Foto : Ilustrasi AI
Kota Malang – Teka-teki mengenai sosok pria misterius yang kedapatan berduaan bersama oknum pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Malang berinisial LSI, kini mulai menemukan titik terang.
Fokus penelusuran tidak lagi hanya tertuju pada identitas sang pria berambut cepak, berkulit sawo matang yang diduga kuat merupakan pengurus organisasi Komite Olah Raga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Jawa Timur cabang beladiri berinisial HEN, melainkan bergeser pada reaksi dan sikap yang ditunjukkan oleh LSI, pasca mengetahui kalau aktivitasnya bersama HEN pada Selasa, (30/6/2026) malam itu mencuat ke publik.
Demi memenuhi asas keberimbangan informasi serta menguji validitas manifes perjalanan mobil Honda Jazz bernomor polisi N 164X XXX yang ada di meja redaksi, beberapa wartawan bergerak melakukan konfirmasi langsung ke kediaman LSI di kawasan Kelurahan Jatimulyo, Kecamatan Lowokwaru, pada Kamis, (2/7/2026). Dari pantauan wartawan, LSI memarkir mobil berwarna kuning itu di depan rumahnya.
Awalnya, kedatangan awak media disambut dengan tangan terbuka oleh pihak keluarga LSI. Setelah mengobrol sejenak, awak media bahkan langsung dipersilakan duduk dan disuguhi minuman hangat sembari menunggu ditemui oleh LSI. Beberapa anggota keluarga LSI pun sempat menyapa wartawan yang sedang menunggu di teras.
Situasi teras yang tenang mendadak berubah drastis menjadi ketegangan emosional, setelah LSI bersalaman dan bertatap muka langsung dengan wartawan. Rangkaian pertanyaan wartawan sontak membuat LSI naik pitam. Alih-alih memberikan klarifikasi substantif atau menggunakan hak jawabnya secara objektif, oknum pejabat Pemkab Malang ini justru menunjukkan sikap defensif. LSI dengan suara lirih meminta agar pembicaraan ini bisa dilakukan diluar rumah.
”Tidak ada konfirmasi. Kita bicarakan di luar, jangan disini”, ujarnya.
Tak hanya itu, pejabat ini bahkan melayangkan ancaman bakal menyeret para wartawan ke jalur hukum. Ia menuding awak media telah memasuki rumahnya tanpa izin. “Kita selesaikan tapi jangan disini. Saya bisa menuntut. Ini rumah saya dan sampean (wartawan-red) datang tanpa izin “, kilahnya. LSI seolah mengabaikan fakta bahwa beberapa menit sebelumnya, awak media telah diterima secara baik-baik dan disuguhi minuman.
Tak cukup, LSI sempat melontarkan pertanyaan bernada mencibir profesi wartawan, ditujukan kepada awak media yang tengah menggali informasi tentang aktivitasnya dengan HEN. Cibiran tersebut diduga kuat menyasar pada segmen pemberitaan yang tengah digali oleh awak media. Lewat sikapnya itu, LSI seolah memandang bahwa wartawan yang menginvestigasi moralitas dan kedisiplinan abdi negara dianggap tidak selevel dengan pengungkapan kasus hukum lainnya.
Tak tanggung-tanggung, LSI juga menuding bahwa tugas jurnalistik yang dilakukan oleh wartawan, menurutnya adalah upaya untuk menghancurkan rumah tangganya. “Sampean (wartawan-red) kan bisa telpon saya. Sekarang suami saya sudah bertanya. Kalau saya bercerai itu karena sampean. Apakah sampean menginginkan saya bercerai dengan suami saya?”, ujarnya.
Sikap menghindar yang ditunjukkan LSI tersebut dinilai sejumlah pihak bertentangan dengan prinsip transparansi seorang pejabat publik.
Lebih lanjut, upaya konfirmasi sempat terkendala karena LSI dengan terburu-buru, pergi menjauh menuju ujung gang di area kompleks rumahnya sambil melakukan panggilan telepon. Hingga berita ini diturunkan belum ada pernyataan resmi yang diberikan oleh LSI. (Bersambung)







