
Sayangnya, kecanduan judi tidak hanya mengganggu keuangan, tetapi juga bisa berujung pada tindakan kriminal atau gangguan depresi. Seperti halnya kecanduan narkoba, kecanduan judi dan game online memerlukan terapi khusus, terutama jika sudah mengganggu siklus hidup seseorang. Jika diperlukan, obat-obatan bisa digunakan, tetapi lebih baik lagi dilakukan terapi oleh ahli seperti psikiater atau dokter jiwa.
Inovasi Terbaru dalam Pelayanan Kesehatan Otak
Dalam upaya meningkatkan layanan kesehatan jiwa, Sudirman Medical Centre (SMC) Denpasar meluncurkan Exo-TMS (Exomind Transcranial Magnetic Stimulation), sebuah teknologi neuromodulasi modern yang dirancang untuk mendukung kesehatan otak dan keseimbangan mental. Teknologi ini menjadi langkah baru dalam pengembangan layanan kesehatan berbasis neuroscience di Bali.
Peluncuran Exo-TMS dilengkapi dengan layanan Brainmapping (QEEG), Neurofeedback, dan konsultasi spesialis yang telah tersedia di SMC Denpasar. Dalam beberapa tahun terakhir, tingkat stres, burnout, gangguan tidur, kelelahan mental, serta penurunan fokus semakin meningkat akibat gaya hidup modern yang cepat dan penuh tekanan.
Di tengah tantangan tersebut, muncul kebutuhan akan pendekatan yang tidak hanya berfokus pada pengobatan penyakit, tetapi juga pada pemeliharaan dan optimalisasi fungsi otak. Exo-TMS adalah teknologi non-invasif yang menggunakan stimulasi magnetik terarah untuk membantu mengoptimalkan aktivitas jaringan otak, khususnya area yang berperan dalam fokus, regulasi emosi, pengambilan keputusan, dan ketahanan terhadap stres.
Menurut Dokter Rai Putra Wiguna, SpKJ (K), Konsultan Psikiater, kesehatan mental masa depan tidak hanya berbicara tentang mengobati gangguan, tetapi juga menjaga fungsi otak agar tetap optimal.
“Kita hidup di era di mana tubuh sering dirawat, tetapi otak sering diabaikan. Padahal otak adalah pusat dari seluruh pengalaman manusia—bagaimana kita berpikir, merasakan, bekerja, mencintai, dan menjalani hidup. Exo-TMS hadir sebagai bagian dari konsep Brain Wellness, yaitu merawat otak sebelum terjadi kelelahan yang lebih berat,” imbuhnya.
Fokus pada Area Penting Otak
Salah satu area utama yang menjadi target stimulasi Exo-TMS adalah Dorsolateral Prefrontal Cortex (DLPFC), yang sering disebut sebagai “CEO of the Brain” karena berperan penting dalam fungsi eksekutif, konsentrasi, pengendalian emosi, serta kemampuan menghadapi tekanan sehari-hari.
Melalui peluncuran ini, SMC Denpasar memperkenalkan konsep Mental Wellness Spa, sebuah pendekatan baru yang memandang kesehatan mental sebagai bagian dari gaya hidup sehat dan perawatan diri yang modern. Konsep ini menekankan bahwa menjaga kesehatan otak sama pentingnya dengan menjaga kebugaran fisik, nutrisi, dan kualitas tidur.
SMC Denpasar berharap kehadiran Exo-TMS dapat memperluas akses masyarakat terhadap layanan kesehatan otak yang berbasis sains, nyaman, aman, dan sesuai dengan kebutuhan kehidupan modern.
Pengalaman Pasien: Selly Mantra
Selly Mantra, seorang pasien yang menjalani treatment Exo-TMS, mengatakan bahwa setelah treatment, ia merasa jelas berbeda. “Di awal saja peletakan alat, untuk menemukan titik-titik itu, menemukan getaran awal pasti ada rasa takut. Tetapi setelah mulai start tidak ada apa sama sekali, karena saat alat bekerja malah saya rileks dan tertidur,” katanya.
Setelah treatment, ia merasa lebih rileks dan berharap hasil maksimal. “Saya masalahnya susah tidur, saya dengar semakin berumur ritme tidur memang akan agak terganggu, kalau sudah kekurangan tidur, pasti akan berdampak ke aktivitas sehari-hari. Jadi dengan adanya alat ini, sebenarnya di zaman sekarang sangat membantu sekali karena membantu kita menjadi kurangi stres juga,” katanya.








