Bupati Bandung Barat Turun Langsung dalam Proses Evakuasi Longsor
Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail, menunjukkan komitmen yang tinggi dalam menghadapi bencana longsor di Kampung Pasir Kuda, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Pada Sabtu (24/1/2026), ia langsung turun ke lokasi bencana untuk meninjau dan membantu proses evakuasi korban.
Jeje terlihat berada di lokasi bersama warga setempat, personel TNI, serta tim penyelamat yang masih berjibaku mencari korban. Meskipun kondisi cuaca tidak bersahabat dengan angin kencang yang terus menerpa kawasan perbukitan, ia tetap berada di tengah-tengah proses evakuasi.
Dokumentasi yang diunggah melalui akun Instagram pribadinya, @ritchieismail, menunjukkan bahwa area sekitar lokasi dipenuhi material longsoran dari bagian atas perbukitan. Sejumlah rumah warga diketahui terdampak setelah tanah dari lereng bukit meluncur deras. Material longsoran tersebut ternyata belum sepenuhnya mengeras karena sebagian besar masih dalam kondisi basah dan labil.
Terperosok ke Kubangan
Situasi berbahaya terjadi ketika Jeje melangkah di area yang tampak aman, namun ternyata berupa lumpur dalam. Tanah yang basah membuatnya terperosok hingga hampir setengah tubuhnya masuk ke kubangan. Dengan mengenakan jaket oranye dan masker, Jeje tampak kesulitan bergerak. Kedua kakinya bahkan nyaris tak terlihat karena tertelan lumpur yang cukup dalam, menciptakan momen menegangkan di tengah proses evakuasi.
Warga Bergotong Royong Selamatkan Bupati
Beruntung, warga dan petugas yang berada di sekitar lokasi dengan sigap memberikan pertolongan. Beberapa orang terlihat menarik kedua tangan Jeje agar dapat keluar dari lumpur dan kembali ke permukaan dengan selamat. Setelah berhasil dievakuasi, Jeje tetap melanjutkan pemantauan dan koordinasi di lokasi bencana, menunjukkan komitmen untuk terus mendampingi proses pencarian korban.
Posko Darurat Dibuka
Dalam unggahan yang sama, Jeje menyampaikan bahwa posko darurat telah disiapkan untuk membantu para korban dan mendukung proses evakuasi. Ia juga mengajak masyarakat luas untuk turut mendoakan agar para korban segera ditemukan. “Di tengah duka, kami terus bekerja. Pencarian korban longsor di Pasirlangu masih dilakukan, posko darurat dibuka, dan langkah mitigasi segera diperkuat.”
“Mohon doa dari seluruh masyarakat agar para korban segera ditemukan dan situasi segera membaik.”
“Duka ini duka kita semua,” tulis Jeje dalam unggahannya.
Hingga kini, proses evakuasi dan pemulihan di Kampung Pasir Kuda, Kecamatan Cisarua, masih terus berlangsung dengan melibatkan berbagai unsur demi memastikan keselamatan dan pemulihan warga terdampak.
Profil Singkat Jeje Ritchie Ismail
Jeje Ritchie Ismail lahir pada 22 April 1983, dan juga dikenal sebagai Jeje Govinda. Ia adalah musisi, aktor, dan politikus Indonesia. Jeje merupakan politisi dari PAN yang menjadi Bupati Bandung Barat sejak 20 Februari 2025 untuk masa jabatan 2025–2030. Selain itu, ia juga tergabung dalam grup musik Govinda sebagai drummer, serta tergabung dalam grup musik alternatif Adoracion.
Pada Pemilihan Umum Legislatif Indonesia 2024, Ritchie Ismail mencalonkan diri sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia dari daerah pemilihan Jawa Barat II, namun gagal. Pada pemilihan umum Bupati Bandung Barat 2024 yang dilaksanakan pada 27 November 2024, ia terpilih sebagai Bupati Bandung Barat periode 2025–2030 bersama Asep Ismail, dengan perolehan suara sebesar 341.225 atau 37,40 persen.
Jeje menikah dengan adik Raffi Ahmad, yakni Syahnaz Sadiqah pada 2018. Pada 12 April 2018, Jeje dan Syahnaz Sadiqah melangsungkan akad nikah yang berlangsung di luar ruangan dengan mengusung adat Sunda di salah satu ruang rekreasi hutan pinus di Lembang, Bandung Barat. Keduanya dikaruniai anak kembar yang diberi nama Zayn Sadavir Ezhilan Ismail dan Zunaira Alessia Safaraz Ismail yang lahir pada 3 Januari 2020 di Rumah Sakit Bunda, Jakarta Pusat.
Keputusan Bupati yang Diapresiasi
Keputusan Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail, untuk membatalkan kenaikan tunjangan DPRD patut diapresiasi. Di tengah kondisi ekonomi yang masih menantang, langkah ini menunjukkan keberanian seorang kepala daerah dalam mendahulukan kepentingan publik dibanding kepentingan segelintir elite politik. Kebijakan semacam ini jarang terjadi. Tidak sedikit pemerintah daerah di Indonesia yang tetap melanjutkan kebijakan kontroversial meski mendapat penolakan masyarakat. Namun Jeje memilih jalur berbeda: mendengar aspirasi rakyat, mempertimbangkan arahan pusat, lalu bertindak cepat.
Hal ini bisa menjadi preseden baik dalam tata kelola pemerintahan daerah. Transparansi dan keberpihakan terhadap rakyat bukan hanya jargon, tetapi benar-benar diwujudkan dalam bentuk keputusan nyata. Dari sisi politik, pembatalan kenaikan tunjangan juga strategis. Publik akan melihat bahwa pemerintah daerah serius menjaga kepercayaan masyarakat, yang tentu berdampak positif pada legitimasi kepemimpinan. Lebih dari itu, langkah ini sekaligus menegaskan pesan moral: anggaran daerah harus kembali ke rakyat, bukan menjadi fasilitas tambahan bagi pejabat.
Ke depan, konsistensi tentu menjadi kunci. Masyarakat akan menilai apakah komitmen tersebut terus dijaga dalam kebijakan-kebijakan berikutnya, terutama yang berkaitan langsung dengan kebutuhan dasar warga.







