Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Kemampuan Striker 42 Gol Ancam Persib Musim Depan, Harga Lebih Mahal dari Kurzawa

    19 Mei 2026

    Pasuruan United Siapkan Bonus Rp 1 Miliar! 8 Tim Jatim Bertarung di 64 Besar Liga 4

    19 Mei 2026

    Profil dan Jabatan Ayah Josepha Alexandra Peserta Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI

    19 Mei 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Selasa, 19 Mei 2026
    Trending
    • Kemampuan Striker 42 Gol Ancam Persib Musim Depan, Harga Lebih Mahal dari Kurzawa
    • Pasuruan United Siapkan Bonus Rp 1 Miliar! 8 Tim Jatim Bertarung di 64 Besar Liga 4
    • Profil dan Jabatan Ayah Josepha Alexandra Peserta Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI
    • Daftar 23 Layanan IGD RSUD dr Soetomo: Mulai dari Penyakit Jantung hingga Kedokteran Jiwa
    • 4 cara hindari penipuan investasi, jangan tertipu!
    • Detik-detik Pembunuhan Brigadir Arya Supena di Teluk Hantu
    • 40 Soal Ujian PAI Kelas 7 SMP Semester Baru 2026-2027
    • Saat Tubuh Berjuang, Tari Artika Pilih Mengatur Hidup Melalui Usaha Rumahan
    • 5 Tempat Makan Dekat Candi Borobudur, Ada Bakso dan Mangut Beong
    • Josepha Alexandra Dapat Beasiswa ke Tiongkok Usai Dicurangi di LCC 4 Pilar
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Ekonomi»Ancaman Blokir Bank Swiss Terkait Aliran Dana ke Rusia dan Iran

    Ancaman Blokir Bank Swiss Terkait Aliran Dana ke Rusia dan Iran

    adm_imradm_imr3 Maret 20262 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Langkah Tegas AS terhadap MBaer Merchant Bank AG

    Departemen Keuangan Amerika Serikat (AS) mengambil langkah tegas dengan memutus akses MBaer Merchant Bank AG dari sistem keuangan berbasis dolar. Keputusan ini diumumkan pada Kamis (26/2/2026), setelah Jaringan Penegakan Kejahatan Keuangan (FinCEN) menetapkan bank swasta asal Swiss ini sebagai lembaga yang terlibat dalam praktik pencucian uang global. Pelanggaran tersebut berkaitan erat dengan aliran dana dari pihak-pihak terlarang, termasuk Rusia, Iran, dan Venezuela.

    Langkah hukum ini diterapkan melalui Pasal 311 USA PATRIOT Act, yang secara tegas melarang bank-bank domestik AS untuk membuka atau mengelola akun koresponden bagi institusi tersebut. Kebijakan ini diprediksi akan memberikan dampak yang sangat melumpuhkan bagi kegiatan operasional MBaer.

    AS Bongkar Keterlibatan Bank MBaer dalam Pencucian Uang Venezuela

    Pemerintah AS mengungkapkan bahwa MBaer Merchant Bank AG telah memfasilitasi skema korupsi dan pencucian uang berskala besar. Praktik ilegal ini diduga kuat melibatkan perusahaan minyak negara Venezuela, PdVSA, sejak awal berdirinya bank tersebut pada tahun 2018.

    Berdasarkan temuan FinCEN, mantan wakil ketua bank tersebut secara aktif memfasilitasi pembayaran atas nama suaminya. Sang suami sebelumnya telah dijatuhi sanksi oleh Office of Foreign Assets Control (OFAC) pada 2021 akibat perannya yang krusial dalam membantu penghindaran sanksi minyak Venezuela.

    Lebih lanjut, institusi perbankan ini juga terbukti mengelola akun milik Jose Luis Chavez Calva. Ia merupakan seorang fasilitator keuangan yang diduga telah mencuci miliaran dolar hasil korupsi PdVSA melalui jaringan perbankan Eropa.

    Selain itu, bank ini turut memproses transaksi senilai lebih dari 519 ribu dolar AS (Rp8,6 miliar) dari maskapai penerbangan Plus Ultra Lineas Aereas SA, sebuah entitas yang memiliki kaitan erat dengan rezim Nicolas Maduro. Keterlibatan MBaer dalam jaringan korupsi di Amerika Latin ini membuktikan adanya kegagalan sistemik yang parah dalam prosedur kepatuhan dan manajemen risiko internal bank, yang seharusnya mampu melacak aliran dana hasil kejahatan.

    Hasil investigasi lanjutan menunjukkan bahwa MBaer sengaja dijadikan pintu masuk utama bagi para pihak terlarang untuk mengakses sistem keuangan AS. Mereka memanfaatkan perusahaan cangkang serta struktur aset yang rumit demi mengaburkan asal-usul dana ilegal.

    Menanggapi pelanggaran yang sangat serius ini, Sekretaris Departemen Keuangan AS, Scott Bessent memastikan pihaknya tidak akan memberikan kompromi sedikit pun terhadap praktik ilegal.

    “MBaer telah menyalurkan lebih dari 100 juta dolar AS (Rp1,6 triliun) melalui sistem keuangan AS atas nama pihak terlarang yang terkait dengan Iran dan Rusia. Bank-bank harus menyadari bahwa Departemen Keuangan AS akan secara agresif melindungi integritas sistem keuangan kami dengan menggunakan kekuatan penuh dari otoritas yang kami miliki,” kata Scott Bessent dalam pernyataan resminya.

    Bank MBaer Terbukti Fasilitasi Dana Selundupan Minyak Iran

    Penyelidikan mendalam oleh otoritas AS mengungkap bahwa MBaer Merchant Bank AG terlibat dalam pemrosesan transaksi senilai lebih dari 37 juta dolar AS (Rp620,1 miliar). Dana tersebut diketahui terkait langsung dengan skema penyelundupan minyak dan pencucian uang untuk kepentingan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), beserta Pasukan Quds.

    Bank ini dituduh secara sengaja menangani pembayaran bagi perusahaan-perusahaan yang mengelola kapal tanker armada bayangan. Kapal-kapal ini digunakan oleh Iran untuk menghindari embargo perdagangan internasional, sekaligus mendanai berbagai aktivitas yang memicu ketidakstabilan di kawasan Timur Tengah. Akses MBaer terhadap dolar AS telah memungkinkan organisasi tersebut untuk mempertahankan kemampuan logistik dan militernya, meskipun tengah menghadapi sanksi global yang semakin ketat.

    Selain mendukung aktivitas IRGC, MBaer juga terdeteksi memfasilitasi transaksi keuangan bagi jaringan kriminal internasional. Jaringan tersebut memanfaatkan platform mata uang kripto dan skema transfer antarnegara, yang dirancang khusus untuk mengelabui sistem pengawasan otomatis pada bank-bank koresponden. Jika usulan pemutusan akses ini disahkan setelah periode konsultasi publik selama 30 hari, seluruh institusi keuangan di AS akan dilarang memproses transaksi apa pun yang melibatkan MBaer.

    Menanggapi ancaman pemutusan akses yang serius ini, pihak MBaer menyatakan akan meninjau posisi hukum mereka terlebih dahulu sebelum memberikan penjelasan resmi kepada publik.

    “MBaer akan memberikan komentar mengenai pengumuman AS tersebut setelah berkonsultasi dengan pengacara Amerika kami,” ungkap juru bicara MBaer Merchant Bank AG.

    AS Soroti Bank MBaer yang Melayani Dana Oligarki Rusia

    Departemen Keuangan AS menyoroti peran MBaer Merchant Bank AG yang terbukti melayani kebutuhan finansial para oligarki Rusia. Para oligarki tersebut sebelumnya telah masuk dalam daftar sanksi akibat keterlibatan mereka dalam mendukung invasi militer ke Ukraina. FinCEN menemukan dugaan karyawan bank mengelola perusahaan kepercayaan dan perusahaan cangkang untuk Sergey Kurchenko, seorang oligarki pro-Rusia yang disanksi oleh AS.

    Selain itu, bank ini memelihara akun milik Viktor Medvedchuk, politisi pro-Kremlin yang menjadi target sanksi luas dari Uni Eropa dan Swiss. Bank ini bahkan diduga kuat memfasilitasi pembayaran untuk entitas yang terlibat dalam pencurian gandum Ukraina, serta pengadaan peralatan militer bagi angkatan bersenjata Rusia yang mengancam keamanan internasional.

    Merespons pengumuman dari Washington, Otoritas Pengawas Pasar Keuangan Swiss (FINMA) menyatakan mereka sebenarnya telah mengambil langkah penegakan hukum terhadap MBaer, sekitar tiga minggu sebelum tindakan AS dipublikasikan. FINMA juga telah menunjuk agen audit sebagai pemantau di bank tersebut, mengingat adanya pelanggaran aturan anti-pencucian uang dan manajemen risiko sanksi. Meskipun demikian, keputusan ini masih dalam proses banding oleh pihak bank di Pengadilan Administratif Federal Swiss.


    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    4 cara hindari penipuan investasi, jangan tertipu!

    By adm_imr19 Mei 20261 Views

    5 tanda harga terlalu murah, margin bisnis terancam

    By adm_imr19 Mei 20261 Views

    Pandangan: Di Balik Kemajuan Ekonomi NTT

    By adm_imr19 Mei 20261 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Kemampuan Striker 42 Gol Ancam Persib Musim Depan, Harga Lebih Mahal dari Kurzawa

    19 Mei 2026

    Pasuruan United Siapkan Bonus Rp 1 Miliar! 8 Tim Jatim Bertarung di 64 Besar Liga 4

    19 Mei 2026

    Profil dan Jabatan Ayah Josepha Alexandra Peserta Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI

    19 Mei 2026

    Daftar 23 Layanan IGD RSUD dr Soetomo: Mulai dari Penyakit Jantung hingga Kedokteran Jiwa

    19 Mei 2026
    Berita Populer

    HUT ke-112 Kota Malang Jadi Momentum Evaluasi, Wali Kota Tekankan Penyelesaian Masalah Prioritas

    Kota Malang 1 April 2026

    Kota Malang- Wahyu Hidayat menegaskan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang bukan…

    Kasus Perzinaan Oknum ASN Kota Batu Berujung Penjara, Vonis Diperberat di Tingkat Banding

    29 April 2026

    Banyak Layani Luar Daerah, Dinkes Kabupaten Malang Ubah UPT Kalibrasi Jadi BLUD

    27 Maret 2026

    Kejagung Sita Aset Kasus Ekspor CPO di Kota Malang, Tanah 157 Meter Persegi Dipasangi Plang

    2 Mei 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?