Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Poster HUT ke-80 Bhayangkara Siap Pakai, Cetak atau Bagikan ke Media Sosial

    30 Juni 2026

    Apakah Olahraga Malam Bisa Kurangi Berat Badan?

    30 Juni 2026

    Dua Orang Akui Jadi Ajudan Gubernur, Tipu 227 Warga Sumberporong Malang

    30 Juni 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Rabu, 1 Juli 2026
    Trending
    • Poster HUT ke-80 Bhayangkara Siap Pakai, Cetak atau Bagikan ke Media Sosial
    • Apakah Olahraga Malam Bisa Kurangi Berat Badan?
    • Dua Orang Akui Jadi Ajudan Gubernur, Tipu 227 Warga Sumberporong Malang
    • Hakim Dwi Elyarahma Pimpin Sidang Perdana Kasus Suap Hery Susanto Hari Ini
    • KPK Selidiki Hilman Latief, Ungkap Skandal Kuota Haji dan Keterlibatan Fuad Hasan Masyhur
    • Denice Zamboanga Mundur dari Gelar Juara Dunia MMA untuk Jadi Ibu
    • Libur Sekolah, Penumpang KA di Stasiun Blitar Naik 500 Orang/Hari
    • Contoh Soal IPS Kelas 7 SMP: Lokasi Absolut dan Relatif Semester 1
    • Belanja Pegawai APBD Donggala 2026 Tembus 54 Persen, Melebihi Batas Ideal Pemerintah
    • Piala Dunia 2026: 7 Tim Lolos ke Babak 32 Besar, Termasuk Kolombia
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Internasional»Ancaman Trump: 3 Hari Lagi, Iran Siap Kena Serangan Besar

    Ancaman Trump: 3 Hari Lagi, Iran Siap Kena Serangan Besar

    adm_imradm_imr24 Mei 20261 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Ancaman Trump dan Kebuntuan Diplomasi AS-Iran

    Ancaman baru Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terhadap Iran kembali memicu ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah. Meski retorika serangan udara dan ultimatum diplomatik masih menggema, perhatian dunia kini mulai beralih ke satu titik yang dinilai lebih strategis: Selat Hormuz.

    Meski gencatan senjata sejak 8 April 2026 masih berlaku, Washington dan Teheran justru terjebak dalam situasi yang oleh sejumlah analis disebut sebagai “perang tekanan ekonomi dan logistik”. Ancaman serangan belum benar-benar dieksekusi, tetapi dampaknya terhadap jalur energi global mulai terasa.

    Trump bahkan mengaku hampir memerintahkan operasi militer baru terhadap Iran. “Saya hanya berjarak satu jam dari pengambilan keputusan untuk berangkat (menyerang) hari ini,” ujar Trump pada Selasa (19/5/2026). Pernyataan itu muncul di tengah mandeknya diplomasi antara AS dan Iran setelah perundingan 21 jam di Islamabad, Pakistan, gagal menghasilkan kesepakatan baru.

    Proposal Damai Pakistan Jadi Rem Mendadak bagi AS

    Rencana serangan AS disebut batal setelah Iran mengirimkan proposal perdamaian baru melalui Pakistan sebagai mediator. Faktor lain yang ikut memengaruhi keputusan Washington adalah kekhawatiran negara-negara Teluk seperti Arab Saudi, Qatar, dan Uni Emirat Arab yang tidak ingin konflik kembali meledak.

    Meski demikian, Trump tetap melontarkan tekanan keras kepada Teheran. Ia mengklaim para pemimpin Iran sedang “mengemis” demi tercapainya kesepakatan damai. “Maksud saya, saya katakan dua atau tiga hari, mungkin Jumat, Sabtu, Minggu, sesuatu seperti itu, atau mungkin awal minggu depan, dalam jangka waktu yang terbatas, karena kita tidak bisa membiarkan mereka memiliki senjata nuklir baru,” tegas Trump.

    Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Washington masih menjadikan isu nuklir Iran sebagai alasan utama mempertahankan tekanan militer dan diplomatik.

    Selat Hormuz Berubah Jadi Arena Tekanan Ekonomi

    Di tengah ancaman perang terbuka yang belum benar-benar terjadi, Iran kini dinilai memainkan strategi berbeda: menguasai jalur distribusi energi dan komunikasi global. Teheran masih memblokir sebagian besar pelayaran di Selat Hormuz, jalur vital yang sebelumnya mengangkut sekitar seperlima pasokan minyak dan gas cair dunia.

    Sebagai balasan, AS menerapkan blokade laut di sejumlah pelabuhan Iran. Situasi ini membuat konflik AS-Iran tidak hanya berdampak pada keamanan kawasan, tetapi juga mulai mengganggu rantai pasok energi internasional.

    Iran bahkan mengumumkan pembentukan Otoritas Selat Teluk Persia untuk mengatur lalu lintas maritim di kawasan tersebut. Langkah itu diperkuat ancaman Korps Garda Revolusi Islam Iran atau IRGC yang berencana menerapkan izin terhadap kabel serat optik internet yang melewati selat tersebut.

    Fokus Iran terhadap jalur maritim dan infrastruktur digital dinilai menjadi pola baru dalam konflik modern, yakni menggunakan kontrol logistik sebagai alat negosiasi geopolitik.

    Ancaman Trump Mulai Kehilangan Efek

    Walaupun Trump terus melontarkan ultimatum dalam beberapa pekan terakhir, belum adanya aksi militer baru justru memunculkan kesan bahwa kedua negara sedang mengalami kebuntuan strategis.

    Analis dari Chatham House, Neil Quilliam, menilai baik AS maupun Iran sebenarnya sama-sama ingin menghindari perang besar, tetapi keduanya juga tidak siap mengambil risiko politik dari kompromi damai. “Ancaman Trump telah kehilangan semua kredibilitas. Kedua belah pihak terlalu jauh berbeda dalam hal apa yang bersedia mereka terima atau kerjakan, tetapi tidak ada pihak yang ingin kembali berperang. Jadi mereka hanya terjebak… dan tidak ada pihak yang benar-benar tahu bagaimana keluar dari situasi ini,” kata Quilliam.

    Pernyataan itu menggambarkan kondisi diplomasi yang stagnan: ancaman terus muncul, tetapi ruang kompromi tetap sempit.

    Iran Siapkan “Front Baru” Jika AS Menyerang

    Dari pihak Iran, sikap keras juga tetap dipertahankan. Juru bicara militer Iran, Mohammed Akraminia, menegaskan negaranya akan terus mengendalikan Selat Hormuz dan meminta AS menghormati hak legitimasi Iran. Akraminia juga memperingatkan bahwa Iran siap membuka “front baru” apabila AS benar-benar meluncurkan serangan baru ke kawasan tersebut.

    Dalam beberapa pekan terakhir, AS diketahui telah meningkatkan kesiapan militernya di Timur Tengah. Sementara itu, Iran memanfaatkan masa gencatan senjata untuk memperkuat kemampuan pertahanannya.

    Sejumlah ahli memperkirakan bila perang kembali pecah, Iran kemungkinan akan memperluas serangan balasan tidak hanya ke Israel, tetapi juga ke negara-negara Teluk dengan sasaran utama infrastruktur minyak dan fasilitas sipil strategis.

    Jika sebelumnya konflik AS-Iran identik dengan serangan militer langsung, perkembangan terbaru menunjukkan pergeseran pola tekanan ke sektor energi, pelayaran, dan infrastruktur digital. Iran tampaknya memahami bahwa mengganggu Selat Hormuz dapat memberi dampak ekonomi global yang jauh lebih luas dibanding sekadar serangan militer terbatas.

    Di sisi lain, AS masih berusaha menjaga tekanan politik tanpa memicu perang besar yang berisiko memperluas konflik kawasan. Kondisi ini membuat Timur Tengah berada dalam fase “gencatan senjata yang rapuh”: perang belum benar-benar kembali dimulai, tetapi stabilitas kawasan juga belum benar-benar pulih.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Perdamaian AS-Iran goncang pasar minyak global, harga turun dari rekor tinggi

    By adm_imr25 Juni 20261 Views

    3 Perbandingan Kebijakan Iran Era Trump dan Obama

    By adm_imr25 Juni 20260 Views

    Mojtaba Khamenei: Iran Tak Terdesak, Sindir Trump dengan Perdamaian

    By adm_imr25 Juni 20261 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Poster HUT ke-80 Bhayangkara Siap Pakai, Cetak atau Bagikan ke Media Sosial

    30 Juni 2026

    Apakah Olahraga Malam Bisa Kurangi Berat Badan?

    30 Juni 2026

    Dua Orang Akui Jadi Ajudan Gubernur, Tipu 227 Warga Sumberporong Malang

    30 Juni 2026

    Hakim Dwi Elyarahma Pimpin Sidang Perdana Kasus Suap Hery Susanto Hari Ini

    30 Juni 2026
    Berita Populer

    HUT ke-112 Kota Malang Jadi Momentum Evaluasi, Wali Kota Tekankan Penyelesaian Masalah Prioritas

    Kota Malang 1 April 2026

    Kota Malang- Wahyu Hidayat menegaskan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang bukan…

    Kasus Perzinaan Oknum ASN Kota Batu Berujung Penjara, Vonis Diperberat di Tingkat Banding

    29 April 2026

    Gus Iqdam Bongkar Aksi Kapolresta Malang Saat Kanjuruhan Memanas, Ribuan Jemaah di Stadion Gajayana Menangis!

    4 Juni 2026

    Banyak Layani Luar Daerah, Dinkes Kabupaten Malang Ubah UPT Kalibrasi Jadi BLUD

    27 Maret 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?