Apa Itu Doomscrolling?
Doomscrolling adalah kebiasaan seseorang terus-menerus menggulir layar ponsel untuk membaca berita buruk atau informasi negatif secara terus-menerus. Meskipun hal ini membuat hati gelisah, cemas, dan sedih, tetapi orang tersebut sulit untuk berhenti. Istilah ini berasal dari gabungan dua kata:
- Doom yang berarti malapetaka, kemalangan, atau hal buruk.
- Scrolling yang berarti menggulir layar ke bawah.
Secara harfiah, doomscrolling dapat diartikan sebagai kebiasaan terus-menerus menggulir layar dan disuguhi hal-hal buruk satu demi satu. Berikut beberapa ciri-ciri dari doomscrolling:
- Tanpa sadar terus scroll ke bawah — satu berita buruk selesai, langsung muncul berita buruk lain, terus berlanjut.
- Bikin perasaan makin buruk — makin dibaca makin cemas, takut, sedih, gelisah, tapi tetap tidak bisa berhenti.
- Biasanya terjadi saat situasi tidak menentu — seperti saat bencana, wabah, konflik, atau berita yang bikin khawatir.
- Sering terjadi malam hari — sebelum tidur, tanpa sadar pegang HP, scroll terus sampai larut malam.
- Sudah tahu bikin sedih, tetap dilanjutkan — seolah-olah “terpaku” di layar, tidak bisa berhenti meski sudah merasa lelah hati.
Penyebab dari doomscrolling bisa terjadi karena otak manusia memiliki dorongan alami: saat merasa tidak aman atau tidak pasti, kita ingin terus mencari informasi agar merasa lebih siap. Tapi kebiasaan ini berlebihan — bukannya tenang, yang didapat justru arus berita buruk tanpa henti yang bikin pikiran makin gelap.
Dampak dari doomscrolling antara lain:
- Cemas dan takut berlebihan
- Stres dan suasana hati makin buruk
- Gangguan tidur (begadang tanpa sadar)
- Pandangan dunia jadi terasa lebih mengerikan dari kenyataannya
- Lupa waktu dan mengabaikan hal-hal baik di kehidupan nyata
Contoh dari doomscrolling:
- “Malam-malam cuma mau cek berita sebentar, eh malah terus scroll ke bawah. Baca berita buruk satu, dua, tiga… makin dibaca makin takut dan sedih, tapi tetap susah berhenti. Itulah doomscrolling — terus tenggelam dalam hal-hal buruk meski bikin hati gelisah.”
Arti Doomscrolling dalam Bahasa Gaul
Secara istilah, arti doomscrolling dalam Bahasa Gaul adalah terjebak geser-geser layar terus menerus, liat berita atau kabar buruk atau hal yang bikin galau atau cemas, padahal tau-tau hati jadi gak enak, tapi susah berhenti.
Lagi asik geser HP, isinya semua jelek, sedih, atau bikin panik, tapi malah makin lama makin dibaca, gak sadar udah berjam-jam, habis itu malah makin pusing atau galau.
Contoh ngomongnya:
- “Eh jangan doomscrolling mulu ah, nanti makin stres lho!” atau “Malam ini aku doomscrolling parah, sampe gak bisa tidur gara-gara liat berita mulu.”
- “Gimana, udah cukup jelas belum?”
Arti Doomscrolling di Media Sosial
Secara istilah, arti doomscrolling di media sosial adalah kebiasaan terus-menerus menggulir layar media sosial atau internet untuk membaca, menonton, atau mengikuti informasi yang bernada negatif—seperti berita bencana, konflik, kriminalitas, isu suram, atau perdebatan panas—meskipun hal itu justru membuat perasaan makin cemas, sedih, takut, atau tertekan.
Doomscrolling merupakan gabungan kata doom (malapetaka, nasib buruk) dan scrolling (menggulir layar). Inti perilaku doomscrolling adalah seseorang tidak bisa berhenti melihat konten yang sebenarnya tidak menyenangkan atau mengganggu, namun tetap melakukannya secara berulang, sering kali tanpa sadar menghabiskan waktu berjam-jam.
Sebab doomscrolling di media sosial:
- Otak manusia secara alami lebih peka terhadap informasi yang dianggap sebagai ancaman.
- Keinginan mencari kepastian atau rasa aman lewat informasi, padahal makin dibaca makin cemas.
- Didukung algoritma media sosial yang menampilkan konten serupa terus-menerus tanpa batas akhir.
Dampak doomscrolling di media sosial:
- Meningkatkan stres, kecemasan, gangguan suasana hati, hingga mengganggu tidur dan produktivitas.
Contoh dalam kalimat:
- “Awalnya cuma mau cek berita sebentar, tapi malah doomscrolling sampai lupa waktu karena terus-terusan baca kabar buruk yang bikin hati makin gelisah.”






