Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    HUT Bhayangkara ke-80: KNPI Dukung Polri Berantas Kekerasan Perempuan Berbasis Relasi Kuasa ‎

    1 Juli 2026

    Poster HUT ke-80 Bhayangkara Siap Pakai, Cetak atau Bagikan ke Media Sosial

    30 Juni 2026

    Apakah Olahraga Malam Bisa Kurangi Berat Badan?

    30 Juni 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Jumat, 3 Juli 2026
    Trending
    • HUT Bhayangkara ke-80: KNPI Dukung Polri Berantas Kekerasan Perempuan Berbasis Relasi Kuasa ‎
    • Poster HUT ke-80 Bhayangkara Siap Pakai, Cetak atau Bagikan ke Media Sosial
    • Apakah Olahraga Malam Bisa Kurangi Berat Badan?
    • Dua Orang Akui Jadi Ajudan Gubernur, Tipu 227 Warga Sumberporong Malang
    • Hakim Dwi Elyarahma Pimpin Sidang Perdana Kasus Suap Hery Susanto Hari Ini
    • KPK Selidiki Hilman Latief, Ungkap Skandal Kuota Haji dan Keterlibatan Fuad Hasan Masyhur
    • Denice Zamboanga Mundur dari Gelar Juara Dunia MMA untuk Jadi Ibu
    • Libur Sekolah, Penumpang KA di Stasiun Blitar Naik 500 Orang/Hari
    • Contoh Soal IPS Kelas 7 SMP: Lokasi Absolut dan Relatif Semester 1
    • Belanja Pegawai APBD Donggala 2026 Tembus 54 Persen, Melebihi Batas Ideal Pemerintah
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Ekonomi»Bapanas Siapkan Langkah Turunkan Harga Cabai Rawit

    Bapanas Siapkan Langkah Turunkan Harga Cabai Rawit

    adm_imradm_imr17 Februari 20260 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Langkah Pemerintah untuk Menekan Harga Cabai Rawit Merah

    Untuk menekan harga cabai rawit merah yang masih tinggi di sejumlah pasar di DKI Jakarta dan sekitarnya, Badan Pangan Nasional (Bapanas) telah menyiapkan langkah Fasilitasi Distribusi Pangan (FDP). Langkah ini disampaikan oleh Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa usai inspeksi mendadak (sidak) harga dan pasokan pangan di sejumlah pasar tradisional, Jakarta, pada Senin, 16 Februari 2026.

    Dari pantauan Bapanas, ongkos distribusi menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi harga cabai rawit, terutama untuk pasokan dari Sulawesi ke Jakarta. “Dari Sulawesi ke Jakarta ongkos distribusinya sekitar Rp10.000 per kilogram, ini yang akan kita carikan solusinya melalui FDP,” ujarnya.

    Dengan skema FDP, pemerintah dapat mengoreksi harga cabai rawit merah di tingkat pasar induk sekitar Rp 5.000 hingga Rp 10.000 per kilogram. Dengan begitu, harga cabai rawit merah bisa turun di tingkat eceran.

    Sumber Pasokan dan Preferensi Konsumen

    Ketut menjelaskan sumber pasokan cabai rawit untuk pelaksanaan FDP akan diutamakan dari sentra produksi Jawa Barat dan Sulawesi Selatan, termasuk wilayah Enrekang dan Bulukumba. Pelaksanaan FDP pada tahun sebelumnya telah dilakukan untuk menekan harga cabai, dan penyesuaian harga di pasar induk diikuti oleh pergerakan harga di pasar tradisional.

    “Kita ini tidak hanya sekali, tahun lalu juga kita lakukan FDP. Sehingga kita tidak kaget,” ujar Ketut.

    Pelaksanaan FDP ini, kata Ketut, selain menekan ongkos distribusi, tapi juga akan disesuaikan dengan preferensi konsumen di DKI Jakarta yang cenderung memilih cabai rawit dari daerah tertentu, terutama Jawa Barat karena jarak yang lebih dekat dengan pasar induk.

    Peningkatan Pasokan dan Harapan Harga Normal

    Adapun peningkatan pasokan dari daerah produksi diperkirakan mulai terjadi dalam dua pekan ke depan seiring membaiknya kondisi cuaca dan aktivitas pemetikan di sentra produksi. Dengan kombinasi FDP dan peningkatan pasokan, Bapanas berharap harga cabai rawit merah dapat kembali ke level yang lebih wajar menjelang Ramadan dan Idul Fitri.

    Ia mengungkapkan, FDP bisa mengoreksi harga cabai rawit merah minimal Rp 5.000 sampai Rp 10.000. “Dalam dua minggu ke depan, mudah-mudahan produksi juga sudah semakin tinggi sehingga akan kembali normal,” tuturnya.

    Harga dan Persepsi Pedagang

    Sementara dari pemantauan sidak Bapanas di Pasar Induk Kramat Jati pada hari ini, harga cabai rawit merah berada di kisaran Rp 80.000 per kg. Harga komoditas ini relatif turun dibandingkan sepekan sebelumnya yang sempat mencapai sekitar Rp 90.000 hingga Rp 100.000 per kg.

    Salah satu pedagang cabai di Pasar Induk Kramat Jati bernama Asep mengatakan harga cabai rawit merah saat ini berada di kisaran Rp 80.000 atau menurun ketimbang sepekan sebelumnya yang sempat mencapai Rp 90.000 – Rp100.000 per kg. “Kalau yang belanja nawar Rp 80.000 juga dikasih, daripada enggak kejual,” ujarnya.

    Asep menyebutkan penurunan harga terjadi seiring bertambahnya pasokan cabai dari sejumlah daerah, termasuk dari luar Pulau Jawa, yang membantu menambah suplai di pasar induk sehingga tekanan harga berkurang.

    Kualitas dan Perilaku Pembeli

    Selain itu, kata Asep, kualitas cabai juga memengaruhi harga dan minat pembeli. Cabai dari Jawa Barat, misalnya, lebih disukai karena dipetik dan langsung dikirim ke pasar tanpa harus menginap dalam perjalanan, sehingga ongkos pengiriman pun tidak besar, dan produk cabai juga lebih segar.

    Pedagang lain, Ujang, mengatakan sebagian penjual kini memilih mencampur beberapa jenis cabai sebagai metode alternatif agar harga tetap terjangkau bagi konsumen, terutama di tengah daya beli masyarakat yang masih sensitif terhadap kenaikan harga.

    Peran Pasokan dari Sulawesi Selatan

    Sedangkan, Joharlis, salah satu bandar cabai di Pasar Induk Kramat Jati, menyebut pasokan dari Sulawesi Selatan berperan besar dalam menahan lonjakan harga cabai rawit di Jakarta. Pasokan dari wilayah Sulawesi Selatan, termasuk Makassar dan sekitarnya, dapat mencapai sekitar 20 ton per hari di pasar induk.

    Ia menjelaskan ongkos distribusi dari Sulawesi ke Jakarta berkisar sekitar Rp 10.000 per kg, sehingga harga cabai di tingkat pedagang tetap dipengaruhi biaya logistik selain kualitas dan preferensi konsumen.

    Joharlis juga menyebut cabai rawit memiliki daya simpan terbatas, rata-rata hanya sekitar tiga hari, sehingga perputaran barang harus cepat agar kualitas tetap terjaga dan tidak menambah risiko kerugian pedagang.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    6 Zodiak yang Diprediksi Bisa Lunasi Utang di Juni dengan Kerja Keras dan Peluang Rezeki

    By adm_imr25 Juni 20263 Views

    6 shio beruntung ini bisa dapatkan kekayaan mendadak di tahun kuda api 2026, apa saja?

    By adm_imr25 Juni 20260 Views

    13 Sekolah Swasta Gratis di Priangan Timur, Ada Beasiswa Pancawaluya

    By adm_imr25 Juni 20261 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    HUT Bhayangkara ke-80: KNPI Dukung Polri Berantas Kekerasan Perempuan Berbasis Relasi Kuasa ‎

    1 Juli 2026

    Poster HUT ke-80 Bhayangkara Siap Pakai, Cetak atau Bagikan ke Media Sosial

    30 Juni 2026

    Apakah Olahraga Malam Bisa Kurangi Berat Badan?

    30 Juni 2026

    Dua Orang Akui Jadi Ajudan Gubernur, Tipu 227 Warga Sumberporong Malang

    30 Juni 2026
    Berita Populer

    HUT ke-112 Kota Malang Jadi Momentum Evaluasi, Wali Kota Tekankan Penyelesaian Masalah Prioritas

    Kota Malang 1 April 2026

    Kota Malang- Wahyu Hidayat menegaskan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang bukan…

    Kasus Perzinaan Oknum ASN Kota Batu Berujung Penjara, Vonis Diperberat di Tingkat Banding

    29 April 2026

    Gus Iqdam Bongkar Aksi Kapolresta Malang Saat Kanjuruhan Memanas, Ribuan Jemaah di Stadion Gajayana Menangis!

    4 Juni 2026

    Banyak Layani Luar Daerah, Dinkes Kabupaten Malang Ubah UPT Kalibrasi Jadi BLUD

    27 Maret 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?