JAKARTA, Infomalangraya.com
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) telah melakukan penyaluran sebanyak 30.500 paket peralatan sekolah (school kit) kepada siswa di wilayah yang terdampak bencana, yaitu Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Penyaluran ini dilakukan sebagai bagian dari upaya memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berjalan meskipun dalam kondisi darurat pascabencana.
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Atip Latipulhayat, menjelaskan bahwa hingga 23 Januari 2026, Kemendikdasmen telah menyalurkan school kit sebanyak 30.500 paket. Ia menyampaikan hal ini dalam rapat lintas kementerian terkait penanganan bencana di Sumatera, Senin (26/1/2026).
Selain peralatan sekolah, pemerintah juga menyalurkan 168 unit tenda darurat serta membangun 147 ruang kelas darurat untuk mendukung proses pembelajaran di daerah yang terdampak. Atip menjelaskan bahwa secara keseluruhan, ada 4.859 sekolah yang terkena dampak bencana di tiga provinsi tersebut. Namun, ia memastikan bahwa proses pembelajaran di seluruh wilayah terdampak sudah kembali berjalan sepenuhnya.
Meski demikian, tantangan utama yang masih dihadapi adalah perbaikan sarana dan prasarana pendidikan. Di Aceh, sebanyak 2.966 sekolah telah kembali melaksanakan pembelajaran di sekolah asal karena hanya mengalami kerusakan ringan dan cukup dilakukan pembersihan. Namun, sekitar 82 sekolah masih melaksanakan pembelajaran di tenda dan ruang kelas darurat. Pemerintah menargetkan perbaikan untuk sekolah-sekolah tersebut dapat diselesaikan pada Februari 2026.
Selain itu, terdapat 25 sekolah di Aceh yang berstatus menumpang akibat kerusakan berat dan perlu direlokasi ke lokasi yang lebih aman. Atip menyatakan bahwa pihaknya memerlukan bantuan dari pemerintah daerah untuk relokasi serta dari BNPB untuk menjamin keamanan dari lokasi baru tersebut. Pendanaan untuk relokasi dan perbaikan fisik sekolah akan bersumber dari dana revitalisasi pada tahun anggaran 2026.
Di Sumatera Barat, tercatat 21 sekolah masih belajar di tenda dan kelas darurat serta dua sekolah rusak berat yang berstatus menumpang. Sementara itu, di Sumatera Utara tidak terdapat sekolah yang berstatus menumpang.
Selain penyaluran school kit, Kemendikdasmen juga telah menyalurkan dana operasional pendidikan darurat kepada 1.339 satuan pendidikan dengan nilai Rp 12,2 miliar. Tunjangan khusus guru di wilayah bencana selama tiga bulan telah disalurkan kepada 16.467 guru dengan total anggaran Rp 32,9 miliar.
Selain itu, pemberian buku pembelajaran telah disalurkan sejumlah 147.670 buku. Dukungan psiko sosial khusus para siswa juga telah terlaksana di 681 satuan dengan nilai Rp 2,7 miliar. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam memberikan dukungan penuh bagi siswa dan guru di daerah terdampak bencana.







