Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*
    Bahaya Overtraining dan Pentingnya Pemulihan Aktif Bagi Kebugaran Tubuh Jangka Panjang

    Bahaya Overtraining dan Pentingnya Pemulihan Aktif Bagi Kebugaran Tubuh Jangka Panjang

    7 October 2026
    Seni Merawat Silaturahmi di Tengah Padatnya Jadwal Pekerjaan Kaum Urban

    Seni Merawat Silaturahmi di Tengah Padatnya Jadwal Pekerjaan Kaum Urban

    7 October 2026
    Keajaiban Rempah Nusantara: Rahasia Alami Menjaga Daya Tahan Tubuh dan Vitalitas Harian

    Keajaiban Rempah Nusantara: Rahasia Alami Menjaga Daya Tahan Tubuh dan Vitalitas Harian

    7 October 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Thursday, 8 October 2026
    Trending
    • Bahaya Overtraining dan Pentingnya Pemulihan Aktif Bagi Kebugaran Tubuh Jangka Panjang
    • Seni Merawat Silaturahmi di Tengah Padatnya Jadwal Pekerjaan Kaum Urban
    • Keajaiban Rempah Nusantara: Rahasia Alami Menjaga Daya Tahan Tubuh dan Vitalitas Harian
    • Kemewahan Bursa Transfer Sepak Bola Dunia Kini Tunduk pada Aturan Transparansi Keuangan
    • Strategi Elegan Mengelola Stres Kerja Tanpa Mengorbankan Kesehatan Mental dan Produktivitas Anda
    • Menanam Akar Jiwa Islam pada Anak di Tengah Derasnya Gelombang Informasi Global
    • Berburu Busana Bekas Bersejarah: Memaknai Kembali Thrifting Sebagai Bagian Ekspresi Diri
    • Mengubah Besi Tua Menjadi Emas Lewat Seni Restorasi Kendaraan Klasik yang Menguntungkan
    • Strategi Mengatur Gaji Bulanan Agar Keuangan Tetap Sehat dan Bebas Stress Finansial
    • Menimbang Kehadiran Kecerdasan Buatan di Ruang Kelas Antara Lompatan Belajar dan Ancaman Kejujuran
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Uncategorized»Catatan seorang jurnalis: Kembali pada fitrah

    Catatan seorang jurnalis: Kembali pada fitrah

    adm_imradm_imr27 March 202613 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Ringkasan Berita:

    • Setiap Lebaran, saya selalu terkenang sosok ini. Dia Ali Marjuni. Napi di Lapas Bitung. Ali dihukum berat. Pidana penjara seumur hidup.
    • Dosanya memang sulit termaafkan. Ali divonis mengotaki pembunuhan anak dan istrinya. Peristiwa itu terjadi 2008 silam. 
    • Kala Ali masih berstatus polisi. 

     

    Setiap Lebaran, saya selalu terkenang sosok ini. Dia Ali Marjuni. Napi di Lapas Bitung. Ali dihukum berat. Pidana penjara seumur hidup.

    Dosanya memang sulit termaafkan. Ali divonis mengotaki pembunuhan anak dan istrinya. Peristiwa itu terjadi 2008 silam. 

    Kala Ali masih berstatus polisi. 

    Saat istri dan anaknya ditemukan tewas, Ali sempat bikin seisi Sulut berduka ; saat ia menangis tersedu – sedu di pelukan Kapolda Sulut kala itu.

    Semua di Sulut prihatin pada Ali. Bahkan, meminjam istilah Permesta, batu, pasir dan daun pun berpihak pada Ali. 

    Ini berubah setelah polisi menangkap Rojak. Dari mulut Rojak keluar pengakuan mengejutkan. Otak pembunuhan itu ternyata Ali.

    Order pembunuhan datang dari Ali. Imbalannya segepok uang, yang kata Ali untuk modal usaha Rojak. Publik berbalik memusuhi Ali.

    Ia dikutuk beramai – ramai. Hukuman seumur hidup belum memuaskan rasa keadilan publik.

    Mereka minta Ali dihukum mati dengan cara tersadis.

    Nah 2017 lalu, saya meliput pemberian remisi Lebaran di Lapas Tewaan Bitung.

    Saat tengah foto – foto, seseorang yang tak bisa saya sebut namanya, mengajak saya ke suatu ruangan.

    “Ada orang mau ketemu,” katanya. 

    Ternyata orang itu Ali. Saya terkejut.

    Agak merinding berhadapan dengan seorang pembantai anak bini sendiri. Ali mengeluarkan sesuatu dari sakunya. Sebuah foto.

    “Ini foto istri dan anak saya,” kata dia sambil meneteskan air mata. 

    “Setiap Lebaran saya selalu terkenang mereka, biasanya saat lebaran kami makan bersama,”.

    Rasanya saya ingin menonjok dia. Mereka dulu kau bunuh, kini kau rindu. 

    Mungkin Ali membaca pikiran saya. 

    Ia memperjelas duduk perkara.

    “Saya ini korban peradilan sesat,” kata Ali dengan suara bergetar, bercampur tangis dan amarah.

    Ali kemudian bercerita tentang rekayasa yang ia alami.

    Semua berbau plot. Banyak teori konspirasi. Tidak meyakinkan. 

    Tapi kata – katanya kemudian membuatku menimbang.

    “Saya dijebak, pembunuhnya sudah pernah mengakui itu, Komnas HAM pun sudah memberi rekomendasi, namun proses terhadap saya berjalan terus, saya prihatin,” kata dia.

    Ali terus curhat. Saya terus menimbang.

    “Kalau saya pembunuhnya mengapa keluarga istri saya rutin menjenguk saya kala lebaran, mereka meminta saya tabah,” kata dia.

    Ali bertekad mencari keadilan. Dia akan melakukan segala sesuatu yang mungkin, termasuk menyurat ke Presiden.

    “Kalau memang saya pembunuhnya, dihukum seperti ini saya pasti sudah terima, tapi ini bukan saya pelakunya, saya akan terus berjuang hingga keadilan datang,” kata dia.

    Kisah Sengkon Karta menjadi inspirasinya.

    Sengkon Karta adalah dua orang yang divonis bersalah melakukan pembunuhan dan telah menjalani hukuman, hingga pembunuh sebenarnya mengaku.

    Kasus Sengkon Karta menandai kelahiran upaya hukum peninjauan kembali.

    “Mungkin saja ada PK dengan mempertimbangkan faktor bahwa pembunuhnya sudah mengaku,” kata dia.

    Lebaran adalah hari Ali menyatu dengan kenangan sekaligus berpisahnya ia dengan para sahabat.

    Setiap lebaran, ada saja rekannya yang bebas karena remisi. Pun saat Natal.

    Sedang Ali dipastikan mati di penjara, mungkin juga dikuburkan di penjara. 

    Namun Ali tidak mengutuk kegelapan. 

    Ia justru coba menyalakan cahaya. Di Lapas, Ali terlibat dalam usaha batako yang kini menggeliat di Lapas.

    Ia juga aktif membangun Mesjid Lapas serta tempat jenguk keluarga.

    “Saya ingin berbuat baik untuk membuktikan saya tidak bersalah,” kata dia. 

    Ada kejujuran dalam kata kata Ali ini. Atau entahlah, mungkin ia hanya bersandiwara.

    Hanya Tuhan yang tahu. Saya hanya menunaikan tugas sebagai wartawan. 

    Saya menulis apa adanya. Saya percaya hukum. Hukum adalah bayangan sorga.

    Tapi saya tak percaya pada manusia yang mengaku tahu hukum lebih dari siapapun.

    Merekalah pelanggar hukum itu, yang pintar berakrobat untuk lolos jerat hukum, maupun membuat pasal untuk menjerat lawan politik. 

    Idul Fitri hendaknya membuat kita kembali pada fitrah.

    Hukum sesuai fitrahnya adalah menegakkan kehendak Allah di atas bumi. Bukan untuk menegakkan kehendak manusia untuk menguasai manusia lainnya. (Arthur Rompis)

    Baca Berita Tribun Manado di Google News

    WhatsApp Infomalangraya.com: KLIK 

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Berita Malang Raya Populer: Rute angkutan pelajar butuh sosialisasi, trase tol Kepanjen dikaji

    By adm_imr5 September 20261 Views

    Nasib Timbul tukang becak mendadak masuk desil 9, merasa sakit anaknya terancam putus sekolah

    By adm_imr5 September 20261 Views

    Menjadi Stamp yang dulu – Stamp Fairtex janjikan versi yang lebih baik di ONE Fight Night 47

    By adm_imr5 September 20260 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru
    Bahaya Overtraining dan Pentingnya Pemulihan Aktif Bagi Kebugaran Tubuh Jangka Panjang

    Bahaya Overtraining dan Pentingnya Pemulihan Aktif Bagi Kebugaran Tubuh Jangka Panjang

    7 October 2026
    Seni Merawat Silaturahmi di Tengah Padatnya Jadwal Pekerjaan Kaum Urban

    Seni Merawat Silaturahmi di Tengah Padatnya Jadwal Pekerjaan Kaum Urban

    7 October 2026
    Keajaiban Rempah Nusantara: Rahasia Alami Menjaga Daya Tahan Tubuh dan Vitalitas Harian

    Keajaiban Rempah Nusantara: Rahasia Alami Menjaga Daya Tahan Tubuh dan Vitalitas Harian

    7 October 2026
    Kemewahan Bursa Transfer Sepak Bola Dunia Kini Tunduk pada Aturan Transparansi Keuangan

    Kemewahan Bursa Transfer Sepak Bola Dunia Kini Tunduk pada Aturan Transparansi Keuangan

    6 October 2026
    Berita Populer

    HUT ke-112 Kota Malang Jadi Momentum Evaluasi, Wali Kota Tekankan Penyelesaian Masalah Prioritas

    Kota Malang 1 April 2026

    Kota Malang- Wahyu Hidayat menegaskan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang bukan…

    Kasus Perzinaan Oknum ASN Kota Batu Berujung Penjara, Vonis Diperberat di Tingkat Banding

    29 April 2026

    Operasi Pekat Semeru 2026, Polres Malang Ungkap Dugaan Peredaran Bahan Peledak di Poncokusumo

    28 February 2026

    Gus Iqdam Bongkar Aksi Kapolresta Malang Saat Kanjuruhan Memanas, Ribuan Jemaah di Stadion Gajayana Menangis!

    4 June 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?